• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Thursday, April 30, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Kabar Baru

Menuntut Tanggung Jawab Calon Pemimpin Bali Melalui Rumusan Kontrak Politik

Komang Yuko by Komang Yuko
1 August 2024
in Kabar Baru, Lingkungan, Politik, Sosial
0
0

Perumusan kontrak politik sebagai kontrol tanggung jawab pemimpin Bali mendatang. 

Para pembicara dan moderator dalam FGD Membangun Bali yang Adil dan Berkelanjutan. Foto oleh: Yuko Utami

Jarnas Aktivis 98 memantik diskusi  di Kubu Kopi, Denpasar melalui FGD Membangun Bali yang Adil dan Berkelanjutan. Rofiki Hasan memoderatori diskusi dengan tiga pembicara, yaitu Wayan Jondra yaitu Ketua Paiketan Krama Bali; Ni Luh Putu Ary Pertami Djelantik sebagai calon Anggota DPD RI  terpilih 2024, dan dr I Gusti Rai Putra Wiguna SpKJ selaku aktivis kesehatan jiwa. Diskusi ini dilaksanakan pada Sabtu, 27 Juli 2024.

Ketiganya berbicara dari berbagai perspektif dan mengkritik pemerintah daerah maupun nasional. Wayan Jondra mengungkapkan dirinya belum melihat wakil rakyat di Bali yang memiliki ketulusan membangun masyarakat. Menurut eks Ketua KPU Bali ini saat ini pejabat sibuk agar mengantongi rekomendasi dan suara. “Belum saya lihat di Bali mana yang sebenarnya betul-betul mempunyai ketulusan dalam membangun masyarakat, lebih banyak bagaimana dia bisa mendapat rekomendasi dukungan untuk jabatan selanjutnya,” ujar Jondra.

Jondra juga menyayangkan tata kelola ruang di Bali yang tidak tertata sebagaimana mestinya. Ia berharap FGD ini dapat memantik dan mendorong pemimpin partai politik untuk lebih selektif dalam memantau kader-kader yang akan memimpin Bali. Sebab, ada segala cara yang tidak etis digunakan untuk mengantongi suara pemilih. “Kecurigaan memanfaatkan kantong suara di desa adat, sayang kita kurang memahami perilaku pejabat, sehingga kekritisan dibutuhkan. Orang pintar banyak tetapi wanen (berani) sedikit,” ucapnya di Kubu Kopi pada Sabtu, 27 Juli 2024.

Banyaknya baliho tidak diiringi dengan edukasi visi dan misi, diundang sebagai aktivis kesehatan mental dr I Gusti Rai Putra Wiguna SpKJ membicarakan berbagai persoalan kesejahteraan mental yang jarang jadi perhatian calon kandidat pemimpin Bali. “Bagaimana pemerintah bisa membuat aturan dan mengatur sampah tetapi masyarakatnya tidak sehat secara mental,” terang Rai pada Sabtu (27/07) di Kubu Kopi.

Diskusi dihadiri masyarakat dan pemantik dari berbagai bidang. Foto oleh: Yuko Utami
Para pembicara menerima plakat dari I Wayan Mardika, Jarnas Aktivis 98. Foto oleh: Yuko Utami

Persoalan lainnya seperti macet, kesehatan, pendidikan butuh mental yang sehat. Rai melanjutkan, Bali yang dielu-elukan sebagai pariwisata membahagiakan justru peringkat pertama kasus bunuh diri se-Indonesia. “Angkanya 46 persen setengahnya, saya sebagai orang tua khawatir punya anak remaja apakah mereka survive sampai dewasa?”

Namun, isu kesehatan mental setali tiga uang dengan isu krisis iklim. Sama-sama minim perhatian calon kandidat pemimpin Bali. Rai mempertanyakan fasilitas dan layanan kesehatan mental di Bali yang belum layak. “Terobosan membangun keberlanjutan itu penting, tetapi membangun insan dan sumber daya manusia jauh lebih penting,” ujar Rai tegas.

Angka gangguan jiwa berat tertinggi di Bali saat pandemi. Rai mengungkapkan angka ini dapat meningkat. Persoalan ekonomi tidak melulu jadi penyebab gangguan jiwa. Rai mencontohkan, jika kebijakan yang diambil mensejahterakan warga dengan meningkatkan UMR. Namun, warga harus bekerja lebih dari 8 jam, kebijakan itu tidak akan berdampak baik secara mental warga. Sebagian angka bunuh diri tadi adalah warga negara asing merupakan korban perang dan pekerjaan.

Selain memikirkan elektoral, problem nyata harus dipikirkan. Jika tidak ditangani menimbulkan keresahan di masyarakat. Adanya data lain seperti angka perceraian, PHK dan lainnnya, menurut Rai wajib dikaji calon kandidat.

Ni Luh Putu Ary Pertami Djelantik, Calon Anggota DPD RI  Terpilih 2024 menanggapi penjelasan Rai. “Suicidal rate tertinggi di Bali itu memalukan, kita menjanjikan kebahagiaan paket tour tapi apa yang kita berikan kepada rakyat agar dia bisa makan?” Ni Luh juga menambahkan fenomena lainnya, yaitu anak muda Bali yang memilih kerja ke luar negeri. Menurutnya ini permasalahan bahwa tanah Bali dianggap tidak menjanjikan lagi. 

Sebagai satu-satunya perempuan calon anggota DPD terpilih di Bali, Ni Luh menyayangkan banyaknya baliho nihil gagasan. Ia juga berharap pejabat lainnya dapat terbuka seperti dirinya dengan membagikan data penggunaan dana kampanye kepada publik. FGD ini bagi Ni Luh mampu menjadi wadah menampung keresahan masyarakat Bali dari berbagai sisi. “Tampung semua, ini adalah wadahnya yang terbiasa membuat naskah dengan kemampuan bahasa yang cukup,” ujarnya tegas. 

FGD ini akan berlanjut dalam penyusunan kontrak politik yang akan dikirimkan kepada KPU Bali, partai politik dan calon kandidat yang akan memimpin Bali 5 tahun mendatang.

kampungbet
Tags: calon gubernur baliFGDkontrak politikwarga bali
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Komang Yuko

Komang Yuko

Related Posts

[Matan Ai] Bali dan Pembusukan Pembangunan

Menginjeksi Gerakan Kewargaan Bali

24 December 2025
Menyimak Uji Publik Calon Pemimpin Bali: Made Muliawan Arya – Putu Agus Suradnyana

Menyimak Uji Publik Calon Pemimpin Bali: Made Muliawan Arya – Putu Agus Suradnyana

17 October 2024
Mahalnya Biaya Pilkada saat Pandemi Mendera

Kandidat Gubernur, Bupati, Walikota Pilkada Bali 2024

9 October 2024
Saatnya Warga Mengajukan Pemimpin Ideal untuk Bali

Saatnya Warga Mengajukan Pemimpin Ideal untuk Bali

6 March 2024
Next Post
Kereta Bawah Tanah, Subway Bali akan Groundbreaking September ini

Kereta Bawah Tanah, Subway Bali akan Groundbreaking September ini

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Keluh Kesah Sampah Rumah Tangga dari Pasar Badung

Keluh Kesah Sampah Rumah Tangga dari Pasar Badung

30 April 2026
Ruang Temu Diaspora Bali di Jepang

Ruang Temu Diaspora Bali di Jepang

30 April 2026
IAGI Bali Selidiki Lereng Kritis di Lokapaksa Ancam Puluhan Warga

IAGI Bali Selidiki Lereng Kritis di Lokapaksa Ancam Puluhan Warga

29 April 2026
Alasan Koster soal Regulasi Sampah tidak Optimal

Alasan Koster soal Regulasi Sampah tidak Optimal

29 April 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia