• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Sunday, March 8, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Kabar Baru

Waspada, Anjing Rabies di Tabanan

Luh De Suriyani by Luh De Suriyani
2 September 2009
in Kabar Baru
0
1

Suntik Rabies

Teks dan Foto Luh De Suriyani

Balai Besar Veteriner (BBV) Bali memastikan dua sampel otak anjing yang ditemukan di Kabupaten Tabanan positif rabies, Rabu. Sebelumnya tujuh sampel anjing lain yang dicurigai terpapar rabies, hasilnya negatif. Ini adalah sampel anjing pertama positif rabies di luar Denpasar dan Badung yang sekitar enam bulan ini telah dinyatakan daerah wabah rabies. Kepastian hasil laboratorium BBV ini diakui Kepala Dinas Peternakan Bali IB. Alit.

Dua sampel anjing ini bisa diobservasi karena sesaat setelah mati langsung dilaporkan warga. Cairan otaknya bisa segera diobservasi, karena sebelumnya anjing yang dibunuh warga langsung dikubur.

“Secara resmi, Tabanan dinyatakan daerah terjangkit rabies. Vaksinasi pada semua anjing di Tabanan harus dilakukan segera,” ujarnya. Ia minta masyarakat mendatangi pusat-pusat pemberian vaksinasi di banjar-banjar seluruh Tabanan, mulai pekan ini.

“Eliminasi pada anjing-anjing liar juga dilakukan. Semua warga harus mengandangkan anjingnya. Akan berbahaya melepaskan anjing jika belum mendapat vaksinasi penuh,” tambah Alit.

Sebelumnya, salah satu warga Tabanan, I Nyoman Diadnya, meninggal 22 Agustus lalu karena rabies. Setelah itu Dinas Peternakan Bali langsung melakukan vaksinasi anti rabies (VAR) pada 5000 ekor anjing di Tabanan.

Menurut IB. Alit, VAR diberikan walau belum ada sampel anjing dari Tabanan yang dinyatakan positif rabies. “Sayangnya anjing yang mengigit korban sudah dibunuh langsung setelah mengigit empat bulan lalu,” ujar Alit. Pihaknya kemudian mengumpulkan tujuh sampel anjing lain yang dicurigai terpapar rabies, namun hasilnya negatif.

Berdasarkan protap, VAR pada anjing biasanya diberikan setelah sampel anjing dikonfirmasi positif. “Kami mulai memberikan VAR pada anjing karena karena masyarakat resah. Sudah banyak anjing liar yang dibunuh warga,” kata Alit.

Sementara itu data Dinas Peternakan Bali memperlihatkan pelaksanaan vaksinasi kedua atau booster di Denpasar dan Badung kurang dari 40 persen. Di Denpasar, hingga 31 Juli ini Var diberikan pada 35.982 ekor anjing, namun hanya 36 persen anjing yang berhasil mendapat VAR ulangan kedua.

Di Badung, dari 25.419 ekor anjing yang divaksin, kurang 30 persen saja yang bisa dibooster. “Masyarakat mengabaikan VAR lengkap pada anjing. Yang belum dibooster masih berpotensi tinggi terpapar rabies,” kata Alit.

Dinas Peternakan hingga saat ini masih memiliki dosis VAR sebanyak 12 ribu.

Sementara itu di Rumah Sakit Sanglah Denpasar, pasien gigitan anjing yang minta VAR terus berdatangan. Misalnya I Wayan Gunawan, warga Tabanan ini mengajak anaknya yang digigit anjing 10 hari lalu.

“Saya tidak mendapat VAR di RSUD Tabanan, katanya belum ada,” keluhnya. Padahal, sebelumnya Kepala Dinas Kesehatan Bali I Nyoman Sutedja mengatakan telah menyiapkan VAR di rumah sakit dan puskesmas di Tabanan pasca meninggalnya Diadnya.

Meluasnya virus rabies ini di Bali, sudah diprediksi I Gusti Ngurah Mahardika, dokter hewan ahli virologi dari Universitas Udayana Denpasar. Menurutnya program vaksinasi ulangan atau booster kurang efektif. “Anjing-anjing yang bisa divaksin ulang kurang dari 40 persen,” ujarnya.

Data Dinas Peternakan Bali memang memperlihatkan pelaksanaan vaksinasi kedua atau booster di Denpasar dan Badung kurang dari 40 persen. Di Denpasar, hingga 31 Juli ini VAR diberikan pada 35.982 ekor anjing, namun hanya 36 persen anjing yang berhasil mendapat VAR ulangan kedua. Di Badung, dari 25.419 ekor anjing yang divaksin, kurang 30 persen saja yang bisa dibooster.

Selain kendala memberikan VAR ke-2 pada anjing, Mahardika juga menggugat hasil laboratorium BBV yang belum mengeluarkan hasil booster. “Apakah VAR efektif? Sementara virusnya sudah bocor kemana-mana,” katanya. Ia mengibaratkan seperti paku di jalanan yang membuat ban motor bocor. Kalau pakunya tak disingkirkan, akan ada korban lain lagi.

Mahardika yang juga Kepala Laboratorium Molekular Fakultas Kedokteran Hewan Unud ini meminta surveilance vaksin dan anjing dilakukan secara ketat. “Masyarakat masih kurang sadar, karena itu surveilance kasus harus dioptimalkan agar mata warga terbuka dengan rabies,” ujarnya. [b]

Tags: KesehatanRabiesTabanan
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Luh De Suriyani

Luh De Suriyani

Ibu dua anak lelaki, tinggal di pinggiran Denpasar Utara. Anak dagang soto karangasem ini alumni Pers Mahasiswa Akademika dan Fakultas Ekonomi Universitas Udayana. Pernah jadi pemimpin redaksi media advokasi HIV/AIDS dan narkoba Kulkul. Menulis lepas untuk Mongabay.

Related Posts

Ancaman Kesehatan Pasca Banjir di Bali

8 October 2025
Adu Balap di Jalan, Janji Sirkuit Ditagih

Adu Balap di Jalan, Janji Sirkuit Ditagih

3 June 2025
Mengenal 4 F, Respon terhadap Stres dan Trauma

Mengenal 4 F, Respon terhadap Stres dan Trauma

4 June 2024
Ledok, Gizi Bubur di Pulau Kapur

Ledok, Gizi Bubur di Pulau Kapur

15 April 2021
COVID-19 : Spiritualitas Orde Paling Baru

Benarkah Orang Gendut Lebih Mudah Terinfeksi COVID-19?

12 March 2021
Karut Marut Mendata Maut

Inovasi Layanan Rumah Sakit pun Menjadi Keniscayaan

17 December 2020
Next Post

Matahari Terbit dari Atas Awan

Comments 1

  1. gatot m says:
    16 years ago

    prihatin namun tetap hrs semangat dlm penanggulangan penyakit ini. Single injection ok tdk kenapa, tdk harus di booster, dikarenakan beban kerja yg besar. Fokus saja ke hewan yg belum divaksin utk divaksin. Tapi bila ada kesempatan, booster juga tdk masalah dan lebih baik. Data post vaccinal , titer antibodi telah mencapai requirement yg baik. Do not worry by a single vaccination.
    Selamat bertugas.

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Dinamika Nyepi di Bali: Imbas Tawur hingga Kesepakatan Nasional

8 March 2026
Titik Berburu Takjil di Bali

Titik Berburu Takjil di Bali

6 March 2026

Patologi Atensi: Kenapa Otak Dangkal dan Malas Kontemplasi

6 March 2026
Pelestarian Nyoman dan Ketut VS Otonomi dan Hak Reproduksi dalam Kebijakan KB Krama Bali

Pelestarian Nyoman dan Ketut VS Otonomi dan Hak Reproduksi dalam Kebijakan KB Krama Bali

5 March 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia