• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Sunday, March 15, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Kabar Baru

Pengalaman Dilarang ke Pura

I Gede Satria Langgeng Asmara by I Gede Satria Langgeng Asmara
14 June 2022
in Kabar Baru, Opini
0
0
Salah satu peserta belajar menulis selama pelatihan jurnalisme warga untuk penyandang disabilitas.

Halo pembaca, senang sekali saya dapat bertemu setelah cukup lama vakum di dunia tulisan. Rasa bahagia yang tak terhingga saya rasakan hari ini, karena saya dapat bertemu pembaca sekalian. Dalam tulisan ini, saya ingin menceritakan kekecewaan saya yang hidup sebagai penyandang disabilitas.

Yang saat ini memang harus diluruskan peraturan dan perundang-undangannya. Saya rasa, ini memang harus ditindaklanjuti oleh seluruh stakeholder terkait agar peraturan provinsi ini bisa berjalan sebagaimana mestinya. Di dalam sebuah regulasi, sepatutnya seluruh rakyat dan pemimpinnya harus mematuhi semua peraturan yang sudah tertulis. Namun saya sangat kecewa dengan keadaan yang saya alami. Bukan hanya saya pribadi, mungkin para penyandang tunanetra lain juga akan teriris hatinya mendengar argumen lucu dan menyakitkan ini. Saya rasa orang yang berargumen ini tidak berempati.

Pada 10 juni 2022, saya seperti biasa pulang ke kampung halaman untuk bertemu keluarga dan salah satu tujuannya adalah pergi ke pura di desa tempat saya tinggal yang sedang diadakan Karya Agung. Saya mendapat kabar serta statement yang membuat hati dan dada saya bergejolak. Pernyataan itu adalah, saya, seorang tunanetra yang sudah biasa bersembahyang di pura ini, tidak diizinkan untuk bersembahyang karena sedang ada karya besar. Alasannya tidak saya sebutkan di sini karena menyakitkan.

Ternyata, keluarga saya melihat di pura ada disabilitas beribadah di pura hari itu. Ini yang membuat keluarga saya dan saya sendiri bertanya, kenapa? Kenapa saya saja yang dikecualikan untuk pergi ke pura? Niat tulus untuk beribadah hanya dibayar dengan statement tidak beralasan oleh seorang oknum yang kurang paham aturan agama. Saya pun terpaksa bersembahyang saat pura sepi.

Saya rasa ini tidak masuk akal.  Dalam Peraturan Daerah (PERDA) Bali No 9 Thaun 2015 tentang Perlindungan dan Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas disebutkan, setiap disabilitas dibebaskan memenuhi haknya dalam pelayanan publik termasuk beribadah. Seluruh disabilitas memiliki hak untuk beribadah sesuai agamanya.

Itu artinya, acara apapun yang diselenggarakan di tempat ibadah, tanpa terkecuali, para disabilitas termasuk disabilitas netra juga memiliki hak untuk ikut merasakan kekhusyukan beribadah di tempat ibadah masing-masing. Nah, di sini saya mohon dengan sangat, kepada seluruh stekholder terkait, untuk meluruskan peraturan ini agar seluruh sanksi bisa dijalankan. Saya harap, pembenahan-pembenahan untuk peraturan daerah maupun provinsi yang dikhususkan untuk hak disabilitas selalu berjalan dan ditinjau setiap perkembangannya.

Demikian yang dapat saya sampaikan, bagi oknum yang merasa merendahkan disabilitas, jangan terpancing emosi, segeralah perbaiki perlakuannya, dan silahkan lihat Perda Bali tentang perlindungan disabilitas di laman ini.

kampungbet
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
I Gede Satria Langgeng Asmara

I Gede Satria Langgeng Asmara

Saya adalah seorang tunanetra yang hobi menulis dan berbagi pengalaman.

Related Posts

Benteng Terakhir Ruang Terbuka Hijau Kota adalah Kuburan

Benteng Terakhir Ruang Terbuka Hijau Kota adalah Kuburan

11 March 2026
Hapera Bali Buka Posko Pengaduan Tunjangan Hari Raya

Hapera Bali Buka Posko Pengaduan Tunjangan Hari Raya

10 March 2026
Rekomendasi Wisata Kano di Mangrove Tepi Kota Denpasar

Rekomendasi Wisata Kano di Mangrove Tepi Kota Denpasar

8 March 2026

Dinamika Nyepi di Bali: Imbas Tawur hingga Kesepakatan Nasional

8 March 2026
Titik Berburu Takjil di Bali

Titik Berburu Takjil di Bali

6 March 2026

Patologi Atensi: Kenapa Otak Dangkal dan Malas Kontemplasi

6 March 2026
Next Post
Menyusur Kekayaan Rasa Adat Dalem Tamblingan

Menyusur Kekayaan Rasa Adat Dalem Tamblingan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Benteng Terakhir Ruang Terbuka Hijau Kota adalah Kuburan

Benteng Terakhir Ruang Terbuka Hijau Kota adalah Kuburan

11 March 2026
Hapera Bali Buka Posko Pengaduan Tunjangan Hari Raya

Hapera Bali Buka Posko Pengaduan Tunjangan Hari Raya

10 March 2026
Rekomendasi Wisata Kano di Mangrove Tepi Kota Denpasar

Rekomendasi Wisata Kano di Mangrove Tepi Kota Denpasar

8 March 2026

Dinamika Nyepi di Bali: Imbas Tawur hingga Kesepakatan Nasional

8 March 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia