Serunya Belajar Konten Menulis Kreatif

Peserta Kelas Akber ke-83 bersama Irma Yudistirani. Foto Herdhian Armandhani.

Bagaimana sih cara menulis yang baik itu? Kelas Akber kali ini menjawabnya.

Komunitas Akademi Berbagi (Akber) Bali kembali mengadakan kelas belajar gratis untuk masyarakat. Kelas ke-83 yang digelar Akber Bali diadakan di Colony Creative Hub di Renon, Denpasar pada Rabu (27/02/2019) petang.

Tema yang diangkat dalam kelas kali ini yaitu “ Creative Writing form Think to Ink”. Irma Yudistirani didaulat sebagai guru kelas mengajar yang dimulai pukul 18.30 WITA.

Irma Yudistirani merupakan sosok wanita yang sudah bergelut di dunia kepenulisan sejak tahun 2008. Ia mengawali karirnya dengan terjun sebagai wartawan di salah satu harian terkenal di Malang. Pengalaman menulisnya dibidang budaya, sosial, kriminal dan lainnya membuatnya kini dipercaya sebagai penyunting berita di IDN Times Bali.

Tak kurang dari 30 orang lebih mengikuti kelas menulis kreatif yang dipaparkan oleh mantan wartawan Tribun Bali ini. Di awal kelas, Irma memberikan tips kepada para peserta Akber 83 dalam menulis judul. Judul dalam sebuah artikel maksimal memiliki 70 suku kata.

Agar artikel yang dibuat mudah dilacak di mesin pencari dunia maya sebaiknya di akhir artikel dituliskan kata kunci.

Menulis konten artikel haruslah sinkron. Ada beberapa berita daring yang banyak membuat judul artikel bombastis tetapi ketika pembaca lebih instens melihat isi artikel atau berita yang dibaca ternyata tidak berkaitan. Sebuah artikel atau berita yang baik agar banyak dibaca sebaiknya judulnya harus mewakili isi konten dan harus jelas.

“Isi sebuah artikel atau pembuatan berita jangan lupa mengandung 5 W+1 H. Apabila menggunakan data seperti artikel atau berita ilmiah sumber harus dicantumkan. Isi artikel pun harus ada kalimat pembuka dan penutup agar lebih menarik,” ungkapnya.

Irma juga membagikan tips asyik menulis kata-kata dalam membuat sebuah artikel. Pertama dalam menulis artikel apabila menyebutkan narasumber tidak boleh body shamming. Kedua gunakan kata-kata populer sehari-hari dan tidak bertele-tele alias to do pint.

Ketiga, membuat sebuah artikel atau berita tidak boleh terlalu banyak menggunakan opini pribadi dan cenderung menghakimi seseorang.

Selain memaparkan teori kepada para peserta kelas Akber Bali 83. Irma pun mengajak praktek menulis layaknya seorang wartawan. Peserta yang membawa gawai diminta mengunduh aplikasi harian berita yang ia asuh di situs unduh gratis.

Kemudian, para peserta membuat personal account. Peserta bebas untuk menulis artikel apapun yang disukai dalam waktu 7 menit dengan 2 sub artikel. Tak lupa pula setiap artikel harus dilengkapi foto sebagai ilustrasi.

Membuat artikel dalam waktu 7 menit memacu adrenalin peserta agar lebih kreatif menulis.

“Menulis dalam waktu 7 menit sudah seperti wartawan yang dikejar deadline oleh editor surat kabar. Peserta Akber Bali 83 saya ajak untuk menulis konten yang mereka gemari dan akan dibedah agar lebih baik lagi,” jelasnya.

Tujuh peserta yang berani maju ke depan kelas untuk dibedah oleh Irma banyak menulis artikel ala anak-anak generasi millennial. Judulnya pun cukup unuk seperti “3 Film Indonesia yang Sayang untuk Tidak Ditonton”, “3 Film Marvel yang Tayang Sepanjang Tahun 2019”, dan masih banyak lagi.

Peserta yang berani artikelnya dibedah mendapatkan hadiah voucher. [b]