• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Sunday, February 15, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Kabar Baru

Tiap Tahun Bibir Pantai Hilang 20 Meter

Anton Muhajir by Anton Muhajir
29 September 2007
in Kabar Baru, Travel
0
0

Sumber: NusaBali

Abrasi yang terjadi di sepanjang pantai di Bali cukup parah. Setiap tahun, rata-rata pengikisan bibir pantai oleh ombak mencapai 10-20 meter. Bila hal ini tak ditangani serius, maka Bali akan terancam kehilangan salah satu pesonanya. Di sisi lain, penanganan masalah ini masih tergantung pada pemerintah pusat.

Data yang dihimpun NusaBali sampai akhir 2006, masih ada 7.928 km bibir pantai di Denpasar dan Badung yang belum tersentuk penanganan. Dengan rincian di Denpasar masih tersisa 1.428 km dan di Badung mencapai 6.500 km. Pada pertengahan 2007, Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bali telah melakukan sejumlah penanganan untuk menanggulangi abrasi. Seperti yang dilakukan di Pantai Padanggalak yang menghabiskan dana sekitar Rp 15 miliar. Dana tersebut bersumber dari APBN tahun 2007.

Di Denpasar, erosi di bibir pantai mengancam beberapa fasilitas umum dan fasilitas sosial. Di Pantai Sanur misalnya, sejumlah fasilitas umum seperti tempat rekreasi, hotel, dan restoran mulai terancam abrasi. Begitu juga di Pantai Padanggalak mengancam sekolah dan lahan pertanian. Serta Pantai Serangan yang mengancam pemukiman dan pura.

Di sisi lain, upaya pembentengan di Badung dilakaukan di Pantai Kuta. Proyek ini total menyedot anggaran hingga Rp 309 miliar yang berasal dari pinjaman Jepang. Kini proyek pengamanan pantai ini baru rampung sekitar 20 persen.

Untuk Badung, ada lima titik pantai yang terancam. Yakni Pantai Seseh, Pantai Kuta, Pantai Uluwatu, Pantai Nusa Dua, dan Pantai Tanjung Benoa. Selain tempat rekreasi, erosi juga mengancam sejumlah fasum dan fasos. Misalnya saja Pura luhur Uluwatu yang kini kekuatan tebing penyangga pura semakin berkurang. Selain karena dasar tebing yang tergerus air laut, batuan pada badan tebing juga mulai rontok.

Kepala Dinas Cipta Karya Badung, I Ketut Suwandi mengatakan, upaya untuk menangkal abrasi di Pantai Uluwatu harus dilakukan. Diantaranya dengan pemberian grib atau pemasangan sabuk tebing. “Ancaman kerusakan Uluwatu besar, sebab fisik tebing bagian bawah tergerus air laut. Tebing di atasnya juga mulai melemah, retak dan batuannya mulai rontok,” terang Suwandi.

Tahun 2008 ini pemkab menerima bantuan bencana dari pemerintah pusat sebesar Rp 8 miliar. Namun dana tersebut tidak dialokasikan untuk penanganan abrasi pantai. Menurut Suwandi, dana bantuan bencana tersebut dikonsentrasikan pada peningkatan mutu infrastruktur. Lebih lanjut ia berharap, karena di beberapa titik abrasi berkaitan langsung dengan para pengusaha, maka diharapkan pengusaha bisa membantu. Sebab kalau hanya mengandalkan dana pemerintah, beban penanganan abrasi terlalu mahal.

Sementara menurut Kepala Balai Wilayah Sungai Bali Penida I Nyoman Ray Yusha, erosi di Bali mengakibatkan 10 sampai 20 meter tergerus oleh air laut. “Bila tidak ada penganan, dalam waktu beberapa tahun ke depan Bali akan hilang,” katanya, Senin (24/9). Dia mengatakan, selama ini proyek pengamanan pantai selalu mengharapkan dana dari pusat atau hibah dari negara lain. Hal ini disebabkan besarnya operasional untuk pengamanan yang membutuhkan anggaran sekitar Rp 15-16 juta per meter. “Dana itu jelas tidak dapat ditanggung oleh pemerintah daerah,” tambah Ray Yusha.

Sampai 2006, untuk pembangunan penanganan abrasi di Denpasar dan Badung menghabiskan dana sekitar Rp 172 miliar. Dana yang sudah dikucurkan untuk pembangunan pengamanan di Denpasar sekitar Rp 86,6 miliar dan di Badung Rp 86,7 miliar.

Menyikapi hal ini, Ketua Komisi B DPRD Kota Denpasar Ida Bagus Udiyana berharap agar pembangunan proyek pengamanan pantai di Padanggalak disambung sampai Pantai Matahari Terbit. “Kalau bagian tengah tidak dibangun, maka pusat erosi akan terjadi di bagian tengah. Hal ini akan merusak konstruksi pengamanan yang ada,” urainya. [cr16,cr14]

Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Anton Muhajir

Anton Muhajir

Jurnalis lepas, blogger, editor, dan nyambi tukang kompor. Menulis lepas di media arus utama ataupun media komunitas sambil sesekali terlibat dalam literasi media dan gerakan hak-hak digital.

Related Posts

Imagine: Never Called by My Name Mewakili Kegelisahan Perempuan

Imagine: Never Called by My Name Mewakili Kegelisahan Perempuan

14 February 2026
Dari Bali ke Bangkok, Morbid Monke dan Bab Awal Feel Alive Tour

Dari Bali ke Bangkok, Morbid Monke dan Bab Awal Feel Alive Tour

14 February 2026
Sekolah Pembaharu Ashoka: Kelola Sampah sampai Ekskul Agro

Sekolah Pembaharu Ashoka: Kelola Sampah sampai Ekskul Agro

13 February 2026
Investasi WNA di Bali: Meningkat, Didominasi Rusia, Usahanya dari Real Estate sampai Rental Motor

Investasi WNA di Bali: Meningkat, Didominasi Rusia, Usahanya dari Real Estate sampai Rental Motor

12 February 2026
Udara Bersih saat G20, setelah itu Polusi kembali

Udara Bersih saat G20, setelah itu Polusi kembali

11 February 2026
Catcalling bukan Pujian, Ketika Ruang Publik tak Lagi Aman Bagi Perempuan

Catcalling bukan Pujian, Ketika Ruang Publik tak Lagi Aman Bagi Perempuan

10 February 2026
Next Post

Dog Days : Bali’s Massive Street Dog Population Needs Much-Needed Support

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Imagine: Never Called by My Name Mewakili Kegelisahan Perempuan

Imagine: Never Called by My Name Mewakili Kegelisahan Perempuan

14 February 2026
Dari Bali ke Bangkok, Morbid Monke dan Bab Awal Feel Alive Tour

Dari Bali ke Bangkok, Morbid Monke dan Bab Awal Feel Alive Tour

14 February 2026
Sekolah Pembaharu Ashoka: Kelola Sampah sampai Ekskul Agro

Sekolah Pembaharu Ashoka: Kelola Sampah sampai Ekskul Agro

13 February 2026
Investasi WNA di Bali: Meningkat, Didominasi Rusia, Usahanya dari Real Estate sampai Rental Motor

Investasi WNA di Bali: Meningkat, Didominasi Rusia, Usahanya dari Real Estate sampai Rental Motor

12 February 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia