• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Wednesday, April 22, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Kabar Baru

Bali Simpan 20 Ton Freon Perusak Ozon

Agustinus Wibowo by Agustinus Wibowo
17 July 2007
in Kabar Baru, Teknologi
0
0

Oleh Agustinus Wibowo
[Tulisan ini pernah dipublikasikan di Harian NusaBali]
 
Penggunaan bahan-bahan tak ramah lingkungan di Bali dalam sektor mesin pendingin masih terhitung tinggi. Diperkirakan sedikitnya masih ada sekitar 20 ton refrigeran atau freon jenis R12 yang mampu melubangi lapisan ozon,  masih terus digunakan. Celakanya lagi, bahan penggantinya yang ramah lingkungan dan beredar di Bali, 90 persen juga palsu.

Hal ini disampaikan Hartawan Setjodiningrat, Project Manager PT Dasa Windu Agung yang bergerak dalam bidang koordinator dan pengawasan bahan perusak ozon (BPO) foam dan Mac Sector. Dari hasil penelitian badan itu, diketahui bahwa di Indonesia sedikitnya ada 915 ton bahan klorokarbon atau chlorofluorocarbon (CFC) jenis R12 yang biasa digunakan dalam mesin pendingin. “Dari jumlah ini, untuk Bali kita perkirakan konsumsinya masih mencapai 20 ton,” ujar Hartawan beberapa waktu lalu.

Jumlah ini didapatkan dari penghitungan penggunanya di berbagai bengkel servis peralatan mesin pendingin yang ada di Bali. Dari data yang ada diketahui sedikitnya ada 70 bengkel servis mesin pendingin yang resmi dan mempunyai ijin di seluruh Bali. Persebarannya meliputi Denpasar (32 bengkel), Tabanan (12), Gianyar (8), Jembrana (10), Karangasem (7), Jembrana (10), dan Bangli (1).

Untuk tahu, bahan CFC R12 yang biasa digunakan sebagai refrigeran pada mesin pendingin seperti AC besar maupun AC mobil ini, termasuk bahan yang dilarang karena tidak ramah lingkungan. Penggunaanya bisa menyebabkan kerusakan dan penipisan lapisan ozon yang bisa menimbulkan masalah kesehatan dan lingkungan .

Bahan perusak ozon lainnya yang juga dilarang adalah CFC-11, CFC-113, CFC-115 yang banyak digunakan dalam industri foam, tembakau, dan aerosol, halon pada pemadam api, dan metilbromida pada pembasmi hama. Sejatinya, bahan pengganti untuk freon CFC R12 yang berbahaya ini sudah ditentukan yakni diganti dengan bahan HFC 134a yang lebih ramah lingkungan.

Namun, dari sebagian besar freon HFC 134a yang beredar di Bali, ternyata sebagian besar palsu.  Meski berlabel ramah lingkungan, diperkirakan sekitar 70-90 persen tabung bahan freon ramah lingkungan R134a yang beredar ini adalah palsu. “Meski labelnya bahan ramah lingkungan, namun isinya tetap saja R12 yang dicampur dengan bahan lainnya,” ujar Hartawan sambil menunjukkan contoh jenis tabung yang palsu itu.

Selain diketahui dari kemasannya yang tidak original, juga dapat diketahui dari harganya yang sangat murah. Sebagai gambaran, satu tabung orisinil freon 134a yang asli ukuran 13,6 kg harganya mencapai Rp 1,3 juta. Namun, di Bali untuk tabung palsu dengan ukuran yang sama, harganya hanya Rp 650 ribu. “Tabung ‘aspal’ ini juga hanya berselisih Rp 50 ribu dengan  tabung R12 yang dilarang,” ujar Hartawan.

Hal serupa juga disampaikan oleh Ari Darmawan Pasek, peneliti dari Institut Teknologi Bandung yang pernah meneliti mengenai pemakaian BPO. Menurut Pasek, dari hasil survei di 35 bengkel servis pendingin yang berskala besar di Bali, diketahui bahwa 66 persen di antaranya masih menggunakan bahan perusak R12. Sementara, baru 34 persen saja yang sudah menggunakan bahan ramah lingkungan R134a.

Namun ternyata, papar Pasek, setelah diteliti lebih lanjut tabung R134a yang digunakan oleh 34 persen bengkel tadi, ternyata banyak yang palsu. “Kebanyakan yang dipakai merupakan bahan oplosan yang didominasi bahan R12 juga,” ujarnya. Lebih lanjut menurutnya, banyak orang tidak tahu membedakan produk asli CFC yang ramah lingkungan ini dengan palsunya. “Secara sekilas, tabung itu memang mirip dan susah dikenali perbedaannya. Untuk itu, masyarakat harus jeli dan kritis.” katanya.

Dia memberikan ilustrasi, pada tabung dengan kandungan R134a tertera merek, jenis refrigerant, nama serta alamat pabrik pembuat. Di antara tabung refrigerant R134a yang asli adalah Genetron produksi Honeywell, lalu Klea lansiran ICI, serta Suva keluaran DuPont.  Selain itu bisa juga melihat warna tabung.” Semisal untuk tabung R134a berwarna hijau muda, dan R12 berkelir putih,” paparnya.

Sementara untuk mengatasi penggunaan bahan CFC yang masih marak di Bali, setidaknya 20 bengkel di Bali sudah mendapatkan bantuan peralatan daur ulang CFC secara cuma-cuma. Dengan mendaur ulang maka tidak perlu membeli CFC yang baru. Cukup yang lama didaur ulang untuk dipakai lagi. “Artinya tidak akan ada lagi CFC yang masuk dari impor lagi, cukup yang sudah ada digunakan sambil pelan-pelan diganti,”paparnya. [+++]

toto togel
link slot
monperatoto
link slot
slot resmi
link togel
situs gacor
situs toto
situs slot gacor
slot gacor maxwin
situs slot
https://idibabel.org/
https://idimalut.org/
https://idimusi.org/
https://idilombok.org/
https://idisingkang.org/
https://idiluwu.org/
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Agustinus Wibowo

Agustinus Wibowo

Jurnalis, reporter, fotografer sekaligus redaktur di Harian Umum NusaBali. Dia ingin menyumbang pikiran, ide dan reportase di portal ini.

Related Posts

Ekowisata di Subak Sebagai Solusi atau Ancaman Baru?

Plastik Makin Mencemari Pertanian

21 April 2026
Sampah tak Terpilah, Subsidi Pupuk Organik bikin Jengah

Cara Leluhur Bali Memilah Sampah

21 April 2026
Bencana Sunyi: Penurunan Muka Tanah Akibat Eksploitasi Airtanah di Bali

Bencana Sunyi: Penurunan Muka Tanah Akibat Eksploitasi Airtanah di Bali

20 April 2026
Reklamasi Sekali, Abrasi Berkali-kali

Reklamasi Sekali, Abrasi Berkali-kali

20 April 2026
Compost Bag Dipilih sebagai Solusi Pengolahan Sampah Organik Rumah Tangga

Pemkot Denpasar Rencanakan Distribusi 176 Ribu Compost Bag pada 2026

19 April 2026
Pekerja Luar Ruangan Berisiko Tinggi Heat Stress ketika Panas Ekstrem

Pekerja Luar Ruangan Berisiko Tinggi Heat Stress ketika Panas Ekstrem

18 April 2026
Next Post

Wanita Bali Tempo Dulu Menafsir Emansipasi

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Ekowisata di Subak Sebagai Solusi atau Ancaman Baru?

Plastik Makin Mencemari Pertanian

21 April 2026
Sampah tak Terpilah, Subsidi Pupuk Organik bikin Jengah

Cara Leluhur Bali Memilah Sampah

21 April 2026
Bencana Sunyi: Penurunan Muka Tanah Akibat Eksploitasi Airtanah di Bali

Bencana Sunyi: Penurunan Muka Tanah Akibat Eksploitasi Airtanah di Bali

20 April 2026
Reklamasi Sekali, Abrasi Berkali-kali

Reklamasi Sekali, Abrasi Berkali-kali

20 April 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia