• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Monday, October 19, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Berita Utama

Pengurugan Berlanjut, Protes Jalan Terus

Suriadi Darmoko by Suriadi Darmoko
6 September 2012
in Berita Utama, Kabar Baru, Lingkungan
0
0

Belasan aktivis kembali menggelar aksi terkait pembangunan jalan di atas perairan.

Aksi yang diikuti aktivis Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Bali, Frontier, maupun individu tersebut diadakan di depan kantor Badan Lingkungan Hidup (BLH) Provinsi Bali Rabu kemarin. Peserta aksi memprotes pembangunan jalan di atas perairan (JDP) Nusa Dua – Ngurah Rai – Benoa. Massa aksi menuntut BLH Bali menindak tegas dan memberikan sanksi terhadap pelanggaran Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) oleh pelaksana proyek pembangunan JDP.

Di depan kantor BLH Provinsi Bali, peserta aksi membentangkan spanduk serta foto-foto kerusakan lingkungan akibat pengurugan menggunakan batu kapur (limestone) pada pembangunan JDP. Pembangunan JDP yang akan menghubungkan Nusa Dua – Ngurah Rai – Benoa sejak awal didesain dengan metode pemasangan tiang pancang. Namun, praktik di lapangan justru terbalik.

Demi target percepatan penyelesaian pembangunan JDP untuk menyambut pertemuan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asia-Pacific Economic Cooperation atau Kerja sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) 2013 di Bali, pelaksana proyek mengurug air laut dengan batu kapur yang jelas-jelas melanggar AMDAL. Pengurugan dengan batu kapur juga menyebabkan kerusakan lingkungan, merusak keseimbangan ekosistem dan keanekaragaman hayati di kawasan tersebut.

Konsorsium Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pelaksana proyek pembangunan JDP yaitu PT Jasa Marga, PT Pelindo III, PT Angkasa Pura I, PT Pengembangan Pariwisata Bali, PT Wijaya Karya, PT Adhi karya, dan PT Hutama Karya. Mereka seharusnya memberikan contoh yang patut ditiru perusahaan swasta dalam melaksanakan pembangunan. Ironisnya, mereka justru melakukan pelanggaran terhadap AMDAL yang dibuat. Pelaksana proyek yang sudah mendapat berkali-kali teguran untuk menghentikan kegiatan pengurugan tetap membangkang dengan masih melakukan pengurugan hingga saat ini.

“Jika proyek oleh BUMN yang seharunya dengan mudah dikontrol terus melanggar dan terkesan dibiarkan seperti ini, lalu bagaimana dengan proyek oleh perusahaan swasta,” tandas Gilang Pratama, humas aksi.

Suriadi D dalam orasinya menuntut pemerintah Provinsi Bali menindak dan memberikan sanksi tegas kepada pelaksana proyek yang masih melakukan pengurugan. Selain itu Deputi Direktur Walhi Bali ini menyatakan apabila Amdal yang sudah ada tersebut direvisi maka sama saja melegalisasi pelanggaran berupa pengurugan dengan batu kapur yang menyebabkan pencemaran dan kerusakan lingkungan.

Sementara itu Sekjen Frontier Bali, A. Haris dalam orasinya juga mempertanyakan kinerja BLH. Badan yang seharusnya melakukan pengawasan terhadap pembangunan JDP ini terkesan membiarkan sehingga pelaksanaan pembangunan JDP yang terbukti melanggar Amdal masih tetap berlanjut.

Dalam tuntutannya massa aksi juga menuntut BLH Provinsi Bali untuk mengumumkan hasil studi tentang pencemaran akibat pengurugan dalam pembangunan JDP untuk meningkatkan peran masyarakat sebagaimana diamanatkan dalam pasal 70 UU PPLH No 32/2009. Mereka juga meminta BLH memberikan rekomendasi kepada gubernur untuk membatalkan keputusan gubernur tentang kelayakan lingkungan hidup rencana pembangunan JDP.

Selain itu, mengingat pembangunan JDP juga menyangkut kepentingan umum dan kepentingan kelestarian lingkungan hidup, maka peserta aksi juga menuntut untuk dilibatkannya masyarakat secara aktif sebagaimana diatur dalam pasal 25, pasal 26, pasal 70 UU PPLH No 32/2009 mengenai keterlibatan masyarakat dalam upaya pengelolaan dan perlindungan lingkungan hidup.

Setelah menyampaikan pernyataan sikap, perserta aksi juga menyerahkan surat keberatan atas pengurugan dan rencana revisi amdal pembangunan JDP kepada Ketua BLH Provinsi Bali Nyoman Sujaya, yang juga disampaikan kepada Gubernur Bali dan juga dinas Kehutan Provinsi Bali. Setelah itu peserta aksi membubarkan diri dengan tertib. [b]

Tags: BaliLingkunganWalhi
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Suriadi Darmoko

Suriadi Darmoko

Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Eksekutif Daerah Bali.

Related Posts

Konservasi Ruang Airtanah Berbasis Ruang Kesakralan: Sebuah Kontemplasi Eco-Sosial-Religius di Bali

Infrastruktur Komputasi vs. Neraca Air: Mengukur Jejak Ekologis Data Center di Bali

12 October 2026
Makna dari Singkat yang Lekat di Minikino Film Week 2026

Makna dari Singkat yang Lekat di Minikino Film Week 2026

28 September 2026
Upaya Generasi Muda Tamblingan  Membentengi Alas Mertajati dari Eksploitasi

Ada Dapur Raksasa di Bawah Danau-danau di Bedugul

27 September 2026
Bali dan Banjir: Apakah Kita Serius Menata Kota?

Kesalahpahaman dalam Penganggaran Mitigasi Bencana di Bali

25 September 2026
Agama Tirta, Bagaimana jika Ritual Tanpa Air?

Agama Tirta, Bagaimana jika Ritual Tanpa Air?

22 September 2026
IDRiM 2026 Bahas Bencana Dunia: Bali Cuma Tuan Rumah atau Ikut Cari Solusi?

IDRiM 2026 Bahas Bencana Dunia: Bali Cuma Tuan Rumah atau Ikut Cari Solusi?

12 September 2026
Next Post
Penerimaan CPNS Kemenkumham 2012 Libatkan Pengawas Eksternal

Penerimaan CPNS Kemenkumham 2012 Libatkan Pengawas Eksternal

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Pemerintah Lalai, Bali Digerakkan Daily Worker dan Kini Harus Begadang Massal untuk BBM

Mencari Kepastian di Tengah Antrean BBM

19 October 2026
Menengok Sekolah Asrama di Bali melalui Kelas Jurnalisme Warga

Menengok Sekolah Asrama di Bali melalui Kelas Jurnalisme Warga

18 October 2026
Menyatu di Titik Nadir: Catatan dari Aksi Kamisan Bali ke-73 

Menyatu di Titik Nadir: Catatan dari Aksi Kamisan Bali ke-73 

17 October 2026
Transisi ke Kendaraan Listrik adalah Wacana Kapitalistik ?

Pulau Wisata dengan Pasokan Rapuh: Analisis Kapitalisme atas Kelangkaan BBM di Bali

16 October 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia