Menikmati Musik dan Pakaian Trendi di PICA Fest 2019


Berikut ini adalah laporan saya tentang PIC fest 2019.

Saya selalu ingin mengunjungi Paradise Island Clothing Association (PICA) Fest. Namun, saya selalu tidak datang ketika acara itu diadakan. Tahun ini, untungnya saya bisa hadir dan menikmatinya.

Biasanya PICA fest diadakan di GOR Ngurah Rai, Denpasar. Tahun ini diadakan di pantai Matahari Terbit. Di tahun ini saya pun akhirnya mengunjungi PICA fest.

Pihak penyelenggara mengatakan acara di tahun ini akan memiliki tiga panggung paling menerang dan berwarna. Saya tidak tahu apa artinya. Ketika di sana saya hanya melihat dua panggung. Mungkin saya melewatkan satu panggung.

Penyelenggara menyatakan lokasi acara lebih luas memungkinkan menampung lebih banyak tenant. Ada 62 brand clothing, 25 tenant makanan, dan 12 komunitas di Bali.

Salah satu hal yang membuat saya enggan mengunjungi PICA Fest adalah area parkir yang tidak memadai. Ketika diadakan di GOR Ngurah Rai, area parker tersebar di berbagai tempat dan membuat macet jalan di sekitar lokasi acara.

Di lokasi baru, tempat parker lebih memadai. Menemukan tempat parker tidaklah sulit, tetapi keluar dari tempat parker cukup sulit terutama untuk pengendara motor. Ketika parkir akan ada motor yang parkir di belakang kita.

Nampaknya pihak yang mengurus parkir kewalahan dengan jumlah pengunjung di malam ketika saya datang.

Saya suka dengan tata lokasi tenant dan panggung. Terkesan lapang dan tidak sesak meskipun pengunjung terus berdatangan. Saya mendapat kesan lokasi acara ditata seperti Coachella atau Tomorrow Land. Saya terkesan.

Ada dua titik pemeriksaan sebelum masuk. Di titik kedua petugas mengatakan tidak boleh membawa masuk minuman. Saya harus menghabiskan seluruh air minum di tumbler saya. Alhasil, selama di dalam saya berusaha untuk menahan kencing karena toilet berada di luar lokasi acara.

Setelah melewati pos pemeriksaan, saya masuk. Area yang pertama saya temui adalah pameran motor. Bukan stand pameran motor Honda atau Yamaha, tapi motor seperti Kawasaki dan Royal Enfield.

Di area ini juga terdapat DJ yang sedang beraksi. Mungkin ini yang dimaksud dengan area panggung ketiga. Di sini hanya terlihat satu orang yang menikmati musik. Orang lain yang berada di area ini hanya duduk dan melihat orang menari. Mungkin mereka menahan kencing seperti saya.

Dua panggung lain adalah PICA Mags dan PICA Fest. Meskipun ada tiga lokasi, suara dari tiga panggung tidak saling menganggu, sehingga pengunjung dapat menikmati musik di panggung pilihan mereka. Saya mengamati pengunjung menikmati musik yang mereka tonton.

PICA Fest kali ini lebih bersih dari sampah plastik.

Fashionable

Pengunjung terlihat dari berbagai usia dari balita, remaja, dewasa, dan yang sudah lebih dewasa dapat menikmati musik yang awalnya saya kita tidak dapat dinikmat oleh masyarakat luas. Saya kira awalnya tidak akan meniknati musik di sini, tetapi saya salah. Saya menikmatinya.

Karena sudah makan, saya tidak mengunjungi area makanan. Jadi saya bisa mengalihkan energi dan uang saya ke tenant pakaian. Mungkin hampir semua tenant pakaian di sini adalah distro. Awalnya saya kira style pakaian seperti baju distro pada umumnya. Berwarna gelap, dengan gambar tengkorak, dan dengan tulisan peringatan tentang hari kiamat.

Ternyata style pakaian yang dijual sangat fashionable. Seperti dan sebagus merek streetwear papan atas. Untuk harga yang ditawarkan, satu toko rata-rata sama dengan yang lain. Rp 80 ribu untuk kaos oblong, Rp 100 ribu untuk kemeja lengan pendek, dan Rp 200 ribu untuk kemeja lengan panjang.

Saya kurang tahu dengan acara tahun sebelumnya, tapi tahun ini MC di salah satu penggung mengatakan bahwa acara ini mendukung gerakan ramah lingkungan dan bebas kantong plastik. Saya tidak melihat adanya kantong plastik, meskipun baju yang dijual masih dibungkus dengan plastik.

Stand Earth Hour seperti menegaskan bahwa acara ini memang mendukung gerakan ramah lingkungan. Namun, stand earth hour terletak di pojok dan terlihat remang-remang sehingga tidak menarik untuk dikunjungi.

Satu stand yang cukup menarik adalah milik STD Bali. Di sini kita bisa berfoto dalam ruangan kecil. Foto yang dihasilkan akan membuat kita terlihat seperti action figure yang masih dalam kemasan.

Saya sangat menikmati kunjungan saya di PICA Fest 2019. Saya menikmati musiknya, pakaian yang dijual, dan suasana acaranya. Saya ingin kembali mengunjungi PICA fest berikutnya.

Jika Anda ingin menikmati musik, berbelanja pakaian yang trendi, dan bersenang-senang, saya merekomendasikan Anda untuk mengunjungi PICA fest.