• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Saturday, May 2, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Berita Utama

Matinya Tulamben akibat Krisis Gunung Agung

Nyoman Suastika by Nyoman Suastika
29 October 2017
in Berita Utama, Sosial
0
0
Suasana pantai Tulamben yang biasanya ramai kini sepi sejak status Gunung Agung naik jadi Awas. Foto I Nyoman Suastika.

Pariwisata pun mati suri di Tulamben sejak status Gunung Agung menjadi Awas.

Gunung Agung merupakan salah satu gunung di Kabupaten Karangasem. Setelah Gunung Agung berstatus awas pada 22 Oktober 2017, sebagian warga yang berada di radius 12 km pun dievakuasi ke berbagai daerah di Bali.

Warga yang dievakuasi adalah mereka yang tinggal di 28 desa di Kabupaten Karangasem. Salah satunya Desa Tulamben.

Desa Tulamben merupakan salah satu desa yang terdampak langsung terhadap bencana Gunung Agung setalah statusnya menjadi Awas atau pada level 4.

Desa Tulamben masuk dalam KRB 2. Dalam hal ini kena zona merah. Dalam zona ini tidak di perbolehkan ada aktivitas apapun di Desa Tulamben. Sehingga semua warga dianjurkan untuk mengungsi ke berbagai daerah di Bali.

Jumlah warga Tulamben 11.843 jiwa. Sebagian besar mengungsi.

Dengan penetapan Desa Tulamben masuk KRB 2 maka aktivitas tidak ada sama sekali, termasuk kegiatan pariwisata.

Kegiatan pariwisata di Tulamben adalah penyelaman dan snorkling. Tulamben merupakan objek wisata yang sudah terkenal dengan keindahan bawah lautnya. Ada situs kapal tenggelam pada Perang Dunia kedua pada tahun 1942. Kapalnya lebih dikenal dengan nama USAT LIBERTY Tulamben Wreck.

USAT LIBERTY Wreack Tulamben berlokasi di Br. Dinas Tulamben. Banjar ini merupakan satu dari enam dusun di kedesaan Tulamben yang terdampak langsung oleh penutupan aktivitas pariwisata Tulamben.

Dengan ditutupnya aktivitas objek wisata ini, otomatis semua pengusaha tutup dari aktivitas penyelaman. Begitu pula warga yang ikut pengungsi.

Warga Tulamben tergantung dengan pariwisata. Dengan demikian perekonomian masyarakat menurun drastis.

Berdasarkan pantauan pagi tadi, Minggu, 29 Oktober 2017 di Pusat Parkir dan pantai Tulamben tidak ada pengunjung sama sekali. Padahal biasanya pada pukul 9.00 mulai wistawan terutama asing sudah berdatangan.

Bahkan semua waruh ditutup seolah-olah bukan Tulamben yang dulu.

Dampak bencana ini sangat besar, misalnya masyarakat harus hilang pekerjaan, pendapatan masyarakat menurun, juga tidak ada kunjungan wisatawan. Tulamben seperti pariwisata yang mati suri.

Warga Br. Dinas Tulamben mengungsi ke berbagai daerah seperti Desa Tembok, Penuktukan, Sambirenteng, dan desa lainnya. Di pengungsian tidak ada aktivitas sama sekali. Mereka hanya bercanda tawa sedangkan untuk anak-anak diizinkan sekolah di lokasi pengungsiannya.

Harapan ke depan ada solusi untuk membantu warga yang terkena bencana ini dengan demikian dapat meringankan beban warga di pengungsian. Selain juga semoga ada pihak terkait membantu menjaga kawasan Pariwisata Tulamben. [b]

Tags: KarangasemPariwisatatulamben
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Nyoman Suastika

Nyoman Suastika

Kelian Banjar Dinas Tulamben. Penyelam.

Related Posts

Pulau Wisata ini Ditutup Sementara untuk Perbaikan Kualitas Lingkungan  akibat Overtourism

Pulau Wisata ini Ditutup Sementara untuk Perbaikan Kualitas Lingkungan akibat Overtourism

8 April 2026
The Waves Upon a Trance

The Waves Upon a Trance

7 June 2025

Bali Hampir Habis, Semenjana dan Tergantikan

4 January 2025
Kegigihan Hampir 40 Tahun dalam Mempertahankan Kerajinan Lontar 

Kegigihan Hampir 40 Tahun dalam Mempertahankan Kerajinan Lontar 

14 November 2024
Napak Tilas Konflik Tanah Desa Adat Bugbug

Napak Tilas Konflik Tanah Desa Adat Bugbug

23 October 2023
Puri Agung Karangasem, Wujud Akulturasi Tiga Budaya

Puri Agung Karangasem, Wujud Akulturasi Tiga Budaya

28 August 2021
Next Post
Melintas Waktu dengan Permainan Masa Lalu

Budaya Bali yang Tergerus Game Online

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Aku Dede, Ini Ceritaku dengan Difabel Sensorik Netra

Refleksi Hari Buruh Bagi Orang dengan Disabilitas Netra 

1 May 2026
Generasi Muda Bali Mewarisi Utang dan Krisis Lingkungan

Generasi Muda Bali Mewarisi Utang dan Krisis Lingkungan

1 May 2026
Aksi Hari Buruh Masih Menyoroti Ketidakadilan bagi Pekerja Pariwisata

Aksi Hari Buruh Masih Menyoroti Ketidakadilan bagi Pekerja Pariwisata

1 May 2026
Keluh Kesah Sampah Rumah Tangga dari Pasar Badung

Keluh Kesah Sampah Rumah Tangga dari Pasar Badung

30 April 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia