Jembatan Tukad Bangkung dikenal sebagai jembatan tertinggi di Bali bahkan Asia Tenggara, dengan ketinggian sekitar 71 meter dari dasar sungai. Jembatan ini membentang sepanjang kurang lebih 360 meter, menghubungkan Desa Pelaga dengan wilayah sekitarnya di Kabupaten Badung. Selain berfungsi sebagai jalur transportasi penting, jembatan ini kerap menjadi lokasi favorit untuk menikmati pemandangan desa yang hijau, hingga spot foto autentik.
Eits… tidak hanya berhenti di sana! Di sekitar kawasan ini juga terdapat beragam wisata alam yang sayang untuk dilewatkan.
Badung Agro Techno Park
Tiga menit beranjak ke utara dari Jembatan Tukad Badung, sebuah tempat sejuk berlatar kebun kopi, pepohonan hingga kafe bisa dijumpai di Badung Agro Techno Park. Lokasinya masih di sekitar Desa Belok Sidan, Kecamatan Petang. Tempat wisata ini menawarkan destinasi wisata dan pertanian terpadu. Badung Agro Techno Park sendiri dikelola Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung di lahan seluas 18 hektare. Tidak ada biaya masuk jika ingin berkunjung. Komoditas pertanian yang dihasilkan berupa Kopi jenis Komasti (Komposit Andungsari Tiga) yang merupakan varietas unggul kopi Arabika. Kopi yang diolah juga dijual di kafe. Jadi jika ingin menikmati udara sejuk dan suasana tenang pedesaan sambil menyeruput kopi, destinasi ini bisa jadi pilihan.
Marigold (Gumitir Garden)
Ladang Bunga Marigold atau Gemitir Bali terletak di Desa Belok, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung, Provinsi Bali. Kawasan ini berada di dataran tinggi dengan akses jalan yang berkelok. Waktu tempuh dari Tukad Badung berkisar 3 menit. Salah satu pesona utama Bunga Gemitir Bali terletak pada warna bunganya yang mencolok. Daya tarik utama Gemitir Garden terletak pada hamparan bunga marigold berwarna kuning hingga oranye cerah dengan bentuk bunga yang padat dan membulat. Lanskap bunga yang tertata rapi menjadikan tempat ini sangat cocok untuk berswafoto maupun menikmati suasana alam pegunungan.
Bagus Agro Pelaga
Berdiri di atas lahan seluas 18 hektare di kawasan pegunungan Bali tengah, Bagus Agro Pelaga merupakan destinasi wisata agro ramah lingkungan yang mengusung filosofi Tri Hita Karana, yakni harmoni antara manusia, Tuhan, dan alam. Lokasinya dapat ditempuh sekitar lima menit berkendara dari Jembatan Tukad Bangkung. Lebih dari 17 hektare area dimanfaatkan untuk pertanian organik yang menghasilkan buah dan sayur sehat, sekaligus mendukung konsep farm-to-table bagi para tamu. Resor ini menawarkan beragam pilihan akomodasi bernuansa alam, mulai dari kamar farm stay, vila mewah, hingga area camping, sehingga cocok untuk pasangan, keluarga, maupun wisatawan yang mencari ketenangan.
Air Terjun Tukad Bangkung
Berjarak 1-1,5 jam dari Denpasar, dan 5 menit dari Jembatan Tukad Bangkung. Menurut review Pemkab Badung, Air terjun ini menuntut trekking menuruni tangga selama 15 menit, menyuguhkan pemandangan alami yang jarang terjamah. Lokasi yang cukup terpencil dan jalur menuju air terjun seringkali tertutup semak-semak, memberikan nuansa petualangan.
Nungnung Waterfall
Berada di ketinggian sekitar 900 meter di atas permukaan laut, air terjun ini dikelilingi vegetasi hijau yang lebat dan cocok bagi pencinta alam. Nungnung menyuguhkan panorama alam yang menawan dengan derasnya aliran air yang jatuh dari ketinggian lebih dari 50 meter, berpadu dengan suasana hutan tropis yang masih asri.
Untuk mencapai lokasi air terjun, pengunjung perlu menuruni kurang lebih 500 anak tangga yang cukup menantang dan memerlukan stamina yang prima. Harga tiket masuk relatif terjangkau, berkisar antara Rp10.000 hingga Rp20.000 per orang, dengan fasilitas dasar seperti area parkir yang tersedia di pintu masuk. Derasnya aliran Air Terjun Nungnung yang stabil sepanjang tahun membuat destinasi ini tetap menarik dikunjungi, baik saat musim hujan maupun kemarau.
Bhumishanti
Didirikan pada 2021, Bhumishanti merupakan eco-garden dan nursery di Bali yang berfokus pada pertanian berkelanjutan serta upaya menghubungkan kembali manusia dengan ketenangan alam. Jaraknya bisa ditempuh selama 6 menit dari Jembatan Tukad Bangkung. Berlokasi di Pelaga, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung, Bhumishanti mengusung konsep Land of Peace melalui praktik permakultur, eco-tour, serta berbagai lokakarya dan kegiatan komunitas. Selain menjadi ruang edukasi dan wisata alam, Bhumishanti juga membuka kesempatan relawan bagi wisatawan yang ingin belajar langsung tentang berkebun ramah lingkungan sekaligus mengenal budaya Bali lebih dekat.
kawijitu kawijitu kawijitu kawijitu





