• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Thursday, January 22, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Kabar Baru

“Bali Bergerak” Kompilasi Musisi Tolak Reklamasi

Suriadi Darmoko by Suriadi Darmoko
13 October 2014
in Kabar Baru, Lingkungan, Musik
0
0

foto bareng musisi di album kompilasi #BaliBergerak 2

Rencana reklamasi Teluk Benoa terus mendapatkan perlawanan rakyat.

Kali ini para musisi yang berkata tidak terhadap rencana reklamasi seluas 700 hektar oleh investor PT. Tirta Wahana Bali International (PT TWBI) yang didukung politisi tersebut.

Rakyat kini kian lantang bersuara menolak rencana reklamasi Teluk Benoa dengan berbagai cara mereka sendiri, baik dengan cara aksi demontrasi, mendirikan baliho maupun menyuarakan lewat social media.

Seperti yang ditempuh gerombolan musisi yang selama ini dikenal getol menyuarakan penolakan reklamasi. Sadar dan tak mau tanah kelahirannya dijarah, dirusak oleh penjahat proyek reklamasi, Mereka bersolidaritas menyuarakan penolakan reklamasi menggunakan media kesenian, yakni merilis album kompilasi berjudul “Bali Bergerak” Senin hari ini di Antida Sound Garden, Denpasar.

Album kompilasi yang diisi oleh deratan band Bali ini akan di launching pada Minggu (19/10) mendatang, serangkaian Event Budaya Tolak Reklamasi di Pantai Padang Galak, Kesiman. Band yang terlibat dalam kompilasi ini diantaranya Eco Defender, The Dissland, Rollfast, Joni Agung & Double T, The Bullhead, The Hydrant, Superman Is Dead, Navicula, Nosstress, Made Mawut, Scares Of Bums, Ripper Clown dan Ugly Bastard.

Di awal munculnya gerakan penolakan reklamasi Teluk Benoa, beberapa musisi sudah membuat lagu sekaligus klip berjudul Bali Tolak Reklamasi. “Seiring waktu makin banyak musisi yang menyatakan sikap, akhirnya kita sepakat untuk membuat album kompilasi. Dan musik adalah senjata perlawanan kami,” jelas Dodix salah satu pengagas album ini.

Adanya album kompilasi semakin menegaskan gerak perlawanan di kalangan musisi kian membesar. Menurut Dodix yang juga manajer band Superman Is Dead, banyak musisi yang ingin terlibat dalam album ini, namun karena keterbatasan waktu akhirnya album ini diisi oleh band yang telah terkonfimasi terlebih dulu.

“Banyak cara untuk menyuarakan penolakan reklamasi, dan album ini adalah salah satunya. Musisi yang ingin menyuarakan penolakan tak harus bergabung dengan kami. Mereka bisa menyuarakan di setiap manggung atau lewat sosial media. Kita harap kedepan akan ada album kompilasi selanjutnya,” harapnya.

Hadir pula dalam jumpa pers, perwakilan masing-masing band yang terlibat dalam ambul kompilasi “Bali Bergerak” di antaranya Eka SID, Nova SOB, Ega dari Rollfast, Gilang Ugly Bastard dan lainnya.

Gembul Navicula menyatakan, album ini sebagai tonggak perlawanan para musisi, menjadi penyemangat sekaligus senjata untuk terus melawan keserakahan para investor yang berambisi mereklamasi Teluk Benoa.” Selain mendengar lagu dari band yang tergabung, lewat album ini kami juga mengedukasi para pendengar tentang dampak buruk reklamasi, dan Navicula sangat bangga ada di barisan ini,” jelas drumer dari Navicula.

Senada dengan Gembul, Angga dari Nosstress mengutarakan, hadirnya album kompilasi ini adalah cara musisi untuk menyuarakan perlawanan tehadap rencana reklamasi. dan tak hanya musisi, setiap orang yang ingin menyuarakan penolakan bisa bersuara dengan caranya masing-masing.

“Jangan merasa kalah sebelum berperang. Kami ada di sini dan akan tak akan pernah menyerah dan terus melawan,” tegas Angga.

Ditambahkan Copok vokalis dari The Bullhead, menolak proyek perusak masa depan ini adalah mulia. Jika memilih diam, bahkan ikut menjadi bagian dari pro reklamasi, maka kedepan Bali akan kian dekat dengan kehancuran. “Album kompilasi dari musisi-musisi yang tergabung di ForBALI (Forum Rakyat Bali Tolak Reklamasi Teluk Benoa) adalah bagian dari gerakan rakyat menolak diam dan tunduk,” serunya.

Album yang akan dilauching Minggu mendatang ini, dijual dengan harga Rp 35 ribu. Hasil penjualan album kompilasi “Bali Bergerak” akan dipakai untuk kegiatan gerakan tolak reklamasi Teluk Benoa. “Sementara ini kita jual di semua gerai Rumble yang memang dari awal selalu mendukung gerakan ini. Semua hasil penjualan akan kami pakai untuk membiaya gerakan,” tutup Dodix. [b]

Band/Musisi dan Judul Lagu :

Eco Defender – Serenada
The Dissland – Kayu Besi Tanah Air Ibu Pertiwi (Musnah)
Rollfast – The Death Stare
Joni Agung & Double T – Indahnya Hidup Ini
The Bullhead – Anarchy Evolution
The Hydrant – Proyek
Superman Is Dead – Water Not War
Navicula – Mafia Hukum
Nosstress – Endonesya, Begitu Katanya
Made Mawut – Krisis Pangan
Scares Of Bums – Kepalkan Tangan Kiri
Ripper Clown – Stop The Bullshit
Ugly Bastard – Bakar Ilusi Pulau Surga

Tags: ForBaliLingkunganMusikTolak Reklamasi
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Suriadi Darmoko

Suriadi Darmoko

Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Eksekutif Daerah Bali.

Related Posts

Tebe Modern hingga Inovasi Sumur Resapan untuk Menghadapi Banjir

Tebe Modern hingga Inovasi Sumur Resapan untuk Menghadapi Banjir

15 January 2026
Krisis Sampah di Bali: Contoh Baik di Desa Ada, kenapa Pemerintah Pilih Bakar Sampah?

Krisis Sampah di Bali: Contoh Baik di Desa Ada, kenapa Pemerintah Pilih Bakar Sampah?

30 December 2025
Kemah Manja di Bali Jungle Camping Padangan

Terasering Subak sebagai Mitigasi Banjir Berbasis Lanskap

22 December 2025
Siaga Banjir! Panduan Praktis untuk Warga Bali di Musim Hujan Ekstrem

Siaga Banjir! Panduan Praktis untuk Warga Bali di Musim Hujan Ekstrem

16 December 2025
Energi Terbarukan di Pulau Bali Hanya Bagus di Atas Kertas, tapi Kenapa Sulit Terwujud

Energi Terbarukan di Pulau Bali Hanya Bagus di Atas Kertas, tapi Kenapa Sulit Terwujud

26 November 2025
Pulau Surga yang Kehilangan Harmoni

Pulau Surga yang Kehilangan Harmoni

16 November 2025
Next Post
BDF, Klimaks Lelucon Presiden SBY di Bali

BDF, Klimaks Lelucon Presiden SBY di Bali

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Ratusan Titik di Bali Alami Bencana

Menghitung Konversi Tutupan Lahan Bali Menjadi Lahan Terbangun

21 January 2026
[Matan Ai] Bali dan Pembusukan Pembangunan

Finansialisasi Desa-desa di Bali

20 January 2026
Mosi Tidak Percaya adalah Pemuda yang Bersuara

Aksi Agustus: Dewan Pers Menugaskan Ahli Pers Memantau Kasus Kekerasan pada Jurnalis di Bali

20 January 2026
Permasalahan Petani Hutan di Bali

Permasalahan Petani Hutan di Bali

19 January 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia