• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Wednesday, April 15, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Gaya Hidup Agenda

UNFCCC ala Republik Mimpi

Luh De Suriyani by Luh De Suriyani
9 December 2007
in Agenda, Budaya, Sosok
0
0

Oleh Luh De Suriyani 

Suasana panas dari orasi-orasi rakyat, didinginkan oleh Republik Mimpi, negara tetangga Indonesia yang eksis di televisi. Jarwo Kuat, Wakil Presiden Republik Mimpi datang bersama sejumlah koleganya Megakarti, Gus Pur, Suharta, dan Habudi.

Para pejabat Republik Mimpi itu menggelar konferensi perubahan iklim versinya sendiri bersama koaliasi masyarakat sipil. Para pejabat republik mimpi ternyata lebih cerdas membumikan istilah-istilah teknis yang dibicarakan di sidang PBB untuk perubahan iklim itu.

Misalnya soal skema pengurangan emisi dengan cara degradasi dan deforestasi atau REDD. Skema yang ditolak oleh koalisi masyarakat dalam rembug rakyat ini menurut Habudi (plesetan BJ Habibie) adalah red devil atau kebijakan yang dibuat setan (devil).

Effendi Ghazali, penasehat Republik Mimpi mengatakan perdagangan karbon cenderung memfungsikan hutan sebagai penyimpan karbon. Padahal, hutam memiliki banyak fungsi seperti penyangga ekosisitem, pelindung masyarakat adat daerah hutan, dan lainnya. Perdagangan hutan malah akan mengancam kesejahteraan masyarakat.

Karena itu Republik Mimpi dan masyarakat sipil dalam rembug ini sepakat bahwa keadilan iklim (climate justice) lebih penting dari pada pemanasan global (global warming) yang malah dijadikan komoditas perdagangan baru di UNFCCC.

Dalam UNFCCC ala Republik Mimpi di rembug rakyat ini sejumlah komunitas juga berebutan meceritakan kerusakan lingkungan di daerahnya masing-masing. Misalnya komunitas perempuan Jawa Barat yang menolak pembangunan incenerator, mesin pengolah limbah yang tidak ramah lingkungan di Bandung.

Panji Tisna dari Bali mengharapkan bumi dapat diistirahatkan sehari dengan Nyepi internasional (silent day). “Ini upaya nyata untuk mengurangi emisi dengan kearifan lokal,” katanya. Semua harapan ini diminta masyarakat untuk disampaikan ke pemerintah negara tetangganya, Indonesia. “Kalau tidak didengarkan, kita bisa memutuskan hubungan dengan negara tetangga kita,” sahut Wapres Republik Mimpi, Jarwo Kuwat

Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Luh De Suriyani

Luh De Suriyani

Ibu dua anak lelaki, tinggal di pinggiran Denpasar Utara. Anak dagang soto karangasem ini alumni Pers Mahasiswa Akademika dan Fakultas Ekonomi Universitas Udayana. Pernah jadi pemimpin redaksi media advokasi HIV/AIDS dan narkoba Kulkul. Menulis lepas untuk Mongabay.

Related Posts

Sabtu Sketsa Merefleksikan Kejujuran Aku Kembali Pulang Dayu Sartika

Sabtu Sketsa Merefleksikan Kejujuran Aku Kembali Pulang Dayu Sartika

14 April 2026
Marak Pembakaran Sampah Terbuka, Risiko Kesehatan Menanti

Pemerintah Tanpa Modal, Masyarakatnya Dipenjara?

14 April 2026
Kemandirian Energi Nelayan di Tengah Krisis Minyak Global

Kemandirian Energi Nelayan di Tengah Krisis Minyak Global

13 April 2026
Kontradiksi Kesadaran Lingkungan di Tengah Ketaatan Spiritual

Kontradiksi Kesadaran Lingkungan di Tengah Ketaatan Spiritual

12 April 2026
Refleksi Melasti: Tradisi dan Budaya Mengalah atas Nama Pariwisata

Refleksi Melasti: Tradisi dan Budaya Mengalah atas Nama Pariwisata

11 April 2026
Majelis Hakim Mempertanyakan Surat Keterangan Mahasiswa Tomy

Majelis Hakim Mempertanyakan Surat Keterangan Mahasiswa Tomy

10 April 2026
Next Post

Parade Rakyat untuk Climate Justice

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Sabtu Sketsa Merefleksikan Kejujuran Aku Kembali Pulang Dayu Sartika

Sabtu Sketsa Merefleksikan Kejujuran Aku Kembali Pulang Dayu Sartika

14 April 2026
Marak Pembakaran Sampah Terbuka, Risiko Kesehatan Menanti

Pemerintah Tanpa Modal, Masyarakatnya Dipenjara?

14 April 2026
Kemandirian Energi Nelayan di Tengah Krisis Minyak Global

Kemandirian Energi Nelayan di Tengah Krisis Minyak Global

13 April 2026
Kontradiksi Kesadaran Lingkungan di Tengah Ketaatan Spiritual

Kontradiksi Kesadaran Lingkungan di Tengah Ketaatan Spiritual

12 April 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia