• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Thursday, February 12, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Kabar Baru

Ribuan Pengunjung di Ubud Food Fest 2022

Gustra Adnyana by Gustra Adnyana
28 June 2022
in Kabar Baru, Kuliner
0
0
UFF22_WayanMartino

Ubud Food Festival mengenyangkan 8000 pencinta kuliner dari 24-26 Juni saat kembalinya festival di tahun keenam meskipun kondisi cuaca menantang.

Tiga hari penuh chef, pencinta makanan, industri dan pakar kuliner berhasil dibuai oleh acara-acara menarik dan luar biasa dari Ubud Food Festival yang telah diselenggarakan 24-26 Juni di Ubud, Bali. Keragaman kuliner Indonesia yang mengagumkan dan masa depan dunia kuliner yang menjanjikan menjadi pusat perhatian tahun ini. Sebuah bukti meningkatnya status kuliner Indonesia yang telah diperjuangkan oleh UFF selama beberapa tahun terakhir.

Di Taman Kuliner, pusat dari acara festival, pengunjung benar-benar dibuai oleh kelezatan berbagai kuliner dengan 80 bisnis kuliner menjajakan makanan dan minuman. Di panggung Teater Kuliner, belasan chef dari berbagai pulau dan mancanegara hadir memamerkan hidangan spesial mereka dan menarik perhatian pengunjung di setiap sesi. Para ikon kuliner seperti Petty Elliott, Lisa Sibagariang dan William Salim tampil memukai pengunjung.

Sedangkan di Masterclass, sesi lokakarya para pencinta kuliner dimanjakan dengan berbagai hidangan klasik seperi Fernando Sindu dengan oncomnya, dan Ayu Gayatari dengan hidangan Bali Utara dengan kelornya. Lalu Andrew Walsh menantang pengunjung dengan teknik istimewanya merebus salmon dan melapisi dengan kemahirannya.

Sementara di Pojok Food for Thought, diskusi dibuka oleh tokoh kuliner seperti Wiliiam Wongso, Helianto Hilman dan Ragil Imam Wibowo berbagai tentang makanan memori masa kecil yang merefleksikan kecintaan mereka memasak sejak kecil. Diskusi mengenai perikanan dan pertanian berkelanjutan, pejuang lingkungan Bali, dan cerita-cerita tentang kuliner lainnya yang membahas tema festival. Pengunjung juga bertemu dengan pahlawan lingkungan seperti Made Janur Yasa dan AA Gede Agung Wedhatama bersama lainnya.

Program Pemutaran Film festival ini menghadirkan serangkaian film dokumenter yang menyoroti dan merayakan sejarah kuliner Indonesia yang unik. Pencinta kuliner mengalami perjalanan budaya yang beragam tanpa harus meninggalkan tempat duduk mereka, mulai dari ‘Arak Made in Bali’ dari Now Bali!, hingga seri Vision+ ‘Once Upon a Time in Chinatown’ dan perayaannya yang menghangatkan hati dari pecinan di Jakarta dan restoran ikonik yang dikelola keluarga, hingga dokumentasi yang kaya akan nilai-nilai budaya Minangkabau dalam ‘Alam Takambang Jadi Guru’ dan sesi diskusi yang didukung oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

Menjalin hubungan baru antara chef lokal hingga luar Asia Tenggara, Special Event UFF menampilkan kolaborasi dinamis di beberapa restoran terkenal di Ubud. Di Donna Ubud berkumpul bersama Chefs Amy Baard, Melissa Palinkas, dan Filipino Liquid Maestro Kalel Demetri untuk menyajikan menu cocktail dan hidangan yang luar biasa. Chef Andrew Walsh bersama Chef Nic Vanderbeeken, Maxie Millian, dan Dayu Chintya menyajikan hidangan makan malam mewah yang tidak terlupakan dalam kolaborasi restoran Apéritif x Cure. Menghadirkan pula kolaborasi eksklusif dengan Plataran Ubud Hotel & Spa di mana Chef Petty Elliott memimpin sebuah perayaan akbar hidangan tradisional Indonesia yang dikumpulkan dari relief Borobudur, Labuan Bajo, Sulawesi dan Manado.

“Tanggapan dari pengunjung festival, sponsor, dan relawan sangat positif, dengan banyaknya pencinta kuliner yang berbagi kegembiraan karena dapat berkumpul kembali untuk berpesta,” kata pendiri dan direktur Janet DeNeefe. “Ini menunjukkan perlunya acara semacam ini, di mana orang-orang dari semua lapisan masyarakat berkumpul kembali dan merayakan apa yang membuat Ubud menjadi tempat yang istimewa dan tujuan bagi pencinta kuliner di Indonesia.”

kampungbet

Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Gustra Adnyana

Gustra Adnyana

Gustra Adnyana adalah seorang creative & art director, event, dan festival programmer yang lahir, besar, dan tinggal di Ubud, Bali. Sangat aktif dalam seni sastra dan visual, mendedikasikan waktu luangnya untuk membantu seniman, penulis, dan kreator lainnya dalam membuat kegiatan seni.

Related Posts

Catcalling bukan Pujian, Ketika Ruang Publik tak Lagi Aman Bagi Perempuan

Catcalling bukan Pujian, Ketika Ruang Publik tak Lagi Aman Bagi Perempuan

10 February 2026
Melindungi Sawah, Mempertahankan Jati Diri Bali

Bali untuk Belajar, tapi tidak bagi Anak-anaknya

9 February 2026
Respon Anak Muda soal Museum Bali dan Asesmen Nol Kilometer Kota di Jalan Jalin

Respon Anak Muda soal Museum Bali dan Asesmen Nol Kilometer Kota di Jalan Jalin

8 February 2026
Clicktivism: Memaknai Kembali Demokrasi di Ruang Digital

Clicktivism: Memaknai Kembali Demokrasi di Ruang Digital

7 February 2026
Ahli Tegaskan Bahaya Pengecualian Wajib Amdal dalam Sidang Gugatan Petani Batur

Ahli Tegaskan Bahaya Pengecualian Wajib Amdal dalam Sidang Gugatan Petani Batur

7 February 2026
Perlawanan Kebijakan Politik dalam Karya Seni Ogoh-Ogoh 2025

Banjar, Ogoh-ogoh, dan “Gaya gagah, pesu kapah, mani mati kanggoang kremasi”

6 February 2026
Next Post
Amisewaka, Pusat Pendidikan Vokasi Baru di Desa Les

Amisewaka, Pusat Pendidikan Vokasi Baru di Desa Les

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Catcalling bukan Pujian, Ketika Ruang Publik tak Lagi Aman Bagi Perempuan

Catcalling bukan Pujian, Ketika Ruang Publik tak Lagi Aman Bagi Perempuan

10 February 2026
Melindungi Sawah, Mempertahankan Jati Diri Bali

Bali untuk Belajar, tapi tidak bagi Anak-anaknya

9 February 2026
Respon Anak Muda soal Museum Bali dan Asesmen Nol Kilometer Kota di Jalan Jalin

Respon Anak Muda soal Museum Bali dan Asesmen Nol Kilometer Kota di Jalan Jalin

8 February 2026
Clicktivism: Memaknai Kembali Demokrasi di Ruang Digital

Clicktivism: Memaknai Kembali Demokrasi di Ruang Digital

7 February 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia