• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Monday, May 25, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Kabar Baru

Rantau di Bali #CitizenJournalismAward

Agung Yudha by Agung Yudha
5 October 2016
in Kabar Baru, Video
0
1

Bali, sebuah pulau yang diklaim sebagai surga terakhir.

Sebuah batas yang dekat dengan utopia. Setidaknya itu yang dikatakan oleh Geoffrey Gorer dalam bukunya, Bali and Angkor, Or Looking at life and Death yang terbit pertama pada 1936.

Bali menjadi sangat ramah pada dunia. Layaknya kartu pos yang menunjukkan Bali sebagai tempat menyenangkan untuk dikunjungi. Berbagai kearifan lokal menjadi penyangga kehidupan dan, untungnya, hal ini juga digemari oleh para pendatang. Hal ini juga yang menjadikan Bali sebagai batas pergumulan nilai lokal dan global. Setidaknya secara subjektif saya melihatnya.

Bali menjadi dikenal dan juga menjadi magnet penduduk Nusantara. Tidak hanya turis, saudara kita di luar daerah banyak juga yang ingin merasakan sensasi tinggal di Bali. Berbagai alasan kedatangan yang bermuara pada hal positif yang ingin didapatkan di Bali menjadi utama. Semua kini dapat menikmati Bali. Tanpa terkecuali.

Bali yang semakin besar membawa berita baru. Pergolakan nilai kadang menghasilkan hasil yang berdampingan. Baik buruk. Kita, ya, kita semua kadang terlena oleh kebesaran nama. Merasa senang akan posisi Bali di mata Indonesia maupun dunia. Bagai melihat dari menara gading, hal disekitar mencuat menjadi tidak terlihat.

Terkadang kita perlu mendengar suara mereka. Pada orang yang peduli pada Bali. Karena mungkin saja, bagi mereka, Bali adalah rumah. Seperti saya mengutip kalimat seorang kawan, Made Dwicahyana Putra, “Mungkin untuk beberapa orang, rumah adalah tempat dimana mereka merasa nyaman untuk tinggal, dan batas negara hanyalah pagar-pagar imajiner yang dibuat untuk mengisi keegoisan beberapa orang”. [b]

Tags: BaliCitizen Journalism Awarddampak pariwisata balidokumenterIndonesiamasyarakatrantauVideoWisatawisata di bali
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Agung Yudha

Agung Yudha

Orang yang suka foto - foto, jalan - jalan dan foto jalanan.

Related Posts

Rekapitulasi Dampak Banjir 24 Februari 2026 di 76 Titik Kejadian

Kota Denpasar Memiliki Banyak Air Hujan tapi Kehilangan Kemampuan Menyimpan

21 May 2026
Danau Yeh Malet: Jejak Gunungapi Maar Purba di Karangasem

Danau Yeh Malet: Jejak Gunungapi Maar Purba di Karangasem

18 May 2026
Mengadopsi AI untuk Membangun Peringatan Dini Bencana

Mengadopsi AI untuk Membangun Peringatan Dini Bencana

9 May 2026
Ketika Letusan Batur Lima Kali Lipat dari Gunung Agung: Bali Pernah Kosong dari Manusia?

Ketika Letusan Batur Lima Kali Lipat dari Gunung Agung: Bali Pernah Kosong dari Manusia?

3 May 2026
Generasi Muda Bali Mewarisi Utang dan Krisis Lingkungan

Generasi Muda Bali Mewarisi Utang dan Krisis Lingkungan

1 May 2026
IAGI Bali Selidiki Lereng Kritis di Lokapaksa Ancam Puluhan Warga

IAGI Bali Selidiki Lereng Kritis di Lokapaksa Ancam Puluhan Warga

29 April 2026
Next Post

Membangun Budaya Nobar dan Kritis terhadap Film

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Pemberdayaan Lalai, Kekayaan Bahari Serangan pun Terkulai

Reklamasi Serangan: Elit Parpol Pecah, Media Terbelah, Masyarakat Tetap Susah

25 May 2026
Memahami Zona Risiko Bencana dengan Data Spasial

Memahami Zona Risiko Bencana dengan Data Spasial

25 May 2026
Ubud Food Festival 2026, Petani dan Nelayan sebagai Penjaga Warisan Pangan

Ubud Food Festival 2026, Petani dan Nelayan sebagai Penjaga Warisan Pangan

24 May 2026
Melampaui Orgy Posmodernisme di Bali: Pembacaan Buku Tri Hita Bencana

Melampaui Orgy Posmodernisme di Bali: Pembacaan Buku Tri Hita Bencana

23 May 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia