• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Monday, June 8, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Budaya

Bulung Buni dan Lawar Gedang di Lidah Pengisah Kuliner

Wendra Wijaya by Wendra Wijaya
19 November 2018
in Budaya, Kabar Baru, Travel
0
0

Apa kejutan kuliner dari kabupaten Bali Barat ini?

Dunia kuliner selalu menghadirkan pengalaman menarik. Apalagi, Indonesia kaya akan sumber makanan yang bisa diolah menjadi apa saja. Kekayaan kuliner Indonesia, dengan berbagai rasa dan keunikannya menunjukkan betapa dunia kuliner adalah dunia yang begitu luas, imaji rasa yang tak terbatas.

Membincang kuliner Indonesia, tentu tak bisa lepas dari sosok Ade Putri Paramadita. Lahir dan besar di keluarga pecinta makanan, pemilik Kedai Aput ini juga tercatat sebagai host web serial Akarasa di VICE Indonesia serta pembawa acara di radio dan web serial YouTube FoodieS berjudul 6×6.

Sepanjang pengalamannya sebagai “pencerita kuliner”, Ade Putri banyak menjumpai keunikan. Berkali-kali ia menyempatkan diri mengunjungi pasar-pasar tradisional wilayah yang dikunjunginya, berburu panganan dengan cita rasa “asing” yang nantinya akan dikisahkannya kembali.

“Yang paling berkesan justru ketika saya mencicipi bulung buni kuah pindang di Bali. Bayangkan, sudah aromanya menyengat, warna kuahnya tak menarik dan nyaris tak terdefinisikan, tapi justru memiliki cita rasa yang unik. Dan kalau kita sadari, sesungguhnya bulung buni itu sangat mahal di Eropa. Nah, di sini saya malah menemukannya di warung kecil tanpa nama,” kisahya, saat menjadi narasumber Jah Megesah Vol. 02: Commercial Photography – The Magic of Storytelling, Sabtu (17/11) di Mendopo Ksari, Negara, Jembrana.

Di Jembrana, juri Aqua Reflection’s Jakarta’s Best Eats 2018 dan Iron Chef Indonesia ini juga menyempatkan diri blusukan di pasar dan beberapa kedai makanan seputaran kota. Salah satu tempat yang sempat dikunjungi food stylist ini adalah pedagang Lawar Gedang (lawar papaya) di Pasar Dauh Waru.

Dalam akun instagram @misshotrodqueen, ia membagikan pengalamannya dengan bahasa yang menyenangkan. “Sebagian pasti ingat dengan julukan lawarwati yang menempel di saya. Kegilaan saya pada lawar memang berlebihan. Tapi gimana dong… Enak sih! Awalnya dulu saya pikir lawar itu hanya terbuat dari nangka. Ternyata macam-macam variasinya… ,” tulisnya, yang ditutup dengan ucapan, “Matur suksma, Mbok. Jaen niki.”

Selain mengunjungi pasar, Ade yang juga merupakan bagian dari Aku Cinta Makanan Indonesia –sebuah gerakan yang mempromosikan pelestarian makanan tradisional Indonesia, tersebut sempat mencicipi Warung Bu Agung (Beten Ketapang), Warung Beten Poh, dan beberapa tempat lainnya. Bahkan ia juga tak segan menghentikan kendaraan ketika menemukan nama makanan yang terdengar asing baginya. Seperti pelasan tawon, yang dijumpainya di daerah Lelateng, Negara.

Kebiasaan blusukan ini bukan kali pertama dilakukannya. Pernah di sebuah acara di kota yang berbeda, ia meminta panitia mengantarkannya ke pasar tradisional. “Saat itu kami baru tiba dini hari. Ketika saya bertanya siapa yang bersedia menemani saya ke pasar waktu pagi, mereka hanya bengong. Akhirnya saya diberi kunci mobil. Jadilah saya ke pasar sendiri, hahaa… ,” kisahnya.

Kecintaan pada kuliner berimbas pula pada keinginan Ade untuk meningkatkan “derajat” makanan tradisional ke posisi yang lebih terhormat. Salah satunya, dengan upaya penyajian yang lebih kreatif, dengan tetap memertahankan originalitas rasa makanan Indonesia. Pada titik ini, komersialisasi berlaku aktif.

Pertambahan nilai suatu makanan tentu memerlukan upaya yang lebih serius dalam penyampaian gagasan. Misal melalui media foto, yang menarik secara angle dan komposisi. Kondisi ini tidak hanya berlaku di dunia kuliner saja, namun dapat pula diaplikaskan pada produk apa pun.

Melalui storytelling, Ade beranggapan metode ini lebih mampu menarik minat calon konsumen pada produk yang dipromosikan. Sebab dengan storytelling, produsen tidak memberikan hard information, namun lebih pada penekanan nilai yang terkandung dalam produk yang dijual.

“Dengan bahasa yang ringan, sesuai gaya bahasa kita dalam keseharian, akan lebih mudah memancing ketertarikan. Ini lebih sebagai upaya menarik minat semata. Jika calon konsumen sudah tertarik, besar kemungkinannya produk kita akan dibeli,” tukas Ade yang sering diminta menyusun menu makanan bagi beberapa restaurant dan hotel di Indonesia. [b]

Tags: kuliner balikuliner jembranamasakan tradisional bali
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Wendra Wijaya

Wendra Wijaya

Related Posts

Mahasiswa menjual Siobak, kuliner khas Buleleng, belajar dari video

Mahasiswa menjual Siobak, kuliner khas Buleleng, belajar dari video

4 July 2025
Menghidupkan Jaje Sengait, Melestarikan Pohon Aren Pedawa

Menghidupkan Jaje Sengait, Melestarikan Pohon Aren Pedawa

21 May 2025

Warung Nasi Men Rida: Generasi Keempat di Desa Batubulan 

30 January 2025

Sepiring Entil, Segelas Coklat Panas: Kupangkas Dingin Ini

10 December 2024
Nyoman Gani, Dari Guru ke Pedagang Urutan Lintas Pulau

Nyoman Gani, Dari Guru ke Pedagang Urutan Lintas Pulau

5 January 2024
Racikan Foto dan Teks agar Makanan lebih Menggoda

Racikan Foto dan Teks agar Makanan lebih Menggoda

18 November 2018
Next Post
Selepas Live Dubbing, Terbitlah “Anak-anak Kangen”

Selepas Live Dubbing, Terbitlah "Anak-anak Kangen"

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Gersang Dahulu, Tanam Bambu Kemudian. Air pun Mengalir

Gersang Dahulu, Tanam Bambu Kemudian. Air pun Mengalir

7 June 2026

Menepi Sejenak di Serayu Pottery Ubud 

6 June 2026
Sampah tak Selalu Menjadi Musibah

Sampah tak Selalu Menjadi Musibah

5 June 2026
Botol Kaca Menumpuk karena Nilai Ekonominya Rendah, Tanggung Jawab Produsen Minim

Botol Kaca Menumpuk karena Nilai Ekonominya Rendah, Tanggung Jawab Produsen Minim

5 June 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia