• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Saturday, May 9, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Kabar Baru

Reklamasi Teluk Benoa antara Jerinx dan Wiana

Dudik Mahendra by Dudik Mahendra
31 October 2015
in Kabar Baru, Sosok
0
0

aksi-forbali-02

Menolak tanpa data akurat tentu wajar dicurigai sebagai gerakan liar.

Apalagi mereka yang menolak reklamasi Teluk Benoa digawangi anak muda yang tidak jelas dasar keilmuannya. Bagaimana mungkin mampu memberikan analisis memadai tentang dampaknya.

Analisis dampak lingkungan tidak mungkin diberikan oleh mereka yang kuliahnya tidak tamat, apalagi jurusannya sastra.

Yup, I Gede Ari Astina atau Jerinx atau JRX memang tidak kuliah di jurusan lingkungan. Dia adalah anak muda yang mengisi hidupnya menurut pasion-nya. Dia mampu menjawab tantangan hidup lewat bermusik.

Sejak SMA, menurut salah satu teman sekelasnya Susanti, Jerink sudah menyatakan minatnya pada musik. Ketika ditanya cita-citanya saat pelajaran bahasa Inggris, jawabannya adalah menjadi pemusik.

Saya kebetulan pernah satu almamater saat di SMA dulu dengan Jerinx. Masih ingat dia sudah tampil menggebuk drumnya di acara-acara sekolah. Masih ingat pula ketika tahun 1995/1996 mengambil drum set di rumahnya di Kuta untuk dibawa ke kampus Fakultas Sastra Universitas Udayana (Unud).

Ketika itu SID tampil dalam acara musik di kampus tentunya tanpa dibayar, meskipun nama SID sudah mulai diperhitungkan saat itu.
Mungkin karena salah satu personil SID, Eka adalah anak sastra Inggris Unud juga menjadi salah satu faktor gratis itu.

Sikap Jerinx yang sangat humble ketika membantu memindahkan drum ke pick up dan begitu juga membantu kembali menurunkannya saat hendak kami kembalikan memberikan gambaran sekilas bahwa anak muda yang badannya penuh tato ini cukup baik. Dari idealisme hidup ataupun bertutur dengan orang yang tidak dikenalnya.

Tetapi mencurigai Jerinx sebagai antek asing, sebagaimana disampaikan I Ketut Wiana, begitu pula menyamakan semua anak-anak muda yang turun ke jalan menolak reklamasi Teluk Benua sebagai antek-antek asing tentu sangat wajar dicurigai dikeluarkan oleh orang yang, tidak saja dasar keilmuannya yang berantakan tetapi nurani keilmuannya pun boleh diperdebatkan.

Saya pernah bertemu dengan Wiana dan beberapa kali membaca tulisannya. Dia seorang tua yang bergelut dengan teks-teks keagamaan. Ulasannya sering muncul di koran lokal, Majalah Hindu dan memberi kuliah tentang agama di institut keagamaan di Bali. Sudah menyandang gelar akademis yang tertinggi di bidang keilmuannya.

Menulis sekaligus memberikan ceramah tentang Tri Hita Karana adalah keahliannya. Sebagai orang yang telah menyelesaikan S3, tentu berbicara apalagi memberikan pernyataan kepada media haruslah memenuhi kaidah keilmuan. Menyatakan revitalisasi berbasis reklamasi adalah sangat diperlukan oleh Teluk Benoa untuk menyelamatkan lingkungannya sangat memalukan bagi seorang doktor!

Sebelumnya ada tulisannya dalam sebuah buku yang mengulas tentang Tri Hita Karana termasuk melawan investor yang hendak merusak Bali. Tentu sangat kontradiktif dengan dukungannya terhadap perusakan alam di teluk Benoa.

Ada apakah ini?

Tidak salah kalau kemudian saya mengambil asumsi bahwa telah terjadi negosiasi yang berhasil membeli idealisme seorang Wiana. Dan ketika asumsi itu muncul di kepala saya, maka sirnalah segala hormat dan bangga saya pada seorang Wiana.

Sementara asumsi saya terhadap Jerinx semakin nyata. Salut dengan seluruh jempol. Hanya saja komparasi ini semakin meneguhkan persepsi saya, bahwa telah terjadi kesalahan besar dalam sistem pendidikan kita, nilai-nilai telah hancur berantakan.

Sebagaimana yang dipertontonkan oleh anak punk n rock dengan tubuh bertato dengan bicara yang keras dan seorang tua agamawan dengan destar putih penuh ayat-ayat suci.

Rencana reklamasi semakin memperlihatkan jati diri kita sebagai manusia-manusia Bali.

Apakah kita manusia yg rela menjual ibu pertiwi ataukah kita adalah anak-anak ibu pertiwi yang dengan sadar akan siap membela pati demi kehormatan Ibu kita!

Sesetan ada dalam barisan penentang reklamasi Teluk Benoa!!! [b]

Tags: LingkunganSosokTeluk Benoa
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Dudik Mahendra

Dudik Mahendra

Seorang bapak dari tiga anak yang baik. Pernah belajar di Fakultas Sastra Universitas Udayana Bali. Warga Banjar Tengah Sesetan, Denpasar.

Related Posts

Ketika Letusan Batur Lima Kali Lipat dari Gunung Agung: Bali Pernah Kosong dari Manusia?

Ketika Letusan Batur Lima Kali Lipat dari Gunung Agung: Bali Pernah Kosong dari Manusia?

3 May 2026
Generasi Muda Bali Mewarisi Utang dan Krisis Lingkungan

Generasi Muda Bali Mewarisi Utang dan Krisis Lingkungan

1 May 2026
IAGI Bali Selidiki Lereng Kritis di Lokapaksa Ancam Puluhan Warga

IAGI Bali Selidiki Lereng Kritis di Lokapaksa Ancam Puluhan Warga

29 April 2026
Sampah Plastik Ancam Padang Lamun Bali

Sampah Plastik Ancam Padang Lamun Bali

22 April 2026
Compost Bag Dipilih sebagai Solusi Pengolahan Sampah Organik Rumah Tangga

Pemkot Denpasar Rencanakan Distribusi 176 Ribu Compost Bag pada 2026

19 April 2026
Banjar Saraswati Mengurai yang Tersisa, Menyemai yang Bermakna

Banjar Saraswati Mengurai yang Tersisa, Menyemai yang Bermakna

7 April 2026
Next Post
Rekonsiliasi Peristiwa 1965 ala Warga Desa

Rekonsiliasi Peristiwa 1965 ala Warga Desa

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Nelayan di Danau Batur Kehilangan Pekerjaan Akibat Red Devil

Nelayan di Danau Batur Kehilangan Pekerjaan Akibat Red Devil

8 May 2026
Mahasiswa Pilih Nugas di Cafe, Perpus Sepi

Mahasiswa Pilih Nugas di Cafe, Perpus Sepi

8 May 2026
Diskusi Kolonialisme di Nobar Film Pesta Babi

Diskusi Kolonialisme di Nobar Film Pesta Babi

7 May 2026
Angkat Topi Buat Wanita, Khususnya Wanita Bali

Orang Bali jadi Objek Perencanaan Pariwisata

6 May 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia