• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Saturday, April 18, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Kabar Baru

[Pra Bali yang Binal 6] 735: Tergusur

Dewa Keta by Dewa Keta
8 July 2015
in Kabar Baru
0
0

Tergusur

Oleh RagBrurag

Urungkan niat kalian jika ingin melihat karya ini lagi. 

Karya berjudul tergusur dari 735 art memang telah digusur. Karya ini dibuat di antara kesibukannya menjelang Hari Raya Nyepi di wilayah Yangbatu Denpasar.

Seorang dengan sarung meringkuk di gedung tanpa atap.

Lahir dan tumbuh di jantung kota Denpasar, si pembuat karya ini merasakan dan menyaksikan setiap laju perubahan di kotanya.

Seperti lirik lagu yang harus saya nyanyikan sambil lari di setiap sore menyebutkan, wilayah tempat karya ini dibuat adalah jantung kota Denpasar.

Ruang bermain yang selama ini luas sudah mulai sesak. Tidak hanya oleh bangunan-bangunan dan laju penduduk pendatang tetapi juga pertumbuhan penduduk yang terus beranak pinak di wilayah tersebut. Mungkin semua mencoba abai dengan hal tersebut dan mencoba menganggap kesesakan seperti itu sebagai sesuatu yang normal dan wajar.

Keterdesakan ini menjadi mengganggu ketika si seniman dihadapkan pada sebuah kenyataan. Rumah kerabat dekatnya harus berpindah kepimilikan dan dirobohkan. Padahal, rumah itu pernah menjadi bagian dari masa kanak-kanaknya

Letak permasalahan yang mengganggu kesadarannya bukan pada perubahan ruang kota dari lengang menjadi sesak. Bukan pula pada pertumbuhan kota dan laju penduduk. Namun, pada tergusurnya kenangan masa kecil yang penuh dengan cerita dan mengiringinya tumbuh.

Jika manusia adalah makhluk kebiasaan, maka si seniman telah terbiasa melihat rumah itu dengan bentuk dan penghuni yang telah dikenalnya.

Tergusur02

Kebiasaannya selama ini menganggap rumah tersebut sebagai rumah saudara yang bisa dimasuki sesuka hati. Di mana semula setiap penghuninya sudah memilki ikatan personal. Tak hanya berdasarkan hubungan kekerabatan tetapi ikatan tumbuh dan bermain bersama.

Namun, kini dia dipaksa beradaptasi dan membentuk kebiasaan baru untuk menyikapi bentuk fisik, perubahan fungsi dan kepimilikan dari rumah yang dulu milik kerabatnya tersebut.

Tentu ada alasan kenapa rumah itu berpindah kepimilikan atau dijual. Alasan yang hanya diketahui pemilik rumah dan hanya bisa diduga-duga. Dia menjadi kabar burung oleh mereka yang tinggal di sekitarnya.

Alasan keuangan merupakan alasan klasik sebuah aset berpindah tangan. Alasan yang tidak bisa diabaikan di tengah desakan sebuah era yang membuat semua menjadi pemangsa-pemangsa rakus.

Si pemilik rumah pun pergi. Bangunan itu pun menjadi gedung tanpa penghuni, dibongkar secara perlahan oleh si pemilik yang baru.

Sebelum bangunan itu benar-benar rata dengan tanah, 735art ingin melakukan sebuah romantisme kecil. Dia bermain melalui pembuatan karya mural. Salah satunya karya berjudul “Tergusur”.

Tergusur03

Sebuah gambar lelaki meringkuk tanpa mengenakan baju dan hanya mengenakan sarung. Bertelanjang dada dan hanya mengenakan sarung telah menjadi kebiasaan para orang tua di Bali sambil menikmati kopi atau sekadar mengelus-elus ayam jago peliharaan mereka.

Meringkuk merupakan gambaran kekalahan pada keadaan yang menghimpit.

Apa yang dialami oleh 735art dan visual karya muralnya adalah sebuah gambaran kecil tergusurnya ruang-ruang bermain di sekitar rumah kita. Dalam konteks lebih besar bagaimana laju perubahan Bali yang sudah semakin menggila. Bagaimana secara perlahan tapi pasti sedikit demi sedikit tanah atau bangunan yang memiliki nilai nostalgia dengan masa kecil kita telah berubah kepemilikan, berubah bentuk dan berubah fungsi.

Ini adalah sebuah penggambaran bagaimana ketidaksanggupan mempertahankan ruang-ruang bermain dari berbagai kebutuhan dan godaan material yang menggiurkan dan memerangkap kita.

Sesekali cobalah melihat tempat-tempat yang menjadi halaman bermaian kalian dahulu. Kalian akan terkejut melihat perubahannya. Seterkejut saya ketika tiba-tiba pulang dan mendapati bagai mana sawah-sawah di atas mata air subak kami (tempat kami biasa berenang) telah berubah menjadi tanah kapling yang siap dibangun menjadi perumahan padat. [b]

Tags: AgendaBali yang BinalDenpasarKomunitasSeni
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Dewa Keta

Dewa Keta

Related Posts

Banjar Saraswati Mengurai yang Tersisa, Menyemai yang Bermakna

Banjar Saraswati Mengurai yang Tersisa, Menyemai yang Bermakna

7 April 2026
Sidang Perdana Aktivis karena Konten Medsos

Sidang Perdana Aktivis karena Konten Medsos

26 March 2026
Ruang Healing di Pesisir yang Berubah

Mendamaikan Nyepi dan Takbiran di Bali 2026

16 March 2026
Di Balik Panggung Seni: Cerita Diskriminasi dan Perjuangan Pekerja Ragam Gender di Ekosistem Kreatif

Di Balik Panggung Seni: Cerita Diskriminasi dan Perjuangan Pekerja Ragam Gender di Ekosistem Kreatif

19 December 2025
Inilah Panduan Nyepi Tanpa Internet Tahun Ini

Tersingkir di Tanah Sendiri

12 November 2025
Ketimpangan Ruang dan Kelas di Pasar Badung

Ketimpangan Ruang dan Kelas di Pasar Badung

21 October 2025
Next Post
Gunung Raung Meletus, Bandara Ngurah Rai Ditutup

Gunung Raung Meletus, Bandara Ngurah Rai Ditutup

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Pekerja Luar Ruangan Berisiko Tinggi Heat Stress ketika Panas Ekstrem

Pekerja Luar Ruangan Berisiko Tinggi Heat Stress ketika Panas Ekstrem

18 April 2026
[Matan Ai] Bali dan Pembusukan Pembangunan

Bali dan Histeria Festival

17 April 2026
Pulau Bali pun Rentan Tenggelam

El Niño “Godzilla”: Ketika Monster Iklim Mengancam Pulau Dewata

16 April 2026
Risiko Kesehatan ketika Marak Pembakaran Sampah Terbuka

Risiko Kesehatan ketika Marak Pembakaran Sampah Terbuka

15 April 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia