• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Saturday, July 18, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Berita Utama

Virus Zika, Travel Warning bagi Bali

Sang Gede Purnama by Sang Gede Purnama
26 June 2016
in Berita Utama, Kabar Baru, Kesehatan
0
0
zika-mobilization-resources-en
Virus Zika berawal dari Brazil dan menyebar ke banyak negara.

Dampak virus Zika pun sampai di Bali.

Beredarnya travel warning tentang adanya virus Zika di Bali telah menimbulkan kesimpang siuran informasi bagi wisatawan yang akan ke Bali. Padahal, hingga saat ini belum ada bukti kuat bahwa virus Zika pun sudah ada di pulau ini.

Walaupun sebenarnya virus zika belum ada di Bali namun travel warning yang diberikan tentu saja dapat mempengaruhi kunjungan wisatawan ke Bali.

Isu adanya virus Zika beredar luas di kalangan pelaku pariwisata akibat adanya travel warning yang dikeluarkan Australia terkait adanya virus Zika di Bali. Kita harus mengakui jumlah wisatawan Australia Ke Bali memang cukup besar. Upaya melindungi warga negaranya dari ancaman bahaya seperti terorisme, penyakit dan lainnya kita pandang wajar.

Namun travel warning yang diberikan belum berdasar kajian berbasis bukti yang kuat terutamanya penyebaran virus Zika.

Wabah Virus Zika saat ini baru muncul di Brazil ditandai dengan adanya mikrosefali pada bayi yang lahir memiliki ukuran kepala lebih kecil dari normal. Namun di Indonesia terutamanya Bali belum ada kejadian penyebaran virus Zika yang menunjukkan kejadian hingga terjadi mikrosefali tersebut.

Lantas bagaimana isu itu bisa muncul?

Isu ini muncul berawal dari wawancara ahli entomologi dari Australia yang menyebutkan adanya risiko kejadian demam berdarah, chikungunya dan Zika di Bali yang banyak nyamuk penular Aedes aegypti. Namun pendapat itu dikutip oleh media menjadi adanya bahaya virus Zika bagi wisatawan di Bali. Bahkan dijelaskan kalau wisawatan yang berbulan madu berisiko karena wanita hamil dapat membahayakan janinnya.

Di Bali memang ada nyamuk Aedes aegypti namun belum ada penyebaran virus Zika. Yang disebarkan hanyalah sebatas penyakit demam berdarah dengue dan chikungunya. Penyebaran virus Zika masih belum ada di Bali. Adanya berita semacam ini tentunya akan berdampak pada pariwisata kita.

Virus Zika disebarkan oleh nyamuk Aedes aegipty. Nyamuk ini juga menyebarkan penyakit demam berdarah dengue dan chikungunya. Gejalanya hampir mirip dengan ditandai dengan demam, nyeri sendi, ruam. Sampai saat ini masih belum ada vaksin dan pengobatannya sesuai dengan gejala yang timbul. Minum cairan yang banyak dapat membantu proses penyembuhan.

Pemberantasan Nyamuk Demam Berdarah
Pemberantasan nyamuk Demam Berdarah di Denpasar. Foto Anton Muhajir.

Dampak Pariwisata

Bali sebagai obyek wisata terkenal di dunia sangat banyak dikunjungi wisatawan mancanegara. Bali juga sering dijadikan sebagai obyek wisata untuk berbulan madu pernikahan. Isu adanya virus Zika justru menyebabkan ketakutan terutama bagi mereka yang hamil karena dapat membahayakan janinnya.

Beberapa wisatawan yang merencanakan bulan madu ke Bali juga mulai mempertimbangkan rencana liburannya karena ada isu semacam ini. Hal ini jelas merugikan pelaku pariwisata kita. Isu dan pariwisata sangat terkait. Isu virus Zika yang disebarkan telah membuat kebingungan para wisatawan. Harusnya ada bukti kuat dari hasil penelitian barulah bisa kita menyatakan adanya penyebaran virus Zika.

Pemerintah harus segera melakukan konfirmasi terhadap peredaran berita tentang adanya virus Zika tersebut. Sebelum terlanjur menyebar dan mempengaruhi wisatawan kita. Konfirmasi dapat melalui perwakilan duta besar di masing-masing Negara yang ada di Bali.

Di era globalisasi seperti ini dengan akses penerbangan yang baik serta mobilitas penduduk yang tinggi setiap Negara memiliki resiko untuk terjadi penularan penyakit lintas Negara. Bukan saja Indonesia namun semua Negara tropis berisiko untuk terjadinya penyebaran Zika. Jadi tidak bijak kalau mengklaim Bali berisiko Zika tanpa bukti kajian yang jelas. [b]

Tags: OpiniVirus Zika
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Sang Gede Purnama

Sang Gede Purnama

Pemerhati kesehatan masyarakat. Dosen Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat (IKM), Fakutas Kedokteran, Universitas Udayana (Unud) Bali.

Related Posts

Memperjelas Persepsi Risiko Berwisata ke Bali

Rahasia di Bawah Gunung Agung: Ketika Batu Lava Membongkar Identitas Asli Pulau Bali

6 July 2026
Renungan untuk Hari Disabilitas

Kenapa Jalur Disabilitas tidak untuk Semua Ragam Disabilitas? 

30 June 2026
Abrasi yang tak Pernah Henti di Pantai Kuta

Gemerlap Pariwisata dan Kemegahan Ritual Bertemu Krisis Ketenteraman Batin

23 June 2026
Upaya Generasi Muda Tamblingan  Membentengi Alas Mertajati dari Eksploitasi

Berpikir Holistik Membangun Bali: Perspektif Pancakosha dan Peta Kesadaran Hawkins

20 June 2026
Wisata di Denpasar, Tiga Tempat Menarik dalam Satu Area

Refleksi Aksi For HATI Bali 2026 dalam Menjaga Masa Depan Bali

8 June 2026
Mai Memunyi!

Mai Memunyi!

30 May 2026
Next Post
Pendampingan Peserta JKN oleh BPJS Watch

Pendampingan Peserta JKN oleh BPJS Watch

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Membaca Series Nature Crime Mongabay: Seberapa Jahat Manusia kepada Alam?

Membaca Series Nature Crime Mongabay: Seberapa Jahat Manusia kepada Alam?

17 July 2026
AMSI Minta Majelis Hakim Nyatakan Gugatan tidak dapat Diterima atas Kasus Perdata 4 Media

AMSI Minta Majelis Hakim Nyatakan Gugatan tidak dapat Diterima atas Kasus Perdata 4 Media

16 July 2026
Kitab yang Ditulis Alam: Membaca The Sacred Text of Padma Karya Sumino dan Sarah Kasuhardi

Kitab yang Ditulis Alam: Membaca The Sacred Text of Padma Karya Sumino dan Sarah Kasuhardi

16 July 2026
Konservasi Kawasan Pura dan Budidaya melalui Bambuloka dari Yayasan Bambu Lestari

Konservasi Kawasan Pura dan Budidaya melalui Bambuloka dari Yayasan Bambu Lestari

16 July 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia