• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Saturday, October 3, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Kabar Baru

Sampah Plastik Ancam Sawah dan Jogging Track

I Gusti Ayu Septiari by I Gusti Ayu Septiari
2 October 2026
in Kabar Baru, Lingkungan
0
0

Oleh: Rhayana Satria dan Gede Agung Priambada

Kawasan pertanian yang masih tersisa di Sanur kini menghadapi ancaman serius dari sampah plastik. Di sekitar lahan pertanian tersebut terdapat jalur jogging yang ramai dikunjungi warga pada sore hari, baik untuk berlari, bersepeda, jalan santai, maupun sekadar duduk menikmati pemandangan sawah terakhir di Sanur Kauh. Namun, di balik aktivitas itu, kawasan ini menyimpan persoalan sampah yang belum terselesaikan.

Menurut petani setempat, Gusti Wayan Danu, sebagian sampah plastik di kawasan itu berasal dari aliran sungai dari hulu ke hilir. Sampah terbawa arus saat musim hujan atau ketika debit air sedang besar, lalu menumpuk saat musim kemarau tiba.

“Pada musim kering, sampah dari sungai berterbangan ke mana-mana, termasuk ke lahan pertanian,” ujar Danu.

Ia menjelaskan, sampah juga masuk ke saluran irigasi lahan. Sisa-sisa plastik berukuran kecil atau mikroplastik, menurutnya, turut memengaruhi hasil panen.

Selain kiriman dari hulu sungai, Danu menyebut sebagian sampah berasal dari pengunjung yang melintasi jalur jogging. Di sepanjang jalur tersebut terdapat area tempat duduk yang biasa digunakan pengunjung untuk bersantai.

“Setiap sore banyak orang yang datang ke jogging track ini. Mereka duduk sambil makan, tapi sampahnya tidak dibawa atau dibuang pada tempatnya, ditinggal begitu saja di sana,” katanya.

Danu juga menyebut ada warga yang membuang barang berukuran besar seperti springbed, sofa dan sampah lainnya langsung ke sungai, serta warga yang membuang sampah pada malam hari saat melintasi kawasan tersebut.

Petani dan warga setempat, menurut Danu, telah menempuh sejumlah langkah, termasuk menggunakan jasa pengangkutan sampah. Namun jasa tersebut tidak dapat mengangkut seluruh tumpukan sampah kiriman karena volumenya cukup besar. Edukasi dan imbauan kepada warga serta pengunjung juga sudah dilakukan, meski belum menyelesaikan akar masalah.

Saat musim kemarau, petani dan warga sempat menangani tumpukan sampah dengan cara membakarnya dalam jumlah kecil. Namun langkah ini mendapat protes dari warga sekitar yang terdampak asap, dan petani yang melakukan pembakaran menerima teguran dari dinas terkait.

“Kalau tidak diperbolehkan membakar sampah di sini, coba berikan solusi atau tindakan yang tepat mengenai masalah sampah ini. Kami para petani sudah lelah hanya mendapat teguran, sementara dari pemerintah hanya sekadar wacana,” kata Danu kepada pihak berwenang.

Ia berharap pemerintah memiliki solusi yang tegas dan bijak dalam menangani persoalan ini. “Saya yakin semua ini bisa berhasil jika ada kerja sama yang baik dari semua pihak. Setidaknya kita mulai dari diri kita sendiri dulu, kita juga harus memiliki kesadaran sendiri mengenai masalah sampah ini, karena kita yang terkena dampak dari sampah ini,” ujarnya.

(Tulisan ini merupakan karya peserta Kelas Jurnalisme Warga bersama Plastik Detox)

Tags: banjir baliKJW plastic detoxpengelolaan sampahsampah balisubak bali
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
I Gusti Ayu Septiari

I Gusti Ayu Septiari

Suka mendengar dan berbagi

Related Posts

Permasalahan Penanggulangan Sampah Plastik di Desa Wisata

24 August 2026
Apa Kabarmu, Setahun Blabar Bali? Adakah Perbaikan dan Mitigasi?

Apa Kabarmu, Setahun Blabar Bali? Adakah Perbaikan dan Mitigasi?

18 August 2026
Pengelolaan Sampah Organik Berbasis Sumber di SMA Negeri 1 Bebandem

Pengelolaan Sampah Organik Berbasis Sumber di SMA Negeri 1 Bebandem

13 August 2026
Di Balik Proyek PSEL Bali: Hantu Kegagalan Masa Lalu dan Ancaman Masa Depan

Di Balik Proyek PSEL Bali: Hantu Kegagalan Masa Lalu dan Ancaman Masa Depan

26 June 2026
Sampah tak Selalu Menjadi Musibah

Sampah tak Selalu Menjadi Musibah

5 June 2026
Botol Kaca Menumpuk karena Nilai Ekonominya Rendah, Tanggung Jawab Produsen Minim

Botol Kaca Menumpuk karena Nilai Ekonominya Rendah, Tanggung Jawab Produsen Minim

5 June 2026
Next Post
matan AI

Tubuh Manusia Bali, dari Nyupat 1965 ke Akumulasi Kapital

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

matan AI

Tubuh Manusia Bali, dari Nyupat 1965 ke Akumulasi Kapital

3 October 2026
Sampah Plastik Ancam Sawah dan Jogging Track

Sampah Plastik Ancam Sawah dan Jogging Track

2 October 2026
Jalan Buntu Bali Mandiri Energi

Jalan Buntu Bali Mandiri Energi

1 October 2026
Emisi Metana di TPA Suwung Lebih Tinggi di Musim Kemarau

Emisi Metana di TPA Suwung Lebih Tinggi di Musim Kemarau

1 October 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia