• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Saturday, May 2, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Gaya Hidup Agenda

Gema Perdamaian untuk Meningkatkan Toleransi

Luh De Suriyani by Luh De Suriyani
12 October 2009
in Agenda, Kabar Baru
0
0

Teks Luh De Suriyani

Sedikitnya seribu warga mengikuti prosesi gema perdamaian, Senin malam di Lapangan Monumen Perjuangan Rakyat Bali Bajra Sandhi, Renon, Denpasar.

Mereka mengarak ratusan meter kain putih sambil berkeliling lapangan. Ribuan orang ini berasal dari latar belakang suku, etnis, dan agama yang berbeda. Untuk memperlihatkan kuatnya toleransi dan keberagaman di Bali pasca peristiwa bom hebat di Kuta tujuh tahun lalu.

Barisan manusia sepanjang lebih dari 500 meter ini diawali dengan barisan penari Rejang anak-anak, lalu iringan kain putih simbol kedamaian. Kain diarak oleh sejumlah kelompok keyakinan seperti Hare Krisna, umat Muslim, Kristen, Budha, dan lainnya.

Barisan berikut adalah belasan pemuka lintas agama yang menyerukan doa-doa. Selanjutnya pengarak patung garuda pancasila, lambang negara kesatuan Republik Indonesia, dan pengarak bendera merah putih.

Simpatisan Hare Krisna menendangkan puji-pujian, sementara di bagian lain bunyi gong beleganjur bertalu-talu.

“Kami ingin menunjukkan bahwa kami tidak menunjukkan feodalisme tapi toleransi antar umat beragama. Itu dasar dari kemanusiaan,” ujar Supriyono, laki-laki 65 tahun, pendiri Paguyuban Ngeksigondo Yogyakarta di Bali.

Supriyono dan belasan rekannya memakai surjan, pakaian seperti beskap hijau khas keraton dan blangkon sebaga penutup kepala. Sebilah keris terselip di kain mereka.

I Wayan Yasa, Sekretaris Daerah Provinsi Bali mewakili Gubernur Bali mengatakan pemerintah daerah ingin menegakkan nilai kemanusiaan melalui kehidupan multikultur yang harmonis.

“Semua etnis bisa hidup damai di Bali. Kami ingin terus memupuk toleransi,” ujarnya ketika pidato sambutan.

Sementara I Nyoman Baskara, Ketua Panitia Gema Perdamaian tahun mengingatkan pemerintah soal sejumlah fakta ketimpangan sosial yang bisa mengancam keharmonisan di Bali.
“Faktanya di Bali ada berbagai bentuk ketidakharmonisan seperti kasus tapal batas, perselisihan warga. Jurang pemisah kelompok kaya dan marginal masih lebar. Jerit kehidupan petani dan buruh masih terdengar seperti di Karangasem, Buleleng, dan Bangli,” paparnya di depan ribuan pengunjung Bajra Sandhi.

Ia minta pemerintah membuat kebijakan dan program strategis untuk Bali. Misalnya konsorsium untuk perlindungan petani dan konsosrsium pengelolaan corporate social responsibility (CSR) untuk warga miskin.

“Presiden SBY juga harus mampu menjaga kehidupan multikultur di Indonesia,” pinta Baskara yang juga Kepala BIdang SDM Bali Tourism Board ini. [b]

Tags: AgamaAgendaBudayaDenpasar
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Luh De Suriyani

Luh De Suriyani

Ibu dua anak lelaki, tinggal di pinggiran Denpasar Utara. Anak dagang soto karangasem ini alumni Pers Mahasiswa Akademika dan Fakultas Ekonomi Universitas Udayana. Pernah jadi pemimpin redaksi media advokasi HIV/AIDS dan narkoba Kulkul. Menulis lepas untuk Mongabay.

Related Posts

Sampah Plastik Ancam Padang Lamun Bali

Sampah Plastik Ancam Padang Lamun Bali

22 April 2026
Bencana Sunyi: Penurunan Muka Tanah Akibat Eksploitasi Airtanah di Bali

Bencana Sunyi: Penurunan Muka Tanah Akibat Eksploitasi Airtanah di Bali

20 April 2026
Banjar Saraswati Mengurai yang Tersisa, Menyemai yang Bermakna

Banjar Saraswati Mengurai yang Tersisa, Menyemai yang Bermakna

7 April 2026
Sidang Perdana Aktivis karena Konten Medsos

Sidang Perdana Aktivis karena Konten Medsos

26 March 2026
Ruang Healing di Pesisir yang Berubah

Mendamaikan Nyepi dan Takbiran di Bali 2026

16 March 2026

Patologi Atensi: Kenapa Otak Dangkal dan Malas Kontemplasi

6 March 2026
Next Post
Melupakan Bukan Berarti Tidak Waspada

Melupakan Bukan Berarti Tidak Waspada

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Aku Dede, Ini Ceritaku dengan Difabel Sensorik Netra

Refleksi Hari Buruh Bagi Orang dengan Disabilitas Netra 

1 May 2026
Generasi Muda Bali Mewarisi Utang dan Krisis Lingkungan

Generasi Muda Bali Mewarisi Utang dan Krisis Lingkungan

1 May 2026
Aksi Hari Buruh Masih Menyoroti Ketidakadilan bagi Pekerja Pariwisata

Aksi Hari Buruh Masih Menyoroti Ketidakadilan bagi Pekerja Pariwisata

1 May 2026
Keluh Kesah Sampah Rumah Tangga dari Pasar Badung

Keluh Kesah Sampah Rumah Tangga dari Pasar Badung

30 April 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia