• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Saturday, February 14, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Budaya

Siapa yang Peduli Nasib Bali?

I Nyoman Winata by I Nyoman Winata
15 November 2007
in Budaya, Opini
0
0

Oleh I Nyoman Winata

Membaca berita di Harian Bali Post tentang seorang anak yang diduga dibunuh ayahnya di Canggu Kuta Utara bertepatan dengan perayaan Hari Pagerwesi (14/11) lalu, membuat saya miris. Mungkin ini bukan peristwa kekerasan pertama yang terjadi di Bali. puluhan bahkan sampai ratusan kejadian kekerasan sudah pernah berlangsung dengan pelakunya manusia-manusia Bali. Pada hari yang sama di Bali juga ada peristiwa istri yang dibakar oleh suaminya. Apa yang sebenarnya sedang mendera manusia-manusia Bali?

Kekerasan memang banyak disebut lekat dengan manusia Bali. Yang paling mudah di ingat adalah pembantian di tahun 1965/1966 ketika terjadi penumpasan manusia komunis. Manusia Bali dengan kejam membunuh saudar-saudaranya sendiri. Betapa beringasnya manusia Bali ketika itu bisa disimak dari pernyataan Sarwo Edi Komandan RPKAD yang menyatakan bahwa jika di jawa, pihaknya (tentara-red) harus mendorong-dorong orang-orang agar mau menjadi eksekutor, di Bali, tentara harus menahan-nahan agar orang bali tidak kebablasan untuk menghabisi saudara-saudarnya sendiri. Saya bisa membayangkan bagaimana sesungguhnya demikian dekatnya manusia bali dengan kultur kekerasan. Artinya manusia Bali yang terkesan ramah, sangat mudah berubah menjadi beringas.

Persoalannya adalah pada bagaimana kekerasan itu bisa terpicu. Ketika kultur kekerasan sudah mengalir di dalam darah manusia Bali, maka tinggal menunggu pemicu yang bisa meletupkan kekerasan menjadi sebuah tindakan. Dalam kondisi seperti saat ini, terutama dari sisi ekonomi yang semakin terdesak, maka kekerasan adalah sesuatu yang mudah tersulut. Tekanan ekonomi nampaknya telah melahirkan ketertekanan psikologis yang luar biasa. Mungkin saat ini sudah banyak orang Bali yang masuk katagori stress bahkan setengah gila. Tingginya kejadian kekerasan dalam keluarga bisa menjadi salah satu indikator. Mengapa tekanan ekonomi yang kini mendera Bali tidak mampu disikapi dengan bijak oleh manusia Bali??

Semuanya berakar pada lemahnya semua institusi yang ada baik sosial, adat dan birokrasi di Bali. Tak bisa dibantah bahwa pranata sosial berbau dalam tingkat yang paling kecil yakni Banjar, tidak memiliki peran positif dalam membangun kesadaran kebersamaan. Fungsi sosial Banjar nyaris tidak pernah ada. Kalaupun ada, sifatnya sangatlah semu atau hanya artfisial. Peran sosialnya hanya dipermukaan belaka. Alih-alih berfungsi sosial meringankan beban warga, Banjar justru menjadi beban tambahan yang membuat semakin stress. Lantas haruskah Banjar di bubarkan??

Sementara itu pemerintahan juga sangat lemah. Bahkan saking lemahnya pemerintahan terutama pemerintahan daerah, mungkin kalaupun besok kita bangun, dan tiba-tiba tidak ada lagi Walikota, tidak ada pak Camat dan tidak ada lurah, kehidupan kita rasanya akan tetap baik-baik saja. Bahkan mungkin jauh lebih baik, karena pemerintah sekarang ada tidak lebih hanya menyengsarakan atau kalau tidak membiarkan rakyat Bali hidup susah.

Entahlan nanti Bali mau jadi apa. Masihkah pantas optimisme dipupuk ketika semua bagian dari kehidupan di Bali sepertinya telah tercabik-cabik??. Masihkah ada diantara kita yang benar-benar peduli pada Bali dengan sungguh-sungguh, tanpa pamrih apapun? [b]

Liputan Mendalam BaleBengong.ID
I Nyoman Winata

I Nyoman Winata

I Nyoman Winata lahir dan besar Denpasar tahun 1975. Pernah kuliah di Fakultas Ekonomi Unud sampai wisuda. Di tahun 2013 lulus kuliah di Magister Ilmu Komunikasi Universitas Diponegoro dengan predikat cumlaude. Bekerja di sebuah Media massa yang berkantor pusat di Bali. Dari akhir tahun 2004 lalu bekerja di Semarang Jawa Tengah. Tidak punya hobi pasti, dulu suka olahraga, sekarang tidak pernah jelas. Rumah di depan Terminal Ubung persis, disebelah rumah makan padang "Minang Ubung".

Related Posts

Imagine: Never Called by My Name Mewakili Kegelisahan Perempuan

Imagine: Never Called by My Name Mewakili Kegelisahan Perempuan

14 February 2026
Dari Bali ke Bangkok, Morbid Monke dan Bab Awal Feel Alive Tour

Dari Bali ke Bangkok, Morbid Monke dan Bab Awal Feel Alive Tour

14 February 2026
Sekolah Pembaharu Ashoka: Kelola Sampah sampai Ekskul Agro

Sekolah Pembaharu Ashoka: Kelola Sampah sampai Ekskul Agro

13 February 2026
Investasi WNA di Bali: Meningkat, Didominasi Rusia, Usahanya dari Real Estate sampai Rental Motor

Investasi WNA di Bali: Meningkat, Didominasi Rusia, Usahanya dari Real Estate sampai Rental Motor

12 February 2026
Udara Bersih saat G20, setelah itu Polusi kembali

Udara Bersih saat G20, setelah itu Polusi kembali

11 February 2026
Catcalling bukan Pujian, Ketika Ruang Publik tak Lagi Aman Bagi Perempuan

Catcalling bukan Pujian, Ketika Ruang Publik tak Lagi Aman Bagi Perempuan

10 February 2026
Next Post

Jalak Bali Sangat Kritis

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Imagine: Never Called by My Name Mewakili Kegelisahan Perempuan

Imagine: Never Called by My Name Mewakili Kegelisahan Perempuan

14 February 2026
Dari Bali ke Bangkok, Morbid Monke dan Bab Awal Feel Alive Tour

Dari Bali ke Bangkok, Morbid Monke dan Bab Awal Feel Alive Tour

14 February 2026
Sekolah Pembaharu Ashoka: Kelola Sampah sampai Ekskul Agro

Sekolah Pembaharu Ashoka: Kelola Sampah sampai Ekskul Agro

13 February 2026
Investasi WNA di Bali: Meningkat, Didominasi Rusia, Usahanya dari Real Estate sampai Rental Motor

Investasi WNA di Bali: Meningkat, Didominasi Rusia, Usahanya dari Real Estate sampai Rental Motor

12 February 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia