• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Sunday, July 19, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Gaya Hidup Agenda

Rembug Rakyat: Bersatu Melawan Perdagangan Hutan

Luh De Suriyani by Luh De Suriyani
8 December 2007
in Agenda, Budaya, Kabar Baru
0
0

Oleh Luh De Suriyani

Sejumlah komponen masyarakat sipil nasional dan internasional menyatakan solidaritasnya untuk menolak skema perdagangan karbon yang tengah didesakkan negara maju ke negara berkembang seperti Indonesia di sidang UNFCCC Nusa Dua.

Demikian salah satu bunyi deklarasi solidaritas rakyat yang dibacakan pada Rembug Rakyat, bagian dari Parade Budaya untuk Keadilan Iklim, di Wantilan DPRD Bali, 8 Desember kemarin.

Sekitar 1000 komponen nasyarakat adat, nelayan, petani, pemuda, kelompok perempuan, dan masyarakat lainnya berkumpul di Wantilan DPRD untuk mengkritisi isu-isu yang dirundingkan di meja konferensi UNFCCC. Tak hanya dari Bali, sebagian peserta rembug rakyat datang dari Bandung, Sidoarjo, Jogja. Selain itu bergabung juga komunitas internasional seperti La Via Campesina, jaringan petani internasional, Friends of The Earth, dan Third World Network, jaringan anti globalisasi.

“Penyelamatan iklim bisa dilakukan jika rakyat diberikan hak untuk mengelola tanahnya sendiri, bukan oleh negara yang akhhirnya diperdagangkan,” kata Sumeri dari Serikat Petani Seluruh Indonesia. Petani kini gelisah dengan kemungkinan dikuasainya tanah-tanah pertanian dan hutan karena skema perdagangan karbon sebagai salah satu isu yang dibicarakan dlam UNFCCC untuk mengurangi pemanasan global.

Jaya, perwakilan nelayan dari Balikpapan juga mengeluh karena hutan mangrove di Kalimantan Timur banyak dibabat untuk dijadikan jalur pelayaran. “Para nelayan banyak yang marah karena perahu rusak akibat kecelakaan dengan kapal-kapal besar,” tambah Jaya.

Suasana rembug rakyat berlangsung riuh karena silih berganti berebutan menyuarakan ketertindasannya kibat kebijakan lingkungan yang salah di Indonesia. Masing-masing komunitas juga tampil dengan atribut kampanyenya sendiri. Seperti kelompok perempuan untuk keadilan iklim yang mengusung spanduk mengadvokasi keterwakilan perempuan dalam penyelamatan lingkungan.

Rembug Rakyat ini diorganisir oleh Bali Kolaborasi for Climate Change. Terdiri dari sekitar 30 kelompok masyarakat seperti Walhi Bali, Yayasan Wisnu, PPLH Bali, Sloka Institute, Mapala UNHI, daln lainnya.

Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Luh De Suriyani

Luh De Suriyani

Ibu dua anak lelaki, tinggal di pinggiran Denpasar Utara. Anak dagang soto karangasem ini alumni Pers Mahasiswa Akademika dan Fakultas Ekonomi Universitas Udayana. Pernah jadi pemimpin redaksi media advokasi HIV/AIDS dan narkoba Kulkul. Menulis lepas untuk Mongabay.

Related Posts

Membaca Series Nature Crime Mongabay: Seberapa Jahat Manusia kepada Alam?

Membaca Series Nature Crime Mongabay: Seberapa Jahat Manusia kepada Alam?

17 July 2026
AMSI Minta Majelis Hakim Nyatakan Gugatan tidak dapat Diterima atas Kasus Perdata 4 Media

AMSI Minta Majelis Hakim Nyatakan Gugatan tidak dapat Diterima atas Kasus Perdata 4 Media

16 July 2026
Kitab yang Ditulis Alam: Membaca The Sacred Text of Padma Karya Sumino dan Sarah Kasuhardi

Kitab yang Ditulis Alam: Membaca The Sacred Text of Padma Karya Sumino dan Sarah Kasuhardi

16 July 2026
Konservasi Kawasan Pura dan Budidaya melalui Bambuloka dari Yayasan Bambu Lestari

Konservasi Kawasan Pura dan Budidaya melalui Bambuloka dari Yayasan Bambu Lestari

16 July 2026
Keamanan Holistik Jadi Kunci Perlindungan Kelompok Rentan

Keamanan Holistik Jadi Kunci Perlindungan Kelompok Rentan

15 July 2026
Di Balik Proyek PSEL Bali: Hantu Kegagalan Masa Lalu dan Ancaman Masa Depan

Insinerasi PSEL di Bali Diklaim Nol Emisi

15 July 2026
Next Post

UNFCCC ala Republik Mimpi

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Membaca Series Nature Crime Mongabay: Seberapa Jahat Manusia kepada Alam?

Membaca Series Nature Crime Mongabay: Seberapa Jahat Manusia kepada Alam?

17 July 2026
AMSI Minta Majelis Hakim Nyatakan Gugatan tidak dapat Diterima atas Kasus Perdata 4 Media

AMSI Minta Majelis Hakim Nyatakan Gugatan tidak dapat Diterima atas Kasus Perdata 4 Media

16 July 2026
Kitab yang Ditulis Alam: Membaca The Sacred Text of Padma Karya Sumino dan Sarah Kasuhardi

Kitab yang Ditulis Alam: Membaca The Sacred Text of Padma Karya Sumino dan Sarah Kasuhardi

16 July 2026
Konservasi Kawasan Pura dan Budidaya melalui Bambuloka dari Yayasan Bambu Lestari

Konservasi Kawasan Pura dan Budidaya melalui Bambuloka dari Yayasan Bambu Lestari

16 July 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia