• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Sunday, March 15, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Berita Utama

Rakyat Bali Tantang Politisi yang Mengaku Tolak Reklamasi

Suriadi Darmoko by Suriadi Darmoko
26 July 2017
in Berita Utama, Lingkungan
0
0
Aksi Bali Tolak Reklamasi di depan kantor Gubernur Bali Juli 2017. Foto Anton Muhajir.

Menjelang Pilgub Bali, mendadak banyak politisi mengaku menolak reklamasi.

Tantangan kepada para bakal calon Gubernur Bali itu disampaikan secara terbuka di depan kantor Gubernur Bali pada Rabu, 26/7. Siang tadi Forum Rakyat Bali Tolak Reklamasi Teluk Benoa (ForBALI) bersama Pasubayan Desa Adat/Pakraman Bali Tolak Reklamasi Teluk Benoa kembali melakukan aksi tolak reklamasi Teluk Benoa.

Massa berasal dari Desa Adat dan Komunitas terlibat dalam aksi yang dimulai sekitar pukul 14.30 Wita. Mereka berkumpul di parkir timur lapangan Renon dan melakukan pawai menuju Kantor Gubernur Bali.

Kendati bersamaan dengan banyaknya upacara pernikahan maupun pengabenan, massa aksi tetap tumpah ruah. Ribuan orang terlibat ikut aksi penolakan reklamasi Teluk Benoa.

Penolakan terhadap rencana reklamasi Teluk Benoa sudah beranjak meninggalkan tahun keempat dan memasuki tahun kelima. Sampai saat ini baik pihak Gubernur Bali maupun DPRD Bali tidak mengambil tindakan apapun untuk memperjuangkan aspirasi rakyatnya yang terus berjuang menuntut penghentian rencana reklamasi Teluk Benoa.

Di tengah ketidakjelasan sikap pemerintah daerah tersebut, tiba-tiba jelang pemilihan Gubernur Bali pada 2018 nanti, sejumlah politisi yang berambisi berkuasa tiba-tiba menyatakan menolak reklamasi Teluk Benoa.

Sikap dadakan para politisi yang mendadak tolak reklamasi tersebut oleh ForBALI dipandang sebagai sikap pragmatis para politisi. Mereka mengikuti nalar publik hanya untuk menaikkan elektabilitas mereka jelang pemilihan Gubernur Bali pada tahun 2018.

Wayan Gendo Suardana, Koordinator ForBALI, saat orasi di depan kantor Gubernur mengatakan politisi-politisi yang ikut dalam pemilihan politik kekuasaan, mau tidak mau, suka tidak suka harus ikut nalar publik menolak reklamasi Teluk Benoa untuk mendongkrak elektabilitasnya.

“Itulah yang menyebabkan beberapa politisi termasuk Wakil Gubernur Bali harus melempar isu bahwa mereka menolak reklamasi Teluk Benoa,” ujarnya.

Tuntutan salah satu peserta aksi Bali Tolak Reklamasi di depan kantor Gubernur Bali. Foto Anton Muhajir.

Gendo mengatakan bahwa Wakil Gubernur Bali, Bupati Tabanan dan para politisi yang menyatakan menolak reklamasi Teluk Benoa harus dipercaya karena itu fakta. Tetapi ia lebih percaya bahwa mereka benar-benar menolak reklamasi Teluk Benoa bukan hanya untuk kepentingan politik pragmatis jika mereka menggunakan kewenangannya untuk membantu rakyat menolak reklamasi Teluk Benoa.

“Kalau hanya ngomong tolak reklamasi, kita tidak butuh omongan merek,” kata Gendo.

Menurutnya, yang kita butuhkan mereka sebagai pimpinan-pimpinan daerah adalah menggunakan kewenangannya untuk membantu rakyat menolak reklamasi Teluk Benoa. Mereka memegang kewenangan untuk bersurat kepada pemerintah pusat untuk membatalkan reklamasi Teluk Benoa termasuk mencabut Perpres Nomor 51 Tahun 2014.

Bendesa Adat Kuta I Wayan Swarsa juga mengatakan bahwa calon-calon pemimpin Bali yang menolak reklamasi Teluk Benoa adalah klaim semata. Koordinator Pasubayan tersebut mengatakan Pasubayan Desa Adat/Pakraman Bali Tolak Reklamasi Teluk Benoa tidak menggadaikan perjuangan penolakan rencana reklamasi Teluk Benoa kepada pihak-pihak yang ingin mencalonkan diri sebagai pemimpin bali.

“Sampai saat ini pasubayan tidak ada indikasi untuk berpihak kepada pihak-pihak yang mengklaim menolak reklamasi Teluk Benoa,” ujarnya.

Desakan agar para politisi yang mendadak menolak reklamasi Teluk Benoa melakukan tindakan nyata dalam menolak reklamasi Teluk Benoa juga disampaikan Ida Bagus Ketut Purbanegara.

Sebagai Bendesa Adat Buduk tersebut dalam orasinya, mengatakan perjuangan Pasubayan hanya satu dan tidak ingin dibawa ke ranah politik kekuasaan. Terhadap orang-orang yang tiba-tiba menolak rencana reklamasi Teluk Benoa, Purbanegara meminta kepada massa aksi untuk berikan senyum kepada pihak-pihak tersebut.

“Jangan ganggu gerakan kami, jangan tiba-tiba menjadi pahlawan kesiangan, jika benar menolak reklamasi Teluk Benoa gunakan kewenangannya dan lakukan sesuatu,” tantangnya.

Aksi menolak rencana reklamasi Teluk Benoa kali ini oleh grup musik beraliran rap, Madness On Tha Block. Setelah penampilan dari Madness On Tha Block, massa berbaris menuju parkir timur lapangan Renon, dan membubarkan diri dengan tertib. [b]

Tags: Bali Tolak ReklamasiDenpasarLingkungan
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Suriadi Darmoko

Suriadi Darmoko

Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Eksekutif Daerah Bali.

Related Posts

Salah Kaprah Mitologi Dewi Danu dalam Pemuliaan Air

Salah Kaprah Mitologi Dewi Danu dalam Pemuliaan Air

27 February 2026
Potensi Panas Ekstrem di Bali: Apakah Pulau ini Sudah Bersiasat Meredamnya?

Potensi Panas Ekstrem di Bali: Apakah Pulau ini Sudah Bersiasat Meredamnya?

18 February 2026
Udara Bersih saat G20, setelah itu Polusi kembali

Udara Bersih saat G20, setelah itu Polusi kembali

11 February 2026
Tebe Modern hingga Inovasi Sumur Resapan untuk Menghadapi Banjir

Tebe Modern hingga Inovasi Sumur Resapan untuk Menghadapi Banjir

15 January 2026
Krisis Sampah di Bali: Contoh Baik di Desa Ada, kenapa Pemerintah Pilih Bakar Sampah?

Krisis Sampah di Bali: Contoh Baik di Desa Ada, kenapa Pemerintah Pilih Bakar Sampah?

30 December 2025
Kemah Manja di Bali Jungle Camping Padangan

Terasering Subak sebagai Mitigasi Banjir Berbasis Lanskap

22 December 2025
Next Post
Bagaimanakah Pencapaian Asuransi Nelayan di Bali?

Bagaimanakah Pencapaian Asuransi Nelayan di Bali?

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Benteng Terakhir Ruang Terbuka Hijau Kota adalah Kuburan

Benteng Terakhir Ruang Terbuka Hijau Kota adalah Kuburan

11 March 2026
Hapera Bali Buka Posko Pengaduan Tunjangan Hari Raya

Hapera Bali Buka Posko Pengaduan Tunjangan Hari Raya

10 March 2026
Rekomendasi Wisata Kano di Mangrove Tepi Kota Denpasar

Rekomendasi Wisata Kano di Mangrove Tepi Kota Denpasar

8 March 2026

Dinamika Nyepi di Bali: Imbas Tawur hingga Kesepakatan Nasional

8 March 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia