
Gemercik air sungai mengalir halus membawa daun yang jatuh. Suara ayam berkokok menyambut setiap tindakan yang akan terukir. Kucing dan anjing yang nampak berkeliaran, melangkah lembut menyusuri dan mempelajari setiap sudut. Orang-orang duduk dan bersantai menikmati indahnya alam di bawah teduhnya pohon pulai sembari berbincang ria dan berdiskusi.
Tepat di tepian sungai yang rimbun dengan pepohonan, ruang itu menjadi tempat teduh yang nyaman. Pagi yang tenang, siang yang damai dan malam yang sunyi, menciptakan suasana alam yang merangkul dengan kehangatan. Panggung terbuka dengan konsep terasering yang unik terlihat memanjakan mata. Bambu yang menyokong tulisan Tegal Temu Space sebagai latar belakang panggung terlihat gagah nan indah.
“Awalnya, ruang ini dibangun hanya sebagai tempat untuk memindahkan office dari tempat yang lama ke tempat yang baru,” ujar I Gusti Agung Wijaya Utama atau lebih akrab disapa dengan Gung Ama. Gung Ama adalah seorang seniman fotografi dengan konsep foto 1930-an.
Tegal Temu Space, ruang penuh kreativitas yang berlokasi di Banjar Tegal Temu, Desa Batubulan, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Ruang bagi orang yang ingin ketenangan dari sibuk dan riuhnya suasana kota. Bekerja dan belajar sembari bersantai menikmati udara yang sejuk sangat menenangkan. Perpaduan antara alam dan aktivitas manusia yang saling memberikan energi.
Tegal Temu Space mulai dibangun pada bulan April 2023. Dibangun mulai dari membabat alas, semak belukar liar, lebat, sebagai tempat berdirinya bangunan dan ruang yang diinginkan. Bangunan yang paling awal berdiri adalah perantenan. Perantenan adalah dapur tradisional. Perantenan dibangun pertama kali bahkan sebelum Tegal Temu Space dibangun. Menurut masyarakat Bali, perantenan dianggap sebagai jantung dari aktivitas bersama. Mulai dari memasak, hingga tidur. Tegal Temu Space selesai dibangun pada Desember 2023.
Kata Tegal Temu Space bukan hanya sekedar kata, ia memiliki arti dan makna khusus. “Nama banjar kami kan Tegaltamu, saya sedikit pelesetkan dari itu. Tegal itu berarti kebun, temu berarti sebuah pertemuan, space itu, ya ruang. Dengan nama itu saya berharap ruang ini mampu menghadirkan suasana sebagai tempat pertemuan untuk menanam sesuatu yang berguna,” jelas Gung Ama.
“Ruang ini tumbuh secara organik atau alami. Tidak ada ambisi dalam membangun ruang ini. Biarkan alam yang memberikan energi itu sendiri,” ujar Gung Ama. Susah senang tentu sudah dilalui oleh Gung Ama dalam membangun ruang ini. Bersyukur ia memiliki teman yang senantiasa memberikan dukungan terhadapnya dalam membangun ruang dan dalam keadaan apapun. Banyaknya rintangan terasa lebih ringan berkat bantuan dari banyak uluran tangan.
Ruang yang luas ini memiliki beberapa produk di dalamnya. Terdapat produk utama dari Gung Ama itu sendiri yaitu Gama Creative Space. Gama Creative Space adalah awal dari terbentuknya Tegal Temu Space di tempat ini. Dalam Gama Creative Space terdapat Gama Photo 1930, Indira Laksmi dan 1930 Studio Bali. Gama Photo 1930 yaitu konsep foto dengan tema Bali klasik, Indira Laksmi yaitu studio Make Up dan Wardrobe, dan 1930 Studio Bali merupakan Studio rental dengan konsep studio Bali klasik.
Selain produk utama tadi, terdapat kolaborasi produk lain di Tegal Temu Space. Kolaborasi produk itu ialah Sore Coffee and Eatery dan Film Photography Club. Sore Coffee merupakan coffee shop yang menyediakan berbagai minuman dan juga makanan. Film Photography adalah tempat cuci foto.
Hadirnya beberapa produk di dalam Tegal Temu Space mampu membangun energi positif dan masyarakat luar dapat mengenal Tegal Temu Space dengan lebih luas. Tegal Temu Space juga menyajikan space yang dapat digunakan saat mengadakan kegiatan. Banyak organisasi melakukan kolaborasi dengan mengadakan workshop, talkshow, screening film dan acara lain di Tegal Temu Space. Banyak diskusi dan pertukaran sudut pandang terjadi di Tegal Temu Space. Ruang ini selalu menyajikan yang terbaik untuk semua orang yang datang.
Titik tengah dari hiruk-pikuk aktivitas kota yang sangat padat. Tentunya orang perlu tempat yang tenang untuk mengadakan sebuah acara dan kegiatan dalam ruang penuh udara. Menyajikan rasa yang nyaman dalam sebuah ruang, membuat Maria Adityasari tertarik untuk mengadakan talkshow di Tegal Temu Space. “Karena dekat dari kantor, juga tempat yang nyaman, mudah mengumpulkan banyak orang dan fasilitas yang memadai membuat saya tertarik mengadakan acara di Tegal Temu Space,” jelas Adityasari.
Memilih Tegal Temu Space sebagai tempat acara tidak jauh dari kata nyaman. Alam dan manusia yang hadir di Tegal temu Space mampu menghadirkan dan menarik perhatian masyarakat untuk datang bahkan mengadakan acara. Mencari ide, berbagi sudut pandang dan berdiskusi tentunya sangat nyaman di ruang ini. Setiap sudut di ruangan ini mampu memberikan kesan yang baik. Sendiri maupun bersama, ruang ini mampu menjadi ruang yang nyaman.
Tata letak ruang dan tumbuhan di Tegal Temu Space sangat diperhitungkan. Timbal balik antara manusia dan tumbuhan di Tegal Temu Space memberikan kesan yang unik. Tersusun rapi dengan tumbuh-tumbuhan yang beragam. Tak hanya ditanam dalam petakan yang sudah disiapkan, tak jarang juga tumbuhan itu ditanam untuk menjadi sebuah pagehan, pagar dari tumbuhan hidup. Jenis tumbuhan yang dipakai adalah tumbuhan yang bisa tumbuh dengan cabang yang banyak, agar pagehan dapat menjadi rapat dan baik. Pagehan di Tegal Temu Space diperuntukkan sebagai pembatas antara ruang yang ada.
“Saya senang bisa merawat kebun ini lagi. Ini merupakan pekerjaan yang sangat membuat saya senang,” riang suara Ketut Nika menjelaskan. Ketut Nika atau yang lebih dikenal dengan Guru adalah seorang bapak paruh baya yang memiliki peran penting dalam merawat kebun di Tegal Temu Space. Guru dengan senyum yang terulas di wajahnya berjalan dengan mantap membawa tumbuhan yang siap ia tanam.
Menyiram dan memupuk tanaman juga hal yang tidak mungkin terlewatkan. Guru menyiram tanaman di setiap sore dan memberikan pupuk dengan teratur dan cukup. Tidak sembarang pupuk yang digunakan. Guru menggunakan pupuk dari kotoran ayam sebagai pupuk alami. Selain pupuk, bibit yang digunakan juga bukan sembarang bibit. Di Tegal Temu Space, Guru menggunakan bibit unggul untuk ditanam. Bibit yang memiliki kualitas yang baik dari petani lokal di Bali.
Dengan bibit yang berkualitas, tentunya masih banyak tumbuhan yang ingin ditanam oleh Guru. Menurut Guru, selain tanaman bisa dimanfaatkan untuk perantenan, bisa juga sebagai media pembelajaran bagi anak muda. Semakin hari, akan semakin banyak tumbuhan yang ditanam di Tegal Temu Space. Tumbuhan yang ditanam dan dirawat dengan baik mampu menghadirkan ruang yang nyaman.
Meskipun beberapa tumbuhan di Tegal Temu Space ditanam sebagai bahan pangan, Tegal Temu Space tentu tidak melupakan tumbuhan yang berfungsi sebagai estetika. Tentu terdapat bunga dan tanaman hias yang berada di Tegal Temu Space. Meskipun Tegal Temu Space memiliki kesan dan warna yang dominan hijau, ada juga beberapa warna lain yang mewarnai nuansa di Tegal Temu Space.
Tegal Temu Space tidak menghilangkan fungsi tegal yang sesungguhnya. Masyarakat Tegaltamu masih bebas berlalu lalang di Tegal Temu Space seperti sebelumnya. Masih ada anak-anak yang bermain di sungai, para orang tua yang ke tegal dan para anak muda yang memancing ikan di sungai. Semua aktivitas masih berjalan seperti fungsi sesungguhnya sebuah tegal.
Sebagian orang menganggap Tegal Temu Space bukan hanya sekedar tempat yang nyaman. Namun, ada juga yang menganggap Tegal Temu Space sebagai ruang kreativitas dan penuh referensi serta inspirasi.
“Saya menganggap ruang ini sebagai tempat yang merawat memori masa kecil. Saya menjadi memiliki ikatan energi tertentu pada ruang ini. Menjadi ruang refresh yang setiap bulan pasti akan saya dikunjungi,” ungkap rasa I Gusti Ngurah Agung Panji Tresna yang akrab disapa Panji.
Panji sudah mengetahui perjalanan tempat ini dari awal bahkan saat baru merencanakan ruang ini. Tegal Temu Space miliki memori tersendiri dan jika perlu ide, Tegal Temu Space menjadi tempat untuk mencari jawaban-jawaban dari sekian pertanyaan atau ide yang masih abstrak. Tegal Temu Space menyediakan ruang, menyediakan tempat dan menyediakan berbagai manusia yang memiliki banyak sudut pandang dari banyak sumber. Semua itu merupakan modal untuk diri sendiri mengembangkan pikiran lebih luas.
Walaupun banyak tempat lain yang menyediakan banyak orang dan sudut pandang, tetapi Tegal Temu Space mampu menyediakan itu semua dan mampu menjadi tempat yang bagus untuk menyerap oksigen. Banyak pohon yang besar dan rindang juga mampu menunjang sistem berpikir menjadi lebih baik karna asupan oksigen yang sangat melimpah. Tegal Temu Space mampu memberikan kedewasaan dalam berpikir termasuk juga bersikap. Kemewahan tempat yang menyediakan oksigen, kenyamanan, referensi, sudut pandang dan lain sebagainya itu merupakan kemewahan yang dapat ditemukan di Tegal Temu Space.
Menurut pandangan Panji sebagai akademisi, Tegal Temu Space merupakan tempat impian yang memiliki halaman serapan air yang luas. Hal ini merupakan sisi positif. Selain itu, dari segi landscape juga bisa memberikan kenyamanan untuk mata. Banyak objek di berbagai sudut. “Secara landscapenya unik, dengan sistem berundag tapi dalam sudut-sudut yang diperhitungkan, sangat-sangat layak untuk digunakan pada keperluan untuk memikirkan dirinya atau saat sedang menghabiskan waktu bersama,” ujar Panji.
Dapat dilihat dari kondisi ruang yang semakin menyempit menjadi sebuah tantangan bagi masyarakat dalam memilih tempat yang pas untuk dituju. Tegal Temu Space mampu menjadi ruang yang dapat dipilih masyarakat dalam hiruk pikuknya suasana kota.
Tegal Temu Space berusaha hadir untuk melengkapi kekurangan itu. “Saya merasa menjadi lebih lengkap ketika saya bisa hadir duduk di Tegal Temu,” jelas Panji. Tempat ini memiliki sudut yang jelas, tahu di mana untuk sendiri, tahu di mana untuk bertukar pikiran. Sekian sudut memiliki peran masing-masing. Banyak modal yang bisa ditanam dan kumpulkan di sini untuk dibawa kemana pun.
“Semoga Tegal Temu mampu menjaga marwahnya dengan baik, menjaga karakternya dengan baik, semoga terjaga vibesnya dan semakin banyak orang yang bisa terbantu dan tersebarkan hal-hal positif yang bisa menjadi salah satu ruang yang turut menemukan kreativitas dan moralitas budi pekerti untuk masyarakat,” kesan Panji.
Seberapa jauh raga menginjakkan kaki, Tegal Temu Space akan mampu memberikan kesan dan ingatan untuk kembali. Tempat ini, menjadi rekomendasi untuk orang-orang yang ingin menikmati waktu sendiri tapi tidak juga lupa waktu ramai, bersama keluarga, teman-teman dan sanak saudara. Tempat ini juga merupakan tempat untuk belajar, tempat untuk memahami, tempat untuk memupuk, menanap kesan positif dan memetik nilai yang tersebar luas. Tegal Temu Space bukan hanya sekedar ruang, tetapi Tegal Temu Space membawa kesan istimewa yang tidak mudah terlupakan oleh orang-orang.
sangkarbet kampungbet kampung bet kampungbet legianbet




![[Matan Ai] Bali dan Pembusukan Pembangunan](https://balebengong.id/wp-content/uploads/2025/01/KOLOM-MATAN-AI-oleh-I-Ngurah-Suryawan-by-Gus-Dark1-120x86.jpg)

