• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Tuesday, April 21, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Kabar Baru

Pemantauan Online untuk Atasi Kemacetan Denpasar

Anton Muhajir by Anton Muhajir
17 January 2011
in Kabar Baru, Opini, Teknologi
0
2

Teks I Ketut Adi Suryana, Foto Anton Muhajir

CCTV streaming online merupakan tindakan tepat guna dan siap untuk diterapkan di Denpasar.

Denpasar salah satu kota besar di Indonesia. Pertumbuhan ekonomi dan kemajuan teknologi menjadikannya sebagai salah satu kota urban. Dia menjadi tujuan masyarakat desa berpindah dengan harapan mendapat nasib lebih baik. Padahal, luas kota ini sangat kecil, bahkan paling kecil di antara delapan Kabupaten/Kota lainnya di Bali. Walaupun begitu, Denpasar tetap menjadi pilihan setiap orang karena Denpasar adalah pusat pemerintahan, perdagangan, dan pariwisata di pulau berbentuk ayam bertelur ini.

Dari hal tersebut, pemerintah dituntut menciptakan Kota Denpasar tetap nyaman dan terhindar dari masalah kepadatan penduduk. Sebab, semakin hari semakin banyak orang bermigrasi ke kota ini. Pemerintah harus bisa mengatur tempat hunian, tempat hiburan, fasilitas umum, dan lainnya agar arus kendaraan ke tempat-tempat tersebut tidak berkumpul dalam satu titik.

Dengan demikian, tidak ada jalan kelebihan beban (over load) sedangkan jalan lainnya lengang tanpa adanya orang. Namun, kenyataannya kemacetan kerap kali terjadi di beberapa sudut Denpasar. Bahkan durasi kemacetan tersebut terjadi tidak hanya dalam hitungan menit tetapi hitungan jam. Hal ini menyebabkan terganggunya lingkungan baik penghuni atau pengunjung areal kemacetan tersebut.

Kemacetan adalah keadaan tersendatnya atau bahkan terhentinya lalu lintas akibat banyaknya jumlah kendaraan melebihi kapasitas jalan. Kemacetan banyak terjadi di kota-kota besar, terutama tanpa transportasi publik memadai. Penyebab lainnya juga juga tidak seimbangnya kebutuhan jalan dengan kepadatan penduduk, termasuk di Denpasar.

Selain itu, faktor lain penyebab kemacetan adalah kecelakaan lalu lintas. Kecelakaan mengakibatkan gangguan kelancaran karena masyarakat yang menonton atau karena kendaraan yang terlibat kecelakaan belum disingkirkan dari jalur lalu lintas. Selain itu juga ada perbaikan jalan serta aktivitas agama.

Beberapa hal dapat dilakukan untuk memecahkan kemacetan dengan meningkatkan kapasitas jalan/prasarana seperti memperlebar jalan, menambah lajur lalu lintas sepanjang hal itu memungkinkan ataupun mengubah sirkulasi lalu lintas menjadi jalan satu arah.

Namun, hal itu tidak akan efektif bila dilakukan di Kota Denpasar karena Denpasar memiliki ruas jalan cukup sempit. Untuk mengatasinya diperlukan pengguna jalan untuk menghindari kemacetan tersebut. Tentunya hal itu memerlukan peranan suatu teknologi komunikasi untuk memberitahukan kejadian sebenarnya di jalan tersebut. Dengan demikian pengguna kendaraan dapat mengalihkan kendaraan mereka ke jalan lain. Dampak hal tersebut akan mencegah kemacetan di Kota Denpasar.

Kemacetan ini dapat ditanggulangi dengan cepat seiring dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) saat ini. Di lain sisi, era globalisasi juga menuntut masyarakat Denpasar menuju ke era digital di mana penggunaan internet sangat mendominasi dalam kehidupan sehari-hari.

Teknologi tersebut berkembang dari zaman ke zaman, dimulai dari penggunaan bahasa sebagai media komunikasi sampai muncul gambar, serta video saat ini. Melalui perangkat teknologi tersebut, kita bisa mencari, mengeksplorasi, menganalisis, dan saling tukar informasi secara efisien dan efektif serta akan memudahkan kita, mendapatkan ide dengan cepat dan bertukar pengalaman dari berbagai kalangan.

Kemutakhiran teknologi berkembang dengan munculnya live streaming, tayangan langsung kepada banyak orang dalam waktu bersamaan dengan kejadian aslinya. Tayangan ini melalui media data komunikasi dan jaringan yang terhubung wireless. Tanyangan live streaming ini dapat kita lihat melalui siaran video secara langsung di internet. Melalui streaming kita dapat melihatnya langsung tanpa perlu mengunduh filenya sekaligus. Hal ini sangat berbeda dengan yang biasa dilakukan yaitu kita mesti mengunduh terlebih dahulu hingga selesai baru dapat menonton video tersebut.

Berkat kemajuan teknologi internet maupun live streaming, hal ini menjadi faktor penentu keberhasilan dalam upaya penyampaian informasi tentang kondisi kepadatan lalu lintas secara real time.

Jika sebelumnya kita mengandalkan siaran radio maupun televisi untuk memantau kemacetan lalu lintas di Kota Denpasar, kini kita bermodalkan handphone, smartphone, PDA phone atau laptop yang disertai koneksi internet via USB. Kita bisa memantau di titik-titik rawan kemacetan saat itu juga. Ini diperlukan suatu kerjasama dengan pemerintah yaitu, melalui instansi terkait seperti Dinas Perhubungan Kota Denpasar.

Hal yang pertama dilakukan adalah memasang puluhan closed circuit television (CCTV) guna memantau arus kemacetan lalu lintas Kota Denpasar. Perkembangan teknologi saat ini mampu mengembangkan CCTV tersebut. CCTV tidak hanya sirkuit tertutup tetapi sekarang dikembangkan sehingga dapat diakses secara online di internet. CCTV di jalur-jalur macet tersebut, sama persis dengan CCTV yang dipasang di mal-mal atau gedung perkantoran. Bedanya hanya dari sisi hak akses saja. CCTV di gedung atau swalayan bersifat internal. Cukup dilihat oleh satpam saja sebagai pemantau. Sedangkan CCTV di jalan raya dapat diakses masyarakat umum sehingga dapat mencegah kemacetan di sudut Kota Denpasar.

Dalam pelaksanaannya, diperlukan tambahan satu piranti teknologi agar kamera CCTV di jalanan tersebut dapat dipantau via internet di mana pun kita berada yaitu modem. Caranya tiap-tiap CCTV digabung dengan modem dan komputer serta dihubungkan ke ISP (internet service provider). Dengan demikian, masing-masing CCTV sudah memiliki alamat internet (IP address).

Untuk menayangkan gambar, tinggal ketik IP address-nya, pada saat itu juga akan terlihat gambar yang menayangkan arus lalu lintas di berbagai jalan di Kota Denpasar. Untuk membantu mengantisipasinya, Dinas Perhubungan Kota Denpasar harus menyiapkan kamera CCTV di beberapa tempat di jalur padat, yang dapat diakses melalui situs di internet.

Teknologi ini, memudahkan para pengemudi kendaraan untuk memantau jalur mana saja yang dapat dilalui. Hal ini karena info kemacetan lalu lintas sudah dapat dipantau melalui internet. Apalagi USB modem bisa dibawa kemana-mana sehingga sambil berkendaraan bisa mengaksesnya. Namun sistem CCTV streaming online ini sangat bergantung terhadap jaringan internet. Bila internet yang digunakan cepat, perubahan gambar itu juga bisa berubah cepat, dan pula sebaliknya.

Melalui perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, CCTV streaming online merupakan tindakan tepat guna dan siap untuk diterapkan di Denpasar sehingga kebijakan ini mampu sebagai langkah alternatif dalam penanganan kemacetan di Denpasar. [b]

Tags: DenpasarLalulintasOpiniTeknologiTeknologi Informasi
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Anton Muhajir

Anton Muhajir

Jurnalis lepas, blogger, editor, dan nyambi tukang kompor. Menulis lepas di media arus utama ataupun media komunitas sambil sesekali terlibat dalam literasi media dan gerakan hak-hak digital.

Related Posts

Bencana Sunyi: Penurunan Muka Tanah Akibat Eksploitasi Airtanah di Bali

Bencana Sunyi: Penurunan Muka Tanah Akibat Eksploitasi Airtanah di Bali

20 April 2026
Risiko Kesehatan ketika Marak Pembakaran Sampah Terbuka

Pemerintah Tanpa Modal, Masyarakatnya Dipenjara?

14 April 2026
Banjar Saraswati Mengurai yang Tersisa, Menyemai yang Bermakna

Banjar Saraswati Mengurai yang Tersisa, Menyemai yang Bermakna

7 April 2026
Sidang Perdana Aktivis karena Konten Medsos

Sidang Perdana Aktivis karena Konten Medsos

26 March 2026
Nyepi Jeda Sehari untuk Memberi Ruang pada Alam Bali

Nyepi Jeda Sehari untuk Memberi Ruang pada Alam Bali

17 March 2026
Ruang Healing di Pesisir yang Berubah

Mendamaikan Nyepi dan Takbiran di Bali 2026

16 March 2026
Next Post
Berbagi Info Kesehatan dari Perbatasan

Berbagi Info Kesehatan dari Perbatasan

Comments 2

  1. surachman alif says:
    14 years ago

    pasar badung denpasar

    Reply
  2. surachman alif says:
    14 years ago

    control kemacetan kota denpasar

    Reply

Leave a Reply to surachman alif Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Bencana Sunyi: Penurunan Muka Tanah Akibat Eksploitasi Airtanah di Bali

Bencana Sunyi: Penurunan Muka Tanah Akibat Eksploitasi Airtanah di Bali

20 April 2026
Reklamasi Sekali, Abrasi Berkali-kali

Reklamasi Sekali, Abrasi Berkali-kali

20 April 2026
Compost Bag Dipilih sebagai Solusi Pengolahan Sampah Organik Rumah Tangga

Pemkot Denpasar Rencanakan Distribusi 176 Ribu Compost Bag pada 2026

19 April 2026
Pekerja Luar Ruangan Berisiko Tinggi Heat Stress ketika Panas Ekstrem

Pekerja Luar Ruangan Berisiko Tinggi Heat Stress ketika Panas Ekstrem

18 April 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia