• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Friday, November 6, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Gaya Hidup Agenda

Kolaborasi Kidung dengan Tari dan Lukis

Redaksi BaleBengong by Redaksi BaleBengong
25 January 2014
in Agenda, Budaya, Kabar Baru
0
0

mekidung

Bagi masyarakat Bali, kidung bukan hanya penyempurna upacara.

Kidung juga seni yang harus dilestarikan sekaligus coba dikembangkan dalam berbagai ragam. Terkait itu, Bentara Budaya Bali bekerja sama dengan Program Doktor Ilmu Agama Pascasarjana IHDN Denpasar dan Komunitas PAGARi (Pengkajian Agama, Budaya, Pariwisata) akan menyelenggarakan Workshop Kolaborasi Kidung dengan Tari dan Lukis.

Workshop akan diadakan pada Sabtu, 25 Januari 2014, Pukul 18.30 Wita di Jalan Prof. Ida Bagus Mantra 88A, By Pass Ketewel.

Para pembicara yakni Dr. Ketut Tanu, M.Si dan Made Surada akan mengulas perihal kidung sebagai warisan budaya yang di satu sisi memiliki arti penting bagi umat, namun seiring perubahan zaman, terjadi kemandegan kreativitas dalam mencipta genre kidung baru, di mana generasi muda cenderung mengabaikannya.

Menurut Dr. Ketut Sumadi, M.Par, Direktur Program Doktor Ilmu Agama Pascasarjana IHDN Denpasar (Pjs) workshop ini juga menawarkan upaya memperluas apresiasi seni kidung melalui aneka kegiatan seni yang kontekstual dengan kekinian. “Untuk itu, sebentuk pertunjukan kolaborasi akan turut digelar dalam kegiatan ini,” ujarnya.

Pertunjukan tersebut melibatkan seniman-seniman kidung dan seniman tari, serta pelukis Putu Sudiana Bonuz. Mengambil topik “Contemporary Genre Kidung Art and Line Dance”, diharapkan dapat diwujudkan satu proses penciptaan yang memungkinkan lahirnya kidung-kidung bersemangat kekinian. “Kendati demikian, seni kidung tersebut kiranya tetap berakar pada nilai-nilai luhur kearifan lokal Bali,” kata Putu Aryasthawa, staf Bentara Budaya Bali.

Sebagaimana disinggung di awal, kidung sejatinya tidak hanya penanda perihal ritual yang tengah berlangsung di lingkungan sekitar, sekaligus juga kesempatan untuk meresapi vibrasi magis spritualitas, dan mengukuhkan pula ikatan persaudaraan atau manyamabraya.

Tembang kidung telah diwariskan dari generasi ke generasi, berikut kreativitasnya yang kerap mengejutkan, melahirkan beragam pola irama sejalan dengan dinamika perubahan zaman. Proses transformasi kreativitas ini melahirkan aneka tembang kidung dengan irama yang unik sesuai dengan kekhasan masing-masing desa di Bali.

Akan tetapi, terjadinya percepatan perubahan, disebabkan kemajuan teknologi informatika, melahirkan fenomena perubahan tata nilai dan pola kebiasaan masyarakat. Perubahan tersebut dinilai telah turut mengkondisikan tidak berkembangnya seni kidung terutama di kalangan generasi muda.

Tembang-tembang Kidung yang sering dilombakan lewat utsawa dharmagita dan secara terbatas ditembangkan dalam wadah pesantian saat piodalan dalam waktu sangat singkat selama prosesi ritual, cenderung lebih dipahami sebatas penyempurna upacara, di mana filosofi dan nilai-nilai luhur (local wisdom) yang terkandung di dalamnya kurang mendapat perhatian atau pendalaman.

Kegiatan ini menghadirkan seniman kidung dan penari arja, Anak Agung Nuradi dan Ni Wayan Karti yang kini tengah menekuni kuliah di Program Studi Brahmawidya IHDN Denpasar, Dewa Ketut Wisnawa, S.Sn, M.Ag (seniman tari dan karyasiswa Program Doktor Pascasarjana IHDN Denpasar), Dr. I Made Surada, MA (pakar Kidung dan Pembantu Dekan Fakultas Brahmawidya IHDN Denpasar), perupa Putu Sudiana Bonuz, seniman lukis yang juga dosen ISI Denpasar, Dr. I Wayan Sukayasa, M.Si. (pakar Kidung dan Ketua Program Doktor UNHI Denpasar), I Wayan Sujana, S.Sn, M.Sn (Suklu), Dr. I Ketut Tanu, M.Si. (pakar pendidikan dan Sekretaris Program Doktor Pascasarjana IHDN Denpasar), Dr. Ketut Sumadi, M.Par (pencinta kidung dan Direktur Program Doktor Pascasarjana IHDN Denpasar), dan I Made Arista, S.Ag., M.Ag. (penekun kidung dan Assesor Tri Hita Karana Awards). [b]

Tags: AgendaBaliBentara Budaya BaliBudaya
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Redaksi BaleBengong

Redaksi BaleBengong

Menerima semua informasi tentang Bali. Teks, foto, video, atau apa saja yang bisa dibagi kepada warga. Untuk berkirim informasi silakan email ke kabar@balebengong.id

Related Posts

Konservasi Ruang Airtanah Berbasis Ruang Kesakralan kini Terancam karena Air jadi komoditas ekonomi dan Kerapuhan Ekologis

Konservasi Ruang Airtanah Berbasis Ruang Kesakralan kini Terancam karena Air jadi komoditas ekonomi dan Kerapuhan Ekologis

4 November 2026
Budaya dan Spektrum Cahaya

Budaya dan Spektrum Cahaya

29 October 2026
Transisi ke Kendaraan Listrik di tengah Kelangkaan BBM adalah Wacana Kapitalistik?

Transisi ke Kendaraan Listrik di tengah Kelangkaan BBM adalah Wacana Kapitalistik?

23 October 2026
Kelangkaan BBM di Bali: Contoh Kegagalan Mitigasi dan Komunikasi Risiko

Kelangkaan BBM di Bali: Contoh Kegagalan Mitigasi dan Komunikasi Risiko

20 October 2026
Konservasi Ruang Airtanah Berbasis Ruang Kesakralan kini Terancam karena Air jadi komoditas ekonomi dan Kerapuhan Ekologis

Infrastruktur Komputasi vs. Neraca Air: Mengukur Jejak Ekologis Data Center di Bali

12 October 2026
Makna dari Singkat yang Lekat di Minikino Film Week 2026

Makna dari Singkat yang Lekat di Minikino Film Week 2026

28 September 2026
Next Post

Surat Edaran Terkait Pengarakan Ogoh-ogoh

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Jelajah Desa Awan, Desa Penyuplai Air Perkotaan

Jelajah Desa Awan, Desa Penyuplai Air Perkotaan

4 November 2026
Konservasi Ruang Airtanah Berbasis Ruang Kesakralan kini Terancam karena Air jadi komoditas ekonomi dan Kerapuhan Ekologis

Konservasi Ruang Airtanah Berbasis Ruang Kesakralan kini Terancam karena Air jadi komoditas ekonomi dan Kerapuhan Ekologis

4 November 2026
Di Wanagiri, Merawat Kopi berarti Merawat Sumber Air

Di Wanagiri, Merawat Kopi berarti Merawat Sumber Air

3 November 2026
Energi Bersih dan Masa Depan Pekerja Lokal: Siapa yang Siap Berubah?

Energi Bersih dan Masa Depan Pekerja Lokal: Siapa yang Siap Berubah?

3 November 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia