• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Wednesday, April 29, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Budaya

Subak Spirit 2025: Napak Toya, Edukasi Kesucian Air Lewat Seni Pertunjukan

Albert Lega Nama by Albert Lega Nama
28 December 2025
in Budaya, Kabar Baru
0
0
Oleh Albert Lega Nama

Subak Spirit Talk kembali hadir di tengah masyarakat Kota Denpasar. Acara ini menggabungkan seni pertunjukan dan wicara (talkshow) untuk merespons isu lingkungan, kondisi pertanian, serta bencana yang melanda negeri. Kegiatan rutin garapan Yayasan Kita Poleng yang dimulai sejak 2024 ini memasuki penyelenggaraan kedua dengan tema “Napak Toya: Kesucian Air dan Kesadaran Manusia”.

Inisiasi Kita Poleng ini berkolaborasi dengan sejumlah seniman, di antaranya Robi Navicula, I Gusti Ayu Laksmi, seniman visual John McGarity, Nur Setyanto, dan Anden Pundy. Hadir pula pegiat literasi Luh Yesi Candrika serta pendiri Petani Muda Keren, Agung Wedhatama, sebagai pembicara yang dipandu moderator Sandrina Malakiano. Acara yang didukung Kementerian Kebudayaan RI ini berlangsung di Rumah Tanjung Bungkak, Jalan Hayam Wuruk, Denpasar, pada Jumat (12/12/2025).

Kegiatan dibuka dengan lagu Indonesia Raya dan doa, dilanjutkan pemutaran dokumenter bencana banjir di Sumatera dan Aceh. Pertunjukan diawali penampilan teatrikal wayang ental oleh Sanggar Seni Kuta Kumara Agung (Badung). Mereka menggunakan pendekatan unik yang menjadikan ental (lontar) sebagai jantung penciptaan estetik dan dramaturgi. Selanjutnya, Robi Navicula menyampaikan orasi mengenai pemanasan global dan deforestasi, diikuti pemutaran video klip Navicula, berbagai pertunjukan seni, serta sesi diskusi.

Gede Robi Supriyanto, vokalis dan gitaris Navicula, menjelaskan bahwa Subak Spirit merupakan media edukasi simbolis. Sejak dulu, seni memang digunakan sebagai sarana edukasi informal. Nama kegiatan ini mengambil filosofi subak yang identik dengan sistem irigasi Bali dan dunia pertanian yang telah menjadi warisan dunia (world heritage).

“Gagasan ini lahir dari keprihatinan seniman melihat fungsi subak yang kian terkikis di masyarakat. Buktinya, hanya sekitar 3% anak petani yang melanjutkan profesi orang tuanya. Ini sinyal akan terjadinya kepunahan besar-besaran di sektor pertanian, terutama di kalangan generasi muda,” jelas Robi.

Ia menambahkan bahwa subak dan air tidak boleh dikuasai individu atau kelompok tertentu. Air harus digunakan secara adil, dijaga kesuciannya, dan bebas dari sampah. Menurutnya, konflik manusia sering dipicu oleh segelintir pihak yang menguasai hajat hidup orang banyak. Budaya petani adalah budaya gotong royong dan sosial yang menuntut keadilan. Oleh karena itu, air harus dipergunakan sebesar-besarnya untuk rakyat, bukan korporasi, dan rakyat wajib merawatnya.

Penanggung jawab acara, Jasmine Okubo, menyatakan hal senada. Yayasan Kita Poleng rutin menggelar kegiatan ini untuk mengedukasi generasi muda tentang pentingnya menjaga irigasi sawah. Namun, karena banyaknya bencana tahun ini, tema yang diangkat adalah kesucian air dan kesadaran manusia guna memahami penyebab bencana tersebut.

“Kami menggabungkan talkshow dengan pertunjukan teatrikal artistik agar audiens tidak bosan dan pesan yang disampaikan lebih mudah berkesan,” ujar Jasmine.

Melalui Subak Spirit, penyelenggara berharap kegiatan ini dapat berkelanjutan dalam membangun kesadaran masyarakat untuk merawat lingkungan melalui langkah sederhana, seperti tidak membuang sampah sembarangan dan menjaga saluran air demi kelestarian bumi.

(Artikel ini diedit Gemini AI)

sangkarbet
Tags: kita polengsubak spirit
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Albert Lega Nama

Albert Lega Nama

Related Posts

No Content Available
Next Post
Toko Wong dan Puri Agung Negara: Jejak Sejarah Kota Jembrana

Toko Wong dan Puri Agung Negara: Jejak Sejarah Kota Jembrana

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Aksi Kemanusiaan AMSI Bali

Aksi Kemanusiaan AMSI Bali

28 April 2026
[Matan Ai] Bali dan Pembusukan Pembangunan

Menjinakkan Suara Kritis Kampus

28 April 2026
Waste to Energy bukan Solusi Utama Penanganan Sampah

Waste to Energy bukan Solusi Utama Penanganan Sampah

27 April 2026
Kuningan: Sajian Nasi Kuning dan Kebiasaan Identik Lainnya

Keadilan bagi Guru dan Wajib Belajar 13 Tahun

27 April 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia