
Catatan Muram
Dulu bernapas lega.
Indah berseri gagah menawan.
Hidup bersama dalam ria, tanpa omong kosong.
Terasa damai, tak butuh janji besar karena alam tak pernah ingkar.
Kini penuh sesak sejauh mata memandang, tiap sudut jadi pundi.
Atas nama pembangunan izin pun dibeli diam-diam. Rakyat dibiarkan berjatuhan menjadi
korban.
Menyalahkan badai,
menyalahkan angin,
menyalahkan hujan.
Bagaimana alam tak marah jika tubuhnya terus diperkosa oleh pengecut yang berlindung di
balik bendera proyek “kemajuan”.
Kekuasaan rakus tak bertanggung jawab.
Ia tak membunuh seketika, tapi perlahan.
Seperti bayangan menyelinap dalam malam.
Jika hari ini kita tidak bangkit untuk melawan, maka Ia akan membawa dunia mati lesu dalam
diam.
Oleh:
Elsa Taraniar
Bali, September 2025.







