• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Friday, May 8, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Berita Utama

Perdagangan Penyu di Bali Kembali Marak

Redaksi BaleBengong by Redaksi BaleBengong
25 May 2016
in Berita Utama, Kabar Baru, Lingkungan
0
0
Penyu di Pulau Serangan
Penyu di TCEC Serangan

Bali darurat perdagangan penyu. 

Betapa tidak? Dalam waktu 1,5 bulan terakhir setidaknya terdapat empat kasus penggagalan penyelundupan 124 ekor penyu hijau ke Bali oleh penegak hukum. Karena itulah perlu upaya untuk memperkuat para aktor dalam melestarikan penyu di Bali.

Pada 6 April 2016, Direktorat Kepolisian Perairan (Ditpolair) Polda Bali berhasil menggagalkan penyelundupan 45 penyu hijau di perairan Kubu, Karangasem. Penyu diselundupkan untuk
tujuan perdagangan dan konsumsi.

Kemudian pada 16 April 2016, Tim gabungan Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Kementerian Kelautan dan Perikanan di Kendari dan Bitung bersama Satuan Polisi Air Polda Sulawesi Tenggara mengagalkan upaya penyelundupan 70 ekor penyu hijau. Puluhan satwa langka yang dilindungi itu ditemukan dalam sebuah kapal di Desa Padei, Pulau Menui, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah yang rencananya akan diselundupkan ke Bali.

Baru-baru ini, setidaknya ada delapan penyu disita Ditpolair Bali dari masyarakat. Penyu itu dipelihara tanpa izin dengan alasan ekowisata. Selain itu, Ditpolair Bali juga menemukan satu ekor penyu Hijau diselundupkan disebuah kapal kosong di Pelabuhan Benoa 19 Mei 2016 lalu.

Tiga dari empat kasus tersebut telah dilakukan penitipan barang bukti berupa penyu Hijau di Turtle Conservation and Education Center (TCEC) Serangan guna mendapatkan perawatan medis sebelum kembali dilepaskan ke laut dan beberapa ekor masih dititipkan di TCEC Serangan sebagai barang bukti persidangan.

Dari sederetan kasus eksploitasi dan perdagangan penyu itu menggerakkan TCEC Serangan dan sejumlah mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan dan Fakultas Kelautan Universitas Udayana Bali yang peduli akan konservasi penyu dengan melakukan kampanye dijalan yang dipusatkan di daerah Renon, untuk penyadartahuan publik.

Memanfaatkan momentum “World Turtle Day 2016” yang diperingati setiap tanggal 23 Mei maka sebagai bentuk aksi nyata bagi Konservasi Penyu di Bali, TCEC Serangan dan Mahasiswa Universitas Udayana juga turut menyelenggarakan kegiatan edukasi siswa untuk cinta dan peduli terhadap penyu melalui kegiatan lomba menggambar dan mewarnai, lomba fotografi, aksi bersih pantai peneluran penyu di Desa Serangan yang diikuti oleh pelajar SD, SMP, SMA dan panti asuhan binaan Bali Surf Project.

Kegiatan ini diharapkan dapat mengedukasi siswa sejak dini agar peduli terhadap kelestarian Penyu dan tidak membeli produk-produk yang berasal dari penyu.

Selain itu serangkaian aksi lain untuk memperkuat TCEC Serangan dalam mendukung penegak hukum, manajeman authorithy, akademisi dan budaya/ adat di Bali maka dilakukan pula mini-workshop di TCEC Serangan yang dihadiri berbagai instansi, seperti BKSDA Bali, Ditpolair Bali, BPSPL Denpasar, Dinas Kelautan Perikanan, Dinas Pariwisata, Polsek, Babinkamtibmas, tokoh masyarakat, nelayan, pemuda desa Serangan dan Fakultas Kelautan dan Perikanan serta Kedokteran Hewan Universitas Udayana Bali.

“Mini-workshop ini bertujuan membangun jejaring mitra TCEC Serangan dan memperkuat komitmen parapihak dalam upaya menghentikan perdagangan penyu di Bali,” ujar drh. Maulid Dio Suhendro salah satu panitia penyelenggara.

I Made Sukanta, Direktur TCEC Serangan menambahkan dalam workshop ini hadir berbagai lembaga yang konsen terhadap konservasi penyu. “Dalam workshop ini, selain untuk saling menyatukan konsep antar lembaga dan instansi tentang konservasi penyu, juga untuk membangun networking yang kuat dan sekaligus memperkuat TCEC Serangan sebagai lembaga konservasi penyu,” katanya.

Menurutnya, awal didirikan TCEC Serangan bertujuan untuk menyediakan penyu dari keperluan ritual keagamaan di Bali, sekaligus sebagai salah satu strategi untuk menanggulangi perdagangan penyu.

Namun seiring perjalanan waktu, TCEC Serangan mampu berkembang, bahkan berperan mendukung aspek pendidikan, ekonomi serta ekologi yang berupa penanganan terhadap sarang-sarang yang terancam, rehabilitasi penyu yang terdampar, tertangkap tidak sengaja oleh nelayan maupun hasil tangkapan kepolisian dari perdagangan illegal.

“Untuk menjalankan semua fungsi tersebut TCEC Serangan tidak dapat jalan sendiri, perlu dukungan dan kerjasama dari berbagai pihak,” terangnya.

Diakui I Made Sukanta, selama ini bentuk kerja sama yang dilakukan antar-lembaga masih bersifat informal, karena kesepakatan yang ada sebelumnya sudah kedaluarsa dan perlu diperbaharui. Maka dalam pada momentum ini perlu dilakukan penandatangan perjanjian kerjasama (PKS) antara masing-masing pihak, terutama BKSDA Bali dan BPSPL Denpasar sebagai manajemen authorithy terhadap spesies penyu, sehingga keberadaan TCEC Serangan menjadi lebih kuat dalam menjalankan fungsinya baik dalam mendukung adat, pendidikan, konservasi maupun penegakan hukum.

“PR kami tinggal membangun PKS berikutnya dengan PHDI Bali, Ditpolair Polda Bali serta Universitas Udayana, semoga dalam waktu dekat dapat terlaksana,” ungkap Sukanta.

Kepala BPSPL Denpasar, Suko Wardono mendukung langkah TCEC Serangan sebagai lembaga konservasi penyu yang memiliki legalitas, SDM dan fasilitas yang memadai. Untuk itu BPSPL Denpasar telah memberikan dukungan berupa legalitas MoU, bantuan tenaga enumerator dan rencana pembangunan klinik penyu sebagai media bagi Dokter Hewan TCEC Serangan dan Volunteer untuk dapat melakukan perawatan medis terhadap penyu yang sakit. Dengan demikian peranan TCEC akan semakin kuat dalam mendukung upaya konservasi penyu sesuai tujuan pemerintah dalam mendirikan TCEC sejak tahun 2006 lalu.

Sebagai unit pelaksana teknis, BPSPL Denpasar berkomitmen melaksanakan UU Perikanan, UU Pengelolaan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil dan UU Kelautan dalam konservasi jenis ikan termasuk penyu. Konservasi penyu sangat strategi bagi pemerintah Indonesia karena sebagai ikan yang bermigrasi melintasi banyak negara, wilayah perairan kita merupakan habitat utama peneluran penyu, dan lokasi pencarian makan.

“Komitmen dan dukungan pemerintah daerah, aparat penegak hukum, kelompok masyarakat pelestari penyu dan masyarakat dalam menjaga fungsi penting penyu sangat penting. Kami berharap dukungan dan peran serta seluruh pihak bersama-sama KKP dalam mengelola sumberdaya perikanan dan kelautan termasuk penyu agar tetap lestari,” kata Suko Wardono. [b]

Tags: LingkunganLSMPenyuTCEC Serangan
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Redaksi BaleBengong

Redaksi BaleBengong

Menerima semua informasi tentang Bali. Teks, foto, video, atau apa saja yang bisa dibagi kepada warga. Untuk berkirim informasi silakan email ke kabar@balebengong.id

Related Posts

Ketika Letusan Batur Lima Kali Lipat dari Gunung Agung: Bali Pernah Kosong dari Manusia?

Ketika Letusan Batur Lima Kali Lipat dari Gunung Agung: Bali Pernah Kosong dari Manusia?

3 May 2026
Generasi Muda Bali Mewarisi Utang dan Krisis Lingkungan

Generasi Muda Bali Mewarisi Utang dan Krisis Lingkungan

1 May 2026
IAGI Bali Selidiki Lereng Kritis di Lokapaksa Ancam Puluhan Warga

IAGI Bali Selidiki Lereng Kritis di Lokapaksa Ancam Puluhan Warga

29 April 2026
Sampah Plastik Ancam Padang Lamun Bali

Sampah Plastik Ancam Padang Lamun Bali

22 April 2026
Compost Bag Dipilih sebagai Solusi Pengolahan Sampah Organik Rumah Tangga

Pemkot Denpasar Rencanakan Distribusi 176 Ribu Compost Bag pada 2026

19 April 2026
Banjar Saraswati Mengurai yang Tersisa, Menyemai yang Bermakna

Banjar Saraswati Mengurai yang Tersisa, Menyemai yang Bermakna

7 April 2026
Next Post
Waspada Racun Timbal di Keseharian Kita

Waspada Racun Timbal di Keseharian Kita

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Nelayan di Danau Batur Kehilangan Pekerjaan Akibat Red Devil

Nelayan di Danau Batur Kehilangan Pekerjaan Akibat Red Devil

8 May 2026
Mahasiswa Pilih Nugas di Cafe, Perpus Sepi

Mahasiswa Pilih Nugas di Cafe, Perpus Sepi

8 May 2026
Diskusi Kolonialisme di Nobar Film Pesta Babi

Diskusi Kolonialisme di Nobar Film Pesta Babi

7 May 2026
Angkat Topi Buat Wanita, Khususnya Wanita Bali

Orang Bali jadi Objek Perencanaan Pariwisata

6 May 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia