• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Wednesday, April 22, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Gaya Hidup Agenda

Pada Sentuhan Tangan di Bentara Budaya Bali

Redaksi BaleBengong by Redaksi BaleBengong
29 March 2013
in Agenda, Budaya, Kabar Baru
0
0
Ilustrasi pameran di Bentara Budaya Bali.
Ilustrasi pameran karya para pelukis. Foto Antara.

Empat seniman grafis mumpuni akan memamerkan karya mereka.

Mereka, Chairin Hayati, Haryadi Suadi, Ipong Purnama Sidhi, dan T Sutanto akan memamerkan hasil karya mereka terkini mereka dalam pameran bertajuk ‘Pada Sentuhan Tangan’ di Bentara Budaya Bali (BBB). Pameran akan dibuka pada Sabtu (30/3) pukul 18.30 Wita dan berlangsung hingga 9 April 2013 mendatang.

Keempat pegrafis yang karya-karyanya ditampilkan berupa dua dimensi dengan beragam teknik, etsa, cukil kayu dan kerborundum ini sebelumnya berpameran pula di Bentara Budaya Jakarta pada 4 – 13 September 2013.

Masing-masing perupa ini telah puluhan tahun berkarier dalam bidang seni rupa. Mereka menjelajahi ragam medium. “Mengamati kerja seni grafis dari perupa-perupa yang telah berpengalaman puluhan tahun, bagi saya seperti mengamati kerja orang-orang yang tidak hendak lekas berpuas diri,” tutur kurator pameran ini, Heru Hikayat.

Setiap perupa telah punya sejumlah citra khas pada dirinya. Chairin dengan citraan terkesan domestik: tetumbuhan, binatang, dan orang-orang terdekat. Hariyadi dan T. Sutanto dengan rujukan pada wayang. Ipong dengan garis-garis tebal serupa sulur-suluran, membuat sosok apapun di karyanya terkesan sama hidup. Kekhasan ini selalu tertoreh pada plat yang mereka garap.

Grafis sejatinya memiliki dua entitas sekaligus memadukan dua kutub berbeda, yakni seni (murni) dan teknologi. “Pameran ini memang menyajikan karya seni dalam pemahaman seni murni (fine art) bukan seni grafis yang aplikatif seperti desain grafis,” lanjut Heru Hikayat yang juga lulusan Seni Lukis, ITB.

Dalam pengerjaan seni grafis sedikitnya memerlukan beberapa proses, seperti menyukil papan, menoreh dan menggurat plat tembaga dengan ujung jarum, mengulas permukaan tembaga dengan aspal dan mencelupkan  merendam dalam asam, atau mengoles tekstur plastik dengan perekat khusus serta menabur bubuk silika karbonat, meninggalkan jejak-jejak, tanda-tanda sebagai perpaduan pengalaman diri yang berhubungan dengan craftsmanship.

“Dengan semangat kembali ke konvensi seni grafis murni, pameran ini boleh dipandang sebagai upaya menggelorakan dan mendorong minat para pegrafis kita sebagaimana yang dilakukan Bentara Budaya melalui kompetisi Trienal Seni Grafis-nya, “ ujar Putu Aryastawa, staf budaya BBB.

Profil
Ipong Purnama Sidhi lahir di Yogyakarta, 1955. Menyelesaikan studi seni rupa di Jurusan Seni Lukis, Sekolah Tinggi Seni Rupa ASRI (sekarang Institut Seni Indonesia ISI) Yogyakarta. Kemudian belajar seni grafis di Konsthogskolan (Royal University) di Stockholm, Swedia, mengerjakan litografi, etsa, dry point, karborundum, cukil kayu, dan aquatint.

Sejak 1975 sampai sekarang, Ipong mengikuti pameran bersama ke beberapa kota dan negara antara lain di Surabaya, Yogyakarta, Bandung, Jakarta, Bali, Semarang , Jambi, Perancis, dan Swedia. Penghargaan: 1972 – Kompetisi Seni Lukis Remaja Internasional pada Olimpiade Munchen, Jerman Barat.

Chairin Hayati, lahir di Tasikmalaya, 11 Maret 1948. Lulus dari ITB Jurusan Seni Grafis (1973). Pernah berpameran tunggal antara lain : “Jejak Langkah” Cemara 6 Galeri Café / (1997) dan “Tentang Wanita” Galeri Bandung (2001), serta pameran bersama di antaranya: The 17th Asian International Art Exhibition Drejeon Municipal Museum (2002) CP Open Bienalle Galeri Nasional Jakarta; The 18th Asian International Art Exhibition, Hongkong Heritage Museum(2003), Bienalle Jakarta 2006 “Milestone”( 2006), “Dunia Benda” Red Point Gallery di Bandung (2007). Pernah meraih pengghargaan Karya Mahasiswa Terbaik (1972).

Drs. Haryadi Suadi, lahir di Cirebon 20 Mei 1939. Lulus FSRD ITB, jurusan Seni Murni Studio Seni Grafis (1969). Pameran tunggalnya antara lain: Graphic Art Exhibition (wood Cut), Chase Manhattan, Jakarta (1972), Pameran Lukisan Kaca Galeri “Lontar” Jakarta (1996), serta pameran bersama: Pameran “Pelukis Angkatan 1960-n” Taman Ismail Marzuki Jakarta (2005), Pameran “Biennal Jakarta 2006” Taman Ismail Marzuki Jakarta (2006), Pameran “AIAE” Selasar Seni Soenaryo, Bandung (2007). Pernah meraih penghargaan Best woodcut ITB Annual Exhibition, Bandung (1967), Best woodcut “23rd Sozo Bijutu” Exhibition Tenoji Museum, Osaka, Japan (1970) dan Best painting (glass painting) Painting Exhibition of the Jakarta Painting Biennale TIM, Jakarta (1982).

T. Sutanto, lahir di Klaten, 2 Mei 1941. Sarjana Seni Rupa ITB (Jurusan Seni Grafis); PRATT Institute New York (Communication Design). Pengalaman Pameran di dalam dan luar negeri. Pernah menjadi pemenang Biennale Seni Lukis Indonesia IV (1980); 10 Besar dalam Indonesian Art Awards 1996. [b]

Teks dan ilustrasi dari Bentara Budaya Bali.

Tags: AgendaBentara Budaya BaliBudayaPameranSeni Rupa
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Redaksi BaleBengong

Redaksi BaleBengong

Menerima semua informasi tentang Bali. Teks, foto, video, atau apa saja yang bisa dibagi kepada warga. Untuk berkirim informasi silakan email ke kabar@balebengong.id

Related Posts

Sabtu Sketsa Merefleksikan Kejujuran Aku Kembali Pulang Dayu Sartika

Sabtu Sketsa Merefleksikan Kejujuran Aku Kembali Pulang Dayu Sartika

14 April 2026
Ruang Healing di Pesisir yang Berubah

Mendamaikan Nyepi dan Takbiran di Bali 2026

16 March 2026

Patologi Atensi: Kenapa Otak Dangkal dan Malas Kontemplasi

6 March 2026

Mengurai Ke-Aku-an Seorang Wayan Suja

25 January 2026
GERAK Bali dan MTN Seni Budaya Perkuat Regenerasi Seniman

GERAK Bali dan MTN Seni Budaya Perkuat Regenerasi Seniman

27 December 2025
Inilah Panduan Nyepi Tanpa Internet Tahun Ini

Tersingkir di Tanah Sendiri

12 November 2025
Next Post
Sambil Berwisata Belajar Ekosistem Hutan Bakau

Sambil Berwisata Belajar Ekosistem Hutan Bakau

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Ekowisata di Subak Sebagai Solusi atau Ancaman Baru?

Plastik Makin Mencemari Pertanian

21 April 2026
Sampah tak Terpilah, Subsidi Pupuk Organik bikin Jengah

Cara Leluhur Bali Memilah Sampah

21 April 2026
Bencana Sunyi: Penurunan Muka Tanah Akibat Eksploitasi Airtanah di Bali

Bencana Sunyi: Penurunan Muka Tanah Akibat Eksploitasi Airtanah di Bali

20 April 2026
Reklamasi Sekali, Abrasi Berkali-kali

Reklamasi Sekali, Abrasi Berkali-kali

20 April 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia