• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Friday, May 1, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Kesehatan

Virus Corona, Bagaimana Situasi di Bali Sejauh Ini?

Redaksi BaleBengong by Redaksi BaleBengong
14 February 2020
in Kesehatan, Sekilas Info
0
0
Suasana sepi di Tanjung Benoa setelah merebaknya virus corona di Cina. Foto Anton Muhajir.

Berikut laporan terbaru perihal corona virus dan Bali sejauh ini.

Pertama, hingga Jumat, 14 Februari 2020 pukul 12.00 siang, belum ditemukan satu pun kasus virus corona di Bali. Kabar terbaru itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali Ketut Suarjaya melalui siaran pers kemarin malam.

Suarjaya menanggapi beredarnya informasi perihal adanya warga Cina yang positif virus corona setelah pulang berlibur di Bali. Berita itu dimuat The Jakarta Post dua hari lalu. Media berbahasa Inggris itu mengutip informasi resmi dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Huainan, China (CDC) pada 6 Februari.

Menurut CDC, seorang warga setempat bernama Jin baru saja berlibur di Bali selama seminggu. Dia terbang dengan Lion Air JT 2618 dari Wuhan ke Bali pada 22 Januari. Setelah berlibur di Bali, dia kembali ke negaranya dengan penerbangan Garuda Indonesia GA 858 dari Bali ke Shanghai pada 28 Januari 2020.

Kedua, menurut perhitungan masa inkubasi dan riwayat perjalanan, tidak dapat dipastikan bahwa penularan pada turis tersebut terjadi di Bali. Menurut Suarjaya, karena dia pulang pada 28 Januari 2020 dan gejala serta konfirmasi laboratorium pada 5 Februari (8 hari), maka bisa saja penularan terjadi di Shanghai atau daratan Cina lain.

Apabila diambil masa inkubasi terlama, 14 hari, sedangkan hingga saat ini sudah hari ke-16 belum ada satu pun kasus yang teridentifikasi di Bali, menurut Suarjaya, itu berarti dia tidak menularkan atau membawa virus ke Bali.

Ketiga, Bali sudah melakukan observasi terhadap 20 orang sejak kasus ini mulai mencuat sekitar 2 minggu lalu. Sebanyak 14 di antaranya dikirim sampelnya ke Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan. Secara nasional, sudah ada 70 spesimen, termasuk 14 dari Bali, yang telah diperiksa. Semua hasilnya negatif.

Keempat, Pemerintah Provinsi Bali terus melakukan langkah-langkah antisipatif di Bandara Ngurah Rai, Pelabuhan Benoa, maupun tempat-tempat wisatawan menginap. Petugas dari Dinas Kesehatan Bali, Kantor Kesehatan Pelabuhan, bahkan Puskesmas pun melakukan surveilanse aktif ke lokasi-lokasi tersebut.

Kelima, hingga saat ini seluruh penerbangan dari Cina ke Bali dan sebaliknya masih dihentikan. Hal ini sesuai dengan Keputusan Pemerintah Indonesia pada 5 Februari 2020 lalu. Akibatnya, turis dari Cina pun tak ada lagi yang bisa datang ke Indonesia.

Pada hari yang sama, Pemerintah Indonesia juga mencabut ketentuan bebas visa bagi turis Cina yang datang ke Indonesia. Akibatnya, warga Cina yang sudah kadung masuk Indonesia, termasuk Bali pun tak bisa kembali ke negaranya untuk sementara. Untuk itu, Pemerintah Indonesia sudah memberikan izin perpanjangan masa tinggal bagi turis Cina yang sudah selesai masa berlakunya.

Hingga Jumat sore, WNA Cina yang mengajukan izin perpanjangan masa tinggal di Bali sebanyak 581 orang. Mereka yang mendaftar di Kantor Imigrasi Ngurah Rai sebanyak 396 orang, di Kantor Imigrasi Denpasar 160 orang, dan di Kantor Imigrasi Singaraja 25 orang.

Keenam, sebagai bagian dari pelaksanaan Peraturan Menteri Hukum dan HAM (Permenkumham) Nomor 3 tahun 2020 tentang Penghentian Sementara Bebas Visa Kunjungan, Visa, dan Pemberian Izin Tinggal Keadaan Terpaksa bagi WNA Cina itu, Bali juga menolak beberapa WNA yang akan masuk Bali.

Hingga Jumat sore, Bali setidaknya menolak 91 WNA dari berbagai negara, termasuk Kanada, Turki, Swedia, Amerika Serikat, dan lain-lain. Mereka adalah WNA yang dalam waktu 14 hari selesai melakukan kunjungan ke Cina, pusat penyebaran virus corona saat ini.

Ketujuh, dampak dari tidak adanya kunjungan turis Cina maupun penolakan masuk WNA itu sudah terasa di beberapa tempat wisata di Bali. Tempat-tempat yang biasanya ramai, misalnya Pantai Kuta dan Tanjung Benoa, Badung, kini terlihat lebih lengang. Selain karena memang sedang musim sepi (low season), juga karena memang dampak virus corona.

Beberapa usaha pariwisata bahkan sudah merumahkan karyawannya.

Nggak lebay sih, kantor sy handle turis jepang, dan belakangan sepi banget, tamu nggak datang, bbrpa batal. Teman kerja diresto Aussie yg cukup besar dan sdh operate lbh dr 10thn, itupun mau dirumahkan sebagian saking sepinya… ada jg teman kerja di garment, kena jg , sepi.

— alie marie (@AqAlie) February 13, 2020

Demikian sejumlah kabar terbaru soal virus corona dan bagaimana dampaknya di Bali sejauh ini. Kabar ini akan terus diperbarui jika ada informasi terbaru yang relevan.

kampungbet
Tags: BaliVirus Corona
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Redaksi BaleBengong

Redaksi BaleBengong

Menerima semua informasi tentang Bali. Teks, foto, video, atau apa saja yang bisa dibagi kepada warga. Untuk berkirim informasi silakan email ke kabar@balebengong.id

Related Posts

IAGI Bali Selidiki Lereng Kritis di Lokapaksa Ancam Puluhan Warga

IAGI Bali Selidiki Lereng Kritis di Lokapaksa Ancam Puluhan Warga

29 April 2026
Sampah Plastik Ancam Padang Lamun Bali

Sampah Plastik Ancam Padang Lamun Bali

22 April 2026
Bencana Sunyi: Penurunan Muka Tanah Akibat Eksploitasi Airtanah di Bali

Bencana Sunyi: Penurunan Muka Tanah Akibat Eksploitasi Airtanah di Bali

20 April 2026
Reklamasi Sekali, Abrasi Berkali-kali

Reklamasi Sekali, Abrasi Berkali-kali

20 April 2026
Banjar Saraswati Mengurai yang Tersisa, Menyemai yang Bermakna

Banjar Saraswati Mengurai yang Tersisa, Menyemai yang Bermakna

7 April 2026
Patahan Tektonik dan Keyakinan: Jembatan Jawa–Bali bukan Solusi

Patahan Tektonik dan Keyakinan: Jembatan Jawa–Bali bukan Solusi

24 March 2026
Next Post
Seniman Unjuk Karya Seni untuk Bumi

Seniman Unjuk Karya Seni untuk Bumi

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Keluh Kesah Sampah Rumah Tangga dari Pasar Badung

Keluh Kesah Sampah Rumah Tangga dari Pasar Badung

30 April 2026
Ruang Temu Diaspora Bali di Jepang

Ruang Temu Diaspora Bali di Jepang

30 April 2026
IAGI Bali Selidiki Lereng Kritis di Lokapaksa Ancam Puluhan Warga

IAGI Bali Selidiki Lereng Kritis di Lokapaksa Ancam Puluhan Warga

29 April 2026
Alasan Koster soal Regulasi Sampah tidak Optimal

Alasan Koster soal Regulasi Sampah tidak Optimal

29 April 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia