• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Tuesday, January 13, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Kabar Baru

Trik Jitu Individu Hingga Kolektif Kurangi Plastik

Redaksi BaleBengong by Redaksi BaleBengong
9 June 2023
in Kabar Baru, Lingkungan, Opini
0
1

Oleh Fadly Riscky Sirait

Plastik sekali pakai merupakan salah satu masalah lingkungan yang paling serius saat ini. Setiap tahunnya, jutaan ton plastik sekali pakai digunakan di seluruh dunia, dan sebagian besar akhirnya berakhir di lautan dan membahayakan ekosistem laut (Magdoff, 2018). Meskipun masalah ini telah menjadi perhatian global selama beberapa tahun terakhir, masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dan meningkatkan kesadaran tentang dampak negatifnya.

Dalam sistem penanggulangannya, terdapat beberapa langkah yang dapat diambil untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai yaitu: 1) Masyarakat perlu diinformasikan tentang dampak negatif penggunaan plastik sekali pakai terhadap lingkungan dan kesehatan manusia, 2) Perusahaan harus mempertimbangkan untuk mengganti plastik sekali pakai dengan bahan alternatif yang ramah lingkungan, seperti kertas, kaca, dan logam, 3) Pemerintah perlu memberlakukan aturan dan peraturan yang ketat untuk membatasi penggunaan plastik sekali pakai dan mendorong penggunaan bahan alternatifnya.

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Pengolahan dan Pemanfaatan Limbah (P3TPL) pada tahun 2021 mengungkapkan bahwa penggunaan plastik sekali pakai dapat menimbulkan dampak negatif yang signifikan terhadap lingkungan dan kesehatan manusia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa plastik sekali pakai dapat memperburuk kualitas air dan tanah, serta mempercepat penyebaran penyakit di lingkungan. Selain itu, penelitian juga menemukan bahwa penggunaan plastik sekali pakai dapat membahayakan kesehatan manusia karena mengandung bahan kimia berbahaya seperti bisfenol A (BPA) dan ftalat.

Dalam mengatasi dampak buruk sampah plastik, maka terdapat beberapa langkah-langkah pencegahan yang harus dilakukan seperti mengadakan gerakan zero waste yang telah menjadi populer di kalangan masyarakat untuk mengurangi sampah plastik sekali pakai dengan mengadopsi pola hidup yang lebih ramah lingkungan. Gerakan ini mendorong orang untuk meminimalkan penggunaan plastik dan menggantinya dengan bahan alternatif yang ramah lingkungan, seperti membawa botol minum dan tas belanja sendiri (Uyun, 2020).

Selain itu, dapat juga mengadopsi beberapa kegiatan kampanye yang dilakukan oleh beberapa organisasi lingkungan seperti: Greenpeace, World Wildlife Fund (WWF), dan Ocean Conservancy. Kampanye ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang dampak negatif penggunaan plastik sekali pakai dan mendorong perubahan kebijakan yang lebih ramah lingkungan.

Seperti implementasi yang telah dilakukan dalam menanggulangi sampah plastik sekali pakai adalah kampanye “Break Free From Plastic” yang diluncurkan oleh beberapa organisasi lingkungan pada tahun 2016. Kampanye ini bertujuan untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dan mendorong perusahaan untuk berkomitmen untuk menggunakan bahan alternatif yang ramah lingkungan. Kampanye ini telah menarik perhatian media dan mendorong beberapa perusahaan besar untuk bergabung dengan gerakan ini.

Dalam konteks Indonesia saat ini, pemerintah juga telah meluncurkan beberapa kebijakan untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Pada tahun 2020, Pemerintah Indonesia melarang penggunaan kantong plastik berukuran kecil dengan ketebalan kurang dari 0,03 mm di seluruh pasar tradisional, swalayan, dan minimarket (Julianti, 2017). Larangan ini bertujuan untuk mengurangi sampah plastik di Indonesia yang menjadi masalah besar.

Dengan demikian, dalam mengurangi penggunaan plastik sekali pakai yang telah beredar pada saat ini, maka perlu dilakukan kerja sama dan tindakan dari semua pihak yang berkaitan seperti: masyarakat, perusahaan, organisasi lingkungan, dan pemerintah. Setiap orang dapat berkontribusi dengan melakukan tindakan kecil, seperti membawa botol minum dan tas belanja sendiri, serta mengurangi penggunaan produk plastik sekali pakai. Maka, hal tersebut akan mampu mengurangi komoditas sampah yang terjadi.

REFERENSI
Julianti, S. (2017). A Practical Guide to Flexible Packaging. Gramedia Pustaka Utama.
Magdoff, F., & Foster, J. B. (2018). Lingkungan Hidup dan Kapitalisme: Sebuah Pengantar. Marjin Kiri.
Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Pengolahan dan Pemanfaatan Limbah (P3TPL). (2021).
Uyun, S., Octavia, S. A., Hilaliah, L., & Muharom, A. (2020). Manajemen Sekolah: Madrasah Adiwiyata. Deepublish.

Artikel ini adalah salah satu terpilih dalam sayembara Plastic Detox.

kampungbet
Tags: cara kurangi plastik
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Redaksi BaleBengong

Redaksi BaleBengong

Menerima semua informasi tentang Bali. Teks, foto, video, atau apa saja yang bisa dibagi kepada warga. Untuk berkirim informasi silakan email ke kabar@balebengong.id

Related Posts

No Content Available
Next Post

Melali ke Desa: Nostalgia Rupa Tegallalang bersama Mahasiswa Amerika

Comments 1

  1. gralion torile says:
    2 years ago

    I keep listening to the newscast lecture about receiving boundless online grant applications so I have been looking around for the finest site to get one. Could you advise me please, where could i get some?

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Para Perempuan Petani yang Perjuangkan Hak Tanah

Desa Bukan Ruang Kosong: Membaca Koperasi Merah Putih dari Bali

13 January 2026
Canggu: Puisi dan Kisah Perjalanan

Ubud vs Canggu sebagai Metafora Konflik Internal Diri

12 January 2026
Memulai Kawasan Rendah Emisi di Bali

Memulai Kawasan Rendah Emisi di Bali

11 January 2026
Subak kini Hanya Dilihat sebagai Objek Wisata bukan Sosio Ekologis

Subak kini Hanya Dilihat sebagai Objek Wisata bukan Sosio Ekologis

10 January 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia