• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Wednesday, July 8, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Kabar Baru

Melebur di Nol Kilometer Denpasar

Anton Muhajir by Anton Muhajir
10 April 2013
in Kabar Baru, Travel
0
0

nol-kilometer-dps01

Titik pusat kota juga tempat berkumpulnya warga tanpa sekat.

Pada 20 September 1906, ribuan rakyat Kerajaan Badung bersama pemimpinnya melawan pasukan Belanda hingga titik darah penghabisan. Perang besar meskipun berakhir dengan kekalahan ini dalam bahasa Bali disebut puputan, yang dalam makna lain juga berarti akhir dari sesuatu atau selesai.

Tempat puputan tersebut kini diberi nama Lapangan Puputan Badung I Gusti Ngurah Made Agung diambil dari nama raja yang memimpin perang besar pada saat itu. Namun, bagi sebagian besar warga, lokasi ini dikenal dengan nama Lapangan Puputan Badung. Sebagai penanda tersebut, di sisi utara lapangan terdapat patung tiga orang membawa tombak dan keris, melambangkan rakyat Badung yang saat itu melawan Belanda.

nol-kilometer-dps02

Mungkin tak banyak yang tahu pula bahwa tempat ini adalah sekaligus titik nol kilometer ibukota Provinsi Bali sejak 23 Juni 1960 tersebut. Ada sebuah tapal, patok dari semen, dengan tulisan DPS 0 di depan rumah jabatan Gubernur Bali di Jalan Surapati, Denpasar.

Sebagai titik nol kilometer Denpasar, di tempat ini pula sering diadakan beraneka kegiatan. Misalnya, sebagai pusat berkumpulnya aneka ogoh-ogoh saat pengerupukan di Denpasar. Atau sebagai lokasi pawai pembukaan Pesta Kesenian Bali (PKB) tiap tahun.

nol-kilometer-dps07Di sekitar nol kilometer ini pula terdapat beberapa tempat penting bagi Denpasar, Bali, dan sekitarnya. Misalnya pura terbesar di Denpasar Pura Jagatnatha, markas Kodam IX/Udayana, kantor Wali Kota Denpasar, hingga rumah jabatan Gubernur Bali. Terdapat pula Museum Bali di sisi timur lapangan ini.

Bagi warga umumnya, lapangan Puputan Badung adalah tempat untuk berkumpul, terutama pada akhir pekan atau hari libur. Ribuan warga memenuhi lapangan seluas sekitar dua kali luas lapangan sepak bola ini. Hampir tiap akhir pekan, ada pertunjukan tari pula di sisi selatan lapangan ini.

nol-kilometer-dps03

Tiap pagi dan sore, ratusan warga akan joging mengelilingi lapangan. Ada yang bersama pasangan, ada pula yang bersama keluarga. Sementara itu, di tengah lapangan, anak-anak dan orang dewasa bermain sepak bola dalam beberapa kelompok.

Minggu lalu, saya pun tumben olahraga pagi di sini. Padahal biasanya saya olahraga di Taman Kota Denpasar di kawasan Lumintang. Bagi saya sih lumayan juga olahraga di sini meskipun tetap lebih bagus yang di Lumintang.

nol-kilometer-dps06

Kelebihan tempat ini dibandingkan di Lumintang adalah karena banyaknya tempat bermain. Sejak tahun lalu, terdapat pula taman bermain bagi anak-anak. Aneka mainan tersebut, seperti jungkat jungkit, ayunan, prosotan, dan lain-lain. Semuanya gratis.

Karena itu, titik nol kilometer Denpasar memang bisa jadi tempat aktivitas apa saja: wisata, olahraga, bermain dengan keluarga, atau sekadar cuci mata. [b]

Tags: DenpasarTravel
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Anton Muhajir

Anton Muhajir

Jurnalis lepas, blogger, editor, dan nyambi tukang kompor. Menulis lepas di media arus utama ataupun media komunitas sambil sesekali terlibat dalam literasi media dan gerakan hak-hak digital.

Related Posts

Dari Kebun hingga Pasar, Menyusuri Rantai Ekonomi Galungan di Bali

19 June 2026
Siapa yang Peduli Hilangnya Mataair dan Bulakan di Kota Denpasar?

Siapa yang Peduli Hilangnya Mataair dan Bulakan di Kota Denpasar?

11 June 2026
Mai Memunyi!

Mai Memunyi!

30 May 2026
Merestorasi Mindset Ekologis di Bali: Belajar Dari Geguritan Selampah Laku Karya Ida Pedanda Made Sidemen

Merestorasi Mindset Ekologis di Bali: Belajar Dari Geguritan Selampah Laku Karya Ida Pedanda Made Sidemen

26 May 2026
Rekapitulasi Dampak Banjir 24 Februari 2026 di 76 Titik Kejadian

Kota Denpasar Memiliki Banyak Air Hujan tapi Kehilangan Kemampuan Menyimpan

21 May 2026
Membaca di Ruang Publik jadi Aktivitas Sosial

Membaca di Ruang Publik jadi Aktivitas Sosial

15 May 2026
Next Post
Pengaruh Suara Kemendikbud Terhadap Pilrek Unud

Pengaruh Suara Kemendikbud Terhadap Pilrek Unud

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Ratusan Titik di Bali Alami Bencana

Kota Makin Padat dan Tanah yang Kian Sulit Dijangkau

6 July 2026
Memperjelas Persepsi Risiko Berwisata ke Bali

Rahasia di Bawah Gunung Agung: Ketika Batu Lava Membongkar Identitas Asli Pulau Bali

6 July 2026
Penganugerahan Olimpiade Jurnalis Muda Pertama di Indonesia di AJW 2026

Penganugerahan Olimpiade Jurnalis Muda Pertama di Indonesia di AJW 2026

5 July 2026
Anak Muda dan Peristiwa 65: Tidak Seperti di Buku Pelajaran dan Study Tour

Romantisme Pulang: Kisah Kelam 1965 yang Tersensor

4 July 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia