• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Saturday, March 28, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Kabar Baru

Ubud Food Fest 2026: Penjaga Pangan di Darat dan Laut

Ubud Food Fest by Ubud Food Fest
26 March 2026
in Kabar Baru, Kuliner
0
0

Ubud Food Festival kembali hadir pada 28-31 Mei 2026 dengan menampilkan deretan awal talenta kuliner Indonesia dan internasional, menjelang pengumuman program lengkapnya. Sebagai salah satu festival kuliner berpengaruh di Asia Tenggara, festival ini terus mendorong diskusi di tingkat regional tentang cita rasa, keberlanjutan, dan identitas budaya.

Dengan tema Farmers: Guardians of Land and Sea, festival tahun ini mengangkat peran para tangan yang memberi kita pangan. Dari tanah vulkanik hingga pesisir yang berbalut garam, edisi 2026 menyoroti para petani, nelayan, dan produsen yang menjaga keberlanjutan kisah luar biasa kuliner Indonesia.

Selama empat hari, Ubud akan menjadi tempat perayaan kuliner yang semarak. Di ruang terbuka Taman Kuliner, para chef, petani, perajin, dan pecinta kuliner berkumpul di bawah langit Bali untuk merayakan festival yang semarak dan penuh inspirasi.

Pengunjung dapat menikmati demo memasak yang seru serta puluhan vendor pilihan di Food Market gratis, bersama pengalaman bersantap di berbagai lokasi menarik di Ubud. Program festival ini juga menghadirkan diskusi kuliner, masterclass interaktif, dan tur kuliner pilihan, yang menampilkan beragam hidangan dari berbagai daerah di Indonesia dan mancanegara.

“Melalui tema tahun ini, Farmers: Guardians of Land and Sea, kami menempatkan para petani sebagai tokoh utama,” ujar Founder dan Director Janet DeNeefe. “Mereka bukan sekadar pemasok. Mereka adalah penjaga keanekaragaman hayati, pembawa pengetahuan, dan perawat budaya. Setiap hidangan berawal dari kerja dan kepedulian mereka terhadap darat dan laut.”

Memimpin jajaran chef internasional adalah Chef Prin Polsuk dari Bangkok, dari restoran peraih penghargaan Samrub Samrub Thai. Ia dikenal melalui risetnya terhadap resep-resep tradisional Thailand dan menghadirkan hidangan yang elegan serta berakar kuat pada tradisi, sekaligus menghidupkan kembali cita rasa yang hampir terlupakan.

Dari Australia, Chef Ben Devlin, Executive Chef sekaligus pemilik Pipit, dikenal dengan pendekatannya pada hasil laut pesisir, seafood berkelanjutan, serta teknik memasak dengan api kayu yang khas. Pendekatan ini sejalan dengan tema Festival yang merayakan darat dan laut.

Bersama jajaran chef internasional lainnya, hadir pencipta inovasi pastry Kate Reid dari Lune Croissanterie di Melbourne. Memoarnya yang laris, Destination Moon, menceritakan perjalanannya dari disiplin dunia teknik hingga menciptakan croissant yang terkenal di seluruh dunia.

Melengkapi jajaran chef internasional adalah Chef Frank Camorra kelahiran Spanyol, pemilik restoran ikonik MoVida di Melbourne. Sebagai pelopor tapas Spanyol modern di Australia, ia membawa semangat makan bersama dan kebersamaan ke Bali, di mana berbagi makanan sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

Menghadirkan program minuman yang istimewa adalah mixologist asal Australia Darren Leane dari Caretaker’s Cottage, restoran peraih penghargaan. Dikenal dengan tekniknya yang kreatif dan kombinasi rasa yang berani, Leane terus mendefinisikan ulang budaya koktail kontemporer dengan presisi dan gaya khasnya.

Mewakili dinamika kuliner Indonesia kontemporer adalah Chef Jovan Koraag dari restoran populer Jakarta, Mata Karanjang. Versi masakan Manadonya yang berani penuh rasa pedas, warna, dan intensitas, membawa cita rasa hidup Sulawesi Utara ke panggung Festival.

Sorotan Festival tahun ini adalah petani cokelat Bali, Agung Widyastuti, yang dedikasinya pada kakao lokal mencerminkan semangat tema Festival. Lewat karyanya, ia menyoroti ketahanan, keberlanjutan, dan pengetahuan lintas generasi, mengingatkan kita bahwa setiap gigitan lezat berawal dari tanah.

“Kami menghadirkan para chef, petani, produsen, dan pemikir untuk menciptakan lebih dari sekadar Festival,” ujar Janet DeNeefe. “Ini adalah perayaan seluruh ekosistem pangan. Dengan tema Farmers: Guardians of the Land and Sea, kami juga mengingat tanggung jawab bersama untuk menjaga bahan pangan, tradisi, dan masa depan kuliner di Indonesia maupun di dunia.”

sangkarbet sangkarbet sangkarbet SANGKARBET sangkarbet sangkarbet sangkarbet sangkarbet sangkarbet
Tags: siaran persubud food fest 2026
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Ubud Food Fest

Ubud Food Fest

Related Posts

Rekapitulasi Dampak Banjir 24 Februari 2026 di 76 Titik Kejadian

Rekapitulasi Dampak Banjir 24 Februari 2026 di 76 Titik Kejadian

28 February 2026

Situasi Pariwisata Bali Kini dari Pernyataan Gubernur

27 February 2026
Merawat Ingatan, Tubuh, dan Perspektif Perempuan lewat Ruang Aman Menulis

Merawat Ingatan, Tubuh, dan Perspektif Perempuan lewat Ruang Aman Menulis

19 February 2026
Imagine: Never Called by My Name Mewakili Kegelisahan Perempuan

Imagine: Never Called by My Name Mewakili Kegelisahan Perempuan

14 February 2026
Ahli Tegaskan Bahaya Pengecualian Wajib Amdal dalam Sidang Gugatan Petani Batur

Ahli Tegaskan Bahaya Pengecualian Wajib Amdal dalam Sidang Gugatan Petani Batur

7 February 2026
Kejanggalan di Balik Putusan Massa Aksi 30 Agustus

Kejanggalan di Balik Putusan Massa Aksi 30 Agustus

3 February 2026
Next Post
Upah Minimum di Bali Tidak Mampu Memenuhi Kesejahteraan Hidup

Upah Minimum di Bali Tidak Mampu Memenuhi Kesejahteraan Hidup

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Kehadiran JBI belum Menjamin Diskusi Inklusif bagi Tuli

Kehadiran JBI belum Menjamin Diskusi Inklusif bagi Tuli

28 March 2026
Rupa yang Ditangkar: Kedaulatan Metafisik dan Perlawanan Pascakolonial

Rupa yang Ditangkar: Kedaulatan Metafisik dan Perlawanan Pascakolonial

27 March 2026
Upah Minimum di Bali Tidak Mampu Memenuhi Kesejahteraan Hidup

Upah Minimum di Bali Tidak Mampu Memenuhi Kesejahteraan Hidup

27 March 2026
UFF 2020 Akan Hadirkan Lebih dari 90 Pembicara

Ubud Food Fest 2026: Penjaga Pangan di Darat dan Laut

26 March 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia