• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Friday, June 12, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Kabar Baru Kabar

Skena Underground Bali Harus Terus Saling Dukung

Santana Ja Dewa by Santana Ja Dewa
25 February 2018
in Kabar, Musik
0
0
Wina Wibawa gitaris band Ranjau yang juga main di skena underground Bali.

Dentuman musik terdengar menghentak dan menggelegar.

Iramanya kasar dengan tempo amat cepat. Seolah membawa semangat dalam harmoni nadanya. Begitulah musik bawah tanah (underground) ini terdengar di kalangan penikmatnya yang disebut Metalhead.

Sebuah band underground terbentuk berawal dari kecintaan sama terhadap musik jenis ini. Setelah kongko-kongko sekadar ngobrol, cikal bakal band pun terbentuk dengan nama Ranjau.

Obrolan berlanjut ke media sosial. Mereka menggunakan teknologi ini untuk mengembangkan kemampuan diri.

“Seiring perkembangan teknologi, musik underground sekarang ini pun semakin maju. Peran media sosial, seperti Facebook dan IG (Instagram) sangatlah besar,” kata gitaris Ranjau, Wina Wibawa.

Menurut Wina Wibawa tiga tahun terakhir even musik cadas cenderung lesu kegiatan. Bisa dikatakan ada penurunan. Hal ini berdampak pada perkembangan musik cadas itu sendiri. Padahal, Wina mengatakan, banyaknya even akan menambah minat penggemar dan penikmat musik cadas.

Wina menceritakan perjalanannya bermusik underground. Dia sudah mengenal musik cadas sejak SMP saat menyaksikan acara Forum Musik Kompilasi (FMK).

“Pada waktu hanya bisa menghayal bisa terlibat performance dalam acara tersebut,” ujarnya.

Angan-angan itu bisa tercapai juga. Dia mendapat kesempatan untuk tampil sepanggung dan duduk bareng band-band lainnya saat dia mulai ngeband.

Setelah lulus Sekolah Menengah Seni Rupa (SMSR), sekarang bernama SMK I Sukawati pada tahun 2000, dia melanjutkan studi di Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar mengambil jurusan seni murni.

Saat masih kuliah, dia membentuk band Ranjau bersama Lanang Niose, Pecon Ranjau dan Bobtal Niose. Setelah selesai menempuh studi, ia menetap di kampung halamannya, Tabanan.

Tak jauh dari seni ia membuka bisnis percetakan dan periklanan. Wina juga aktif di dua band berbeda dengan aliran berbeda pula yaitu Ajal yang beraliran deathmetal dann Total Idiot yang beraliran punk.

https://www.youtube.com/watch?v=yHsEuij_KbE

Wina bergabung Total Idiot dari tahun 2012. Band ini termasuk band punk tua. Meskipun menginjak 23 tahun, band ini masih aktif. “Tinggal diledakkan,” ujar Wina.

Metalhead Bali mungkin tidak asing lagi mendengar kedua band tersebut. Mereka sering tampil berbagai even di Bali sampai luar Bali. Menurut Wina para pemusik underground Indonesia dan Bali khususnya tetap berkarya dan mencari identitasnya.

“Harapan saya musisi underground Indonesia dan Bali khususnya tetap berkarya dan mencari identitasnya agar metalheads Indonesia disegani dan diperhitungkan di kancah permusikan metal dunia,” ujarnya.

Wina menambahkan para musisi underground perlu saling dukung. “Kalau nggak dari kita, terus siapa lagi yang mau bangkitin skena ini,” katanya. [b]

Tags: BaliKomunitasMusikUnderground
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Santana Ja Dewa

Santana Ja Dewa

Pewarta warga. Lahir dan besar di Nusa Penida, Bali bagian tenggara. Senang menulis dan bercerita. Juga sering berkelana ke mana-mana.

Related Posts

Siapa yang Peduli Hilangnya Mataair dan Bulakan di Kota Denpasar?

Siapa yang Peduli Hilangnya Mataair dan Bulakan di Kota Denpasar?

11 June 2026
Abrasi yang tak Pernah Henti di Pantai Kuta

Hilangnya Pesisir Bali: Memahami Akar Krisis Abrasi dan Jalan Keluarnya

4 June 2026
Mai Memunyi!

Mai Memunyi!

30 May 2026
Merestorasi Mindset Ekologis di Bali: Belajar Dari Geguritan Selampah Laku Karya Ida Pedanda Made Sidemen

Merestorasi Mindset Ekologis di Bali: Belajar Dari Geguritan Selampah Laku Karya Ida Pedanda Made Sidemen

26 May 2026
Rekapitulasi Dampak Banjir 24 Februari 2026 di 76 Titik Kejadian

Kota Denpasar Memiliki Banyak Air Hujan tapi Kehilangan Kemampuan Menyimpan

21 May 2026
Danau Yeh Malet: Jejak Gunungapi Maar Purba di Karangasem

Danau Yeh Malet: Jejak Gunungapi Maar Purba di Karangasem

18 May 2026
Next Post
Pak Ogah, Sosok Misterius yang Suka Ngayah

Pak Ogah, Sosok Misterius yang Suka Ngayah

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Janji Menteri LH: Tindak Kerusakan Mangrove Hingga Benahi Tata Kelola Sampah

Janji Menteri LH: Tindak Kerusakan Mangrove Hingga Benahi Tata Kelola Sampah

11 June 2026
Siapa yang Peduli Hilangnya Mataair dan Bulakan di Kota Denpasar?

Siapa yang Peduli Hilangnya Mataair dan Bulakan di Kota Denpasar?

11 June 2026
Pembangunan Infrastruktur Energi tidak Responsif pada Masyarakat Rentan

Pembangunan Infrastruktur Energi tidak Responsif pada Masyarakat Rentan

10 June 2026
Ketika Sungai Mati Membawa Banjir dengan Material Pasir dan Batu

Perencanaan Desa Tangguh Bencana di Karangasem

10 June 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia