• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Wednesday, April 29, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Berita Utama

Reklamasi Akan Mengancam Keberlanjutan Pariwisata

Suriadi Darmoko by Suriadi Darmoko
22 March 2014
in Berita Utama, Kabar Baru, Lingkungan
0
0

teluk benoa

Sekitar 2,7 juta turis yang selalu datang ke Bali akan berpindah tempat.

ForBALI bersama Penggak Men Mersi mengadakan seminar bersama. Dalam seminar bertemakan Bincang-bincang Dampak Reklamasi Teluk Benoa ini hadir dua narasumber, Ketut Sarjana Putra dan Ida Pedanda Sebali Tianyar Arimbawa.

Masing-masing membicarakan soal dampak reklamasi Teluk Benoa yang saat ini mulai dialihkan oleh berbagai isu yang sangat bertolak belakang. Dalam pemaparannya, Ketut Sarjana memaparkan tentang dampak reklamasi Teluk Benoa tidak hanya terhadap lingkungan sekitar namun juga dampak terhadap pariwisata bali.

Bali memiliki potensi ekonomi luar biasa dari keanekaragaman hayati di laut Bali. Pada data yang dihasilkan tahun 2012, Bali memiliki keanekaragaman hayati 420 spesies karang yang menciptakan terumbu.

Karang karang-karang bawah laut inilah yang menyuplai pasir-pasir putih di pantai-pantai Bali. Sebagai daerah dengan keanekaragaman hayati tinggi, dan juga sebagai pulau kecil, Bali harus dikelola dengan hati-hati.

Oleh karena itu, rencana reklamsi Teluk Benoa, menurutnya akan berdampak besar kepada parwisaita bali. Reklamasi menurutnya akan menyebabkan hancurnya ekosistem laut dan terumbu karang yang ada di sekitar kawasan perairan Teluk Benoa.

Sarjana menjelaskan, gerakan air teluk energinya rata karena ada mangrove sehat. Kalau seandainya mengubah bentang alam Teluk Benoa dengan melakukan reklamasi maka ini seperti gelas berisi air yang kemudian diisi batu. Air itu akan tumpah dan menyasar daerah yang lebih rendah.

Hasil pemodelan Conservation International menjelaskan bahwa apabila dilakukan reklamasi di Teluk Benoa seluas 80% maka, perubahan ketinggian air yang terjadi sangat signifikan. Jika air pasang tinggi maka hujan selama 4 jam saja, air di dalam teluk akan naik 4 meter.

“Ke mana 4 meter air ini akan dialirkan? Air akan mengalir ke tempat lebih rendah itu sudah pasti dan yang akan menjadi korban atau berpotensi banjir adalah daerah sekitar teluk dengan ketinggian 0-2 meter seperti Sidakarya, Suwung, Tanjung Benoa dan yang lainnya,” ujar Sarjana.

“Akan terjadi backwash air permukaan yang tak bisa lari, atau rob yang bisa menyebabkan banjir? Bagaimana Bali mengatasinya di masa depan?” tanya Sarjana.

“Kalau ini terjadi setiap saat, bukankah kita punya masalah banjir setiap tahun, sama seperti masalah yang dihadapi oleh Kampung Melayu di Jakarta,” Sarjana melanjutkan.

Karena itu, Sarjana mengingatkan, “Bila sudah banjir tiap tahun, apakah turis masih datang ke Bali? Bukankah akan beralih dari Bali dan mencari tempat di luar Bali yang jauh lebih bagus.”

Tidak hanya soal banjir rob, Wakil Presiden Conservation International ini juga menjelaskan dampak reklamasi terhadap keanekaragaman hayati laut. Reklamasi akan menyebabkan terumbu memutih akibat sedimentasi, lalu karang akan mati sehingga kita tidak punya produsen pasir putih.

Tidak hanya itu, matinya terumbu karang juga akan berdampak pada hilangnya tempat menyelam. Kalau reklamasi dilakukan maka karang tempat nursery dan rumah ikan karang yang menjadi aset pariwisata akan terkorbankan.

Sarjana memberikan alasan kenapa dia menentang reklamasi pada tahun 1995 karena reklamasi berdampak buruk dan menyebakan hilangnya 2 dive spot di Sanur. Dulu gampang di Sanur gampang cari tamu, tidak perlu susah cari tamu karena lokasi dive spot dekat tak perlu pake speedboat. “Bahkan mahasiswa bisa mempelajari karang dengan mudah karena biaya murah,” ujar Sarjana

“Kalau keanekaragaman hayati laut kita rusak, kita akan kehilangan kesempatan ekonomi yang besar. Kalau karang rusak, secara berkelanjutan kita kehilangan karang yang menyediakan natural barrier yang alami karena dapurnya hilang,” kata Sarjana.

Ketika banjir sudah terjadi setiap tahun di Bali dan keanekaragaman hayati laut kita rusak, bukankan 2,7 juta orang yang selalu datang ke Bali akan berpindah tempat.

“Ini akan menyebabkan kerugian besar bagi pariwisata Bali,” tutur Sarjana. [b]

Tags: BaliDiskusiLingkunganTeluk Benoa
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Suriadi Darmoko

Suriadi Darmoko

Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Eksekutif Daerah Bali.

Related Posts

IAGI Bali Selidiki Lereng Kritis di Lokapaksa Ancam Puluhan Warga

IAGI Bali Selidiki Lereng Kritis di Lokapaksa Ancam Puluhan Warga

29 April 2026
Sampah Plastik Ancam Padang Lamun Bali

Sampah Plastik Ancam Padang Lamun Bali

22 April 2026
Bencana Sunyi: Penurunan Muka Tanah Akibat Eksploitasi Airtanah di Bali

Bencana Sunyi: Penurunan Muka Tanah Akibat Eksploitasi Airtanah di Bali

20 April 2026
Reklamasi Sekali, Abrasi Berkali-kali

Reklamasi Sekali, Abrasi Berkali-kali

20 April 2026
Compost Bag Dipilih sebagai Solusi Pengolahan Sampah Organik Rumah Tangga

Pemkot Denpasar Rencanakan Distribusi 176 Ribu Compost Bag pada 2026

19 April 2026
Banjar Saraswati Mengurai yang Tersisa, Menyemai yang Bermakna

Banjar Saraswati Mengurai yang Tersisa, Menyemai yang Bermakna

7 April 2026
Next Post
Salak dari Kebun hingga Oleh-Oleh

Salak dari Kebun hingga Oleh-Oleh

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

IAGI Bali Selidiki Lereng Kritis di Lokapaksa Ancam Puluhan Warga

IAGI Bali Selidiki Lereng Kritis di Lokapaksa Ancam Puluhan Warga

29 April 2026
Alasan Koster soal Regulasi Sampah tidak Optimal

Alasan Koster soal Regulasi Sampah tidak Optimal

29 April 2026
Aksi Kemanusiaan AMSI Bali

Aksi Kemanusiaan AMSI Bali

28 April 2026
[Matan Ai] Bali dan Pembusukan Pembangunan

Menjinakkan Suara Kritis Kampus

28 April 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia