• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Saturday, June 27, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Kabar Baru

Godaan Agamawan, Membela Umat atau Modal?

Made Supriatma by Made Supriatma
26 October 2015
in Kabar Baru, Opini
0
0

Aksi Tolak Reklamasi Teluk Benoa

Para politisi pintar sekali memanipulasi.

Salah satu cara manipulasi paling gampang adalah dengan membikin batasan ‘ini lho kita’ dan ‘kita ini bukan mereka.’ Sesudah membikin batasan itu, mereka akan akan membikin pemisahan.

Setelah ada pemisahan, akan dibakarlah kebencian dengan ‘mereka’ itu.

Para politisi ini entah dalam wujud sebagai agamawan, dosen, peneliti, budayawan, ataupun lainnya.

Perhatikanlah statemen tentang reklamasi Teluk Benoa ini. Ia datang dari mulut seorang “agamawan” yang mewakili sebuah organisasi agama.

Kalau Saudara tekun memperhatikan kasus ini, Saudara akan tahu alangkah persisnya argumen yang disampaikan oleh agamawan ini dengan argumen dari pihak pengusaha Tommy Winata lewat PT Tirta Wahana Bali Internasional (TWBI).

Mereka ingin menimbun Teluk Benoa dengan alasan ‘Bali harus memiliki daya saing pariwisata.’ Mereka yang anti-reklamasi itu adalah ‘antek asing’ karena asing takut disaingi.

“Kemungkinan adanya penolakan terhadap revitalisasi Teluk Benoa ini datangnya dari luar negeri, meraka takut disaingi, terutama Singapura dan Malaysia. Mereka ingin revitalisasi di Teluk Benoa batal, biar tidak ada saingan. Saya lihat nampaknya seperti itu,” kata I Ketut Wiana, Ketua Pengurus Harian Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Pusat.

Bali harus menyaingi Singapura dan Malaysia. Bali harus punya sirkuit Formula I sebagai ‘atraksi wisata.’ Kalau perlu, Bali harus punya Disneyland, Universal Studio, Esplanade….

Benar demikian? Sungguh menyedihkan bila agamawan yang seharusnya berdiri di garda depan untuk membela kepentingan umatnya harus berdiri di garda depan kepentingan modal.

Dasar dari pemikiran reklamasi ini adalah ‘tidak ada daya saing pariwisata Bali.’ Argumen yang dasarnya adalah ‘Bali tidak laku lagi dijual.’

Ya, Bali direndahkan sedemikian rupa hanya sebagai bentuk komoditas belaka. Apakah yang lebih rendah jika orang mendudukkan Anda tidak lebih dari sekadar komoditas?

Persis di sinilah titik berpikir agamawan yang saya kutip di atas. Tidak ada sedikit pun terlintas dalam pikirannya bahwa orang datang ke Bali karena Bali itu sendiri. Bahwa Bali bukanlah Singapore, bukan Maldives, bukan Hongkong, atau tempat-tempat destinasi wisata yang lain itu.

Sekalipun tidak suka, saya akan mengikuti cara berpikir mereka yang sesungguhnya sangat merendahkan martabat itu. Pemodal dan antek-anteknya selalu mengatakan bahwa Bali tidak memiliki ikon pariwisata yang memadai.

Cobalah pikirkan, mengapa orang datang ke Roma? Ke Praha? Ke Paris? Ke New York? Bukankah orang datang karena karakter dari tempat-tempat ini yang tidak mereka jumpai di tempat lain? Bukankah mereka justru melarang pembangunan yang akan merusak karakter dari daerah ini?

Sungguh, cara berpikir dan pemujaan total para agamawan ini terhadap modal sangat membuat saya sedih. [b]

Tags: AgamaLingkunganOpiniTeluk Benoa
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Made Supriatma

Made Supriatma

Made Supriatma, editor pada Joyo Indonesia News Service (JoyoNews) dan peneliti masalah-masalah konflik etnis dan kekerasan komunal. Tinggal di New Jersey, Amerika Serikat.

Related Posts

Abrasi yang tak Pernah Henti di Pantai Kuta

Gemerlap Pariwisata dan Kemegahan Ritual Bertemu Krisis Ketenteraman Batin

23 June 2026
Menelusuri Asal Muasal Sumber Air Empat Danau Vulkanik Di Bali

Menelusuri Asal Muasal Sumber Air Empat Danau Vulkanik Di Bali

22 June 2026
Upaya Generasi Muda Tamblingan  Membentengi Alas Mertajati dari Eksploitasi

Berpikir Holistik Membangun Bali: Perspektif Pancakosha dan Peta Kesadaran Hawkins

20 June 2026
Ngobrolin Krisis Iklim Bersama Climate Freask dan Kenapa Bali Perlu Versi Lokalnya

Ngobrolin Krisis Iklim Bersama Climate Freask dan Kenapa Bali Perlu Versi Lokalnya

15 June 2026
Siapa yang Peduli Hilangnya Mataair dan Bulakan di Kota Denpasar?

Siapa yang Peduli Hilangnya Mataair dan Bulakan di Kota Denpasar?

11 June 2026
Wisata di Denpasar, Tiga Tempat Menarik dalam Satu Area

Refleksi Aksi For HATI Bali 2026 dalam Menjaga Masa Depan Bali

8 June 2026
Next Post
Terumbu Karang di Bali Utara Makin Membaik

Terumbu Karang di Bali Utara Makin Membaik

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Di Balik Proyek PSEL Bali: Hantu Kegagalan Masa Lalu dan Ancaman Masa Depan

Di Balik Proyek PSEL Bali: Hantu Kegagalan Masa Lalu dan Ancaman Masa Depan

26 June 2026

Ketahanan Pangan Bali Bertumpu pada Kearifan Lokal tapi ya Begitulah

25 June 2026
Aksi Bali Bergerak Menuntut Presiden dengan 16 Tuntutan

Aksi Bali Bergerak Menuntut Presiden dengan 16 Tuntutan

24 June 2026
Klub Bola bisa jadi Ruang Artikulasi Sikap Politik

Klub Bola bisa jadi Ruang Artikulasi Sikap Politik

24 June 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia