• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Tuesday, January 13, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Berita Utama

Selamat Jalan, Pagar Manurung…

Agustinus Wibowo by Agustinus Wibowo
22 May 2012
in Berita Utama, Kabar Baru, Sosok
0
1

Salah satu jurnalis senior di Bali berpulang. Pagar Manurung, wartawan Harian NusaBali, tersebut meninggal Minggu kemarin di Denpasar. Anggota Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Denpasar ini menghembuskan napas terakhir setelah mengalami kanker otak.

NusaBali, media tempat mantan aktivis tersebut, menulis bagaimana profil wartawan yang dikenal suka bercanda ini. Berikut adalah tulisan yang diambil dari catatan NusaBali di Facebook. Kami ambil untuk menghormati salah satu kawan kami di Bali.

—

NusaBali berduka menyusul meninggalnya Pagar Manurung, 38, salah satu wartawan senior di harian ini, meninggal dunia. Sososk jurnalis yang dikenal sebagai wartawan ‘segala medan’ ini menghembuskan napas terakhir di Ruang ICU RS Sanglah, Denpasar, Minggu (20/5) pukul 15.00 Wita, akibat digerogoti penyakit kanker otak.

Sebebum menghembuskan napas terakhir, Pagar Manurung lebih dari sebulan dirawat di RS Sanglah. Bahkan, wartawan yang terakhir kali bertugas di Kabupaten Jembrana ini sempat menjalani tindakan operasi, dua pekan lalu. Namun, nyawanya tetap tak tertolong, karena menurut dokter yang menanganinya di RS Sanglah, penyakit sudah menjalar ke seluruh tubuhnya.

Wartawan yang dikenal kocak namun serius dalam menjalankan tugas ini berpulang buat selamanya dengan meninggalkan seorang istri, Ida Pidada bin Tata Sukarta, 31, serta dua anak perempuan yang masih balita: Ratu, 3, dan Rani, 1,5.

Jenazah Pagar Manurung telah dibawa dari RS Sanglah ke rumah duka di Kota Negara, kemarin petang sekitar pukul 18.15 Wita. Pemberangkatan jenazah almarhum dari RS Sanglah ke rumah duka didamping sang istri yang menangis terus, manajemen NusaBali, serta beberapa jurnalis dari media lain yang tergabung di AJI. Rencananya, jenazah almarhum akan dimakamkan di Makam Kuburan Asallam, Desa Loloan Timur, Kecamatan Negara, Jembrana, Senin (21/5) ini.

Jauh sebelum masuk rumah sakit dan akhirnya meninggal dunia, Pagar Manurung tidak pernah mengeluhkan penyakit apa pun. Sampai akhirnya alumnus Undiksha Singaraja ini mengajukan cuti panjang ke manajemen NusaBali per 28 Oktober 2012 lalu. Alasan cutinya kala itu, untuk kepentingan berobat.

Dari situ, rekan-rekan di NusaBali dan media lain kemudian tahu kalau Pagar Manurung menderita penyakit yang sangat berbahaya yakni kanker otak. Awalnya, sekitar empat bulan lalu, almarhum diminta pihak manajemen untuk opname saja di RS Sanglah. Almarhum pun menurut.

Namun, hanya sepekan dirawat di RS Sanglah, Pagar Manurung memilih untuk pulang paksa. Dia kemudian pilih dirawat di rumah saja, sambil beruaha pula menempuh pengobatan alternatif. “Tiba-tiba, Pagar Manurung bersama istri dan anaknya sudah di kantor malam-malam, mengaku pulang sendiri karena tidak kerasan di rumah sakit,” kenang Pemimpin Redaksi NusaBali, I Ketut Naria.

Namun, karena penyakitnya semakin parah, Pagar Manurung akhirnya kembali di¬bawa ke RS Sanglah untuk kedua kalinya sekitar akhir Maret 2012 lalu. Selama dirawat di sini, Pagar Manurung selalu berusaha untuk menampakkan kesan sehat, agar istri dan kedua anaknya yang masih balita tidak khawatir.

“Dia (Pagar Manurung) memang orangnya begitu, tidak pernah mengeluh tentang sakitnya,” ujar sang istri, Ida Pidana bin Tata Sukarta. Hal senada juga diakui salah satu perawat yang menangani almarhum di RS Sanglah. “Dia memang tidak pernah mengeluh. Kalau kita tanya sakitnya, dia selalu bilang tidak ada yang sakit,” kata perawat tadi.

Pagar Manurung sendiri gabung ke NusaBali sejak tahun 2000, memulai karier dari calon reporter. Bakatnya sebagai jurnalis langsung kelihatan beberapa bulan setelah rekrutmen, hingga kemudian diangkat menjadi karyawan organik.

Almarhum dikenal sebagai wartawan segala medan dan semua situasi. Dia sempat berpindah-pindah pos penugasan. Pagar Manurung sempat lama ditugasi di Kabupaten Buleleng, kemudian di Kabupaten Bangli, dan terakhir di Kabupaten Jembrana.

“Selama 12 tahun bekerja sebagai jurnalis NusaBali, almarhum Pagar Manurung menjalankan betul empat komitmen wartawan Indonesia,” jelas Ketut Naria. Empat komitmen dimaksud: kepentingan profesi nomor satu, siap kerja 24 jam sehari dan 7 hari dalam sebulan, siap ditempatkan di mana saja, serta setia kepada nurani.

Bahkan, sedang ambil cuti sekalipun, jika ada kejadian penting di wilayah yang jadi tanggung jawab tugasnya, Pagar Manurung berusaha mencovernya. Tak jarang, almarhum mampu bikin berita headline tatkala sedang izin tidak kerja. Itu semua dilakukan karena panggilan sebagai seorang jurnalis.

“Kami sangat kehilangan salah satu tenaga yang paling andal,” imbuh Peimpin Umum NusaBali, Gede Muliarsana. Di mata Gede Muliarsana, Pagar Manurung merupakan wartawan yang tangguh, tulisannya tajam dan cerdas. “Dia tidak pernah menolak tugas. Bahkan, setahun lalu, dia sempat mengcover tiga wilayah sekaligus,” lanjut Muliarsana.

Kini, setelah Pagar Manurung berpulang buat selamanya karena serangan kanker otak, kita semua hanya bisa mengenang kerja keras, komitmen, dedikasi, dan loyalitas almarhum terhadap institusi dan profesinya. Hanya satu kalimat yang bisa kita antarkan buat almarhum: Selamat Jalan, Kawan! [b]

Keterangan: foto diambil dari Facebook Mbak Mari Mar.

Tags: MediaSosok
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Agustinus Wibowo

Agustinus Wibowo

Jurnalis, reporter, fotografer sekaligus redaktur di Harian Umum NusaBali. Dia ingin menyumbang pikiran, ide dan reportase di portal ini.

Related Posts

Ini Kisahmu: Ni Pollok Gadis Bali

Ini Kisahmu: Ni Pollok Gadis Bali

14 July 2023
Inilah Lima Terbaik Media Warga. Tentukan Pilihanmu!

Inilah Lima Terbaik Media Warga. Tentukan Pilihanmu!

17 May 2021
Ketut Ismaya

Mantan Preman dan Suka Dukanya

2 December 2020
Menggunakan Kesenian untuk Mengatasi Krisis Lingkungan

Menggunakan Kesenian untuk Mengatasi Krisis Lingkungan

1 December 2020
Mendengar Franky, Membangun Asa di Masa Pandemi

Mendengar Franky, Membangun Asa di Masa Pandemi

18 April 2020
“Juru Ukur Tanah” yang Mengoleksi Sepatu Mahal

“Juru Ukur Tanah” yang Mengoleksi Sepatu Mahal

6 June 2019
Next Post
Pameran Patung “Biasa”: Dag Dug Plong

Pameran Patung "Biasa": Dag Dug Plong

Comments 1

  1. Quratu Manurung says:
    8 years ago

    Selamat jalan papa

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Para Perempuan Petani yang Perjuangkan Hak Tanah

Desa Bukan Ruang Kosong: Membaca Koperasi Merah Putih dari Bali

13 January 2026
Canggu: Puisi dan Kisah Perjalanan

Ubud vs Canggu sebagai Metafora Konflik Internal Diri

12 January 2026
Memulai Kawasan Rendah Emisi di Bali

Memulai Kawasan Rendah Emisi di Bali

11 January 2026
Subak kini Hanya Dilihat sebagai Objek Wisata bukan Sosio Ekologis

Subak kini Hanya Dilihat sebagai Objek Wisata bukan Sosio Ekologis

10 January 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia