• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Monday, October 12, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Gaya Hidup Agenda

Pedagang Tradisional Merayakan Pura Baru

Luh De Suriyani by Luh De Suriyani
12 November 2008
in Agenda, Budaya
0
0

Oleh Luh De Suriyani

Sekitar sepuluh ribu pedagang tradisional di Kota Denpasar dan Kabupaten Badung merayakan upacara besar, Padudusan Agung Ngenteg Linggih, di Pura Melanting yang baru dibangun, Rabu ini. Puncak upacara ini akan dilaksanakan sepanjang hari untuk memberikan kesempatan seluruh pedagang tradisional di sekitar Kota Denpasar dan Badung.

“Seluruh pedagang di 15 pasar di Kota Denpasar dan sekitarnya akan sembahyang dan menghaturkan persembahan untuk kesejahteraan dan keselamatan kerja,” kata I Ketut Sudiasta, Ketua upacara dan Direktur Pasar Badung.

Sudiasta mengatakan prosesi upacara telah dimulai sebulan sebelumnya. Semua pedagang secara bergiliran bergotong royong membuat sesaji (banten) dan keperluan upacara lainnya.

Tak hanya tenaga, pedagang juga mengumpulkan sumbangan sukarela Rp 1000 rupiah per orang per hari selama enam bulan. “Biaya upacara ini hampir 1 milyar. Jadi agar tak membertakan, setiap pedagang menyumbang Rp 1000 per hari,” ujar Sudiasta.

“Saya senang dengan cara mencicil seperti karena tidak memberatkan. Upacara besok sangat penting buat kami sebagai pedagang karena Pura di sini pura induk,” tutur A.A. Sunari, 40 tahun, pedagang canang (sesaji bunga) di Pasar Badung.

Pura Melanting adalah pura yang dibuat khusus oleh pedagang untuk menghormati Tuhan dalam manifestasinya sebagai simbol kemakmuran. Setiap hari pedagang melakukan persembahyangan rutin dan merayakan upacara besar tiap tahun yang jatuh tiap bulan Purnama ke-lima.

Prosesi puncak upacara telah dimulai Selasa (11/11) kemarin sore. Ratusan pedagang melakukan ritual Mapapada, mengelilingi Pasar Badung dengan mengarak kain putih sepanjang 100 meter. Diikuti oleh umbul-umbul dan gambelan.

Arak-arakan ratusan orang berpakaian adat Bali ini berkeliling di area pasar sebanyak tiga kali sebagai simbol bahwa upacara akbar siap dilaksanakan esok hari. Sementara sebagian pedagang pagi yang masih berjualan siap-siap menutup dagangannya.

Pasar Badung, pasar tradisional di Bali ini beroperasi selama 24 jam, bergantian antara pedagang pagi dan malam. Di pasar ini saja, jumlah pedagang yang berjualan sekitar 3000 orang. Di sekitar Jalan Gajah Mada terdapat dua pasar, yakni Pasar Badung dan Kumbasari yang khusus menjual souvenir Bali dan pakaian.

Dua pasar ini pernah terbakar hebat yang menghanguskan sebagian besar isinya. Gedung yang dianggap masih laik kemudian direnovasi dan kembali diisi pedagang.

“Saya tidak ingin musibah kembali datang. Saya akan berdoa khusus untuk keselamatan pasar dan semoga dagangan saya lancar,” ujar Ni Nyoman Puji, 65 tahun, salah satu pedagang tertua dan pertama di Pasar Badung. [b]

Tags: AgamaBaliBudayaDenpasarEkonomi
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Luh De Suriyani

Luh De Suriyani

Ibu dua anak lelaki, tinggal di pinggiran Denpasar Utara. Anak dagang soto karangasem ini alumni Pers Mahasiswa Akademika dan Fakultas Ekonomi Universitas Udayana. Pernah jadi pemimpin redaksi media advokasi HIV/AIDS dan narkoba Kulkul. Menulis lepas untuk Mongabay.

Related Posts

Konservasi Ruang Airtanah Berbasis Ruang Kesakralan: Sebuah Kontemplasi Eco-Sosial-Religius di Bali

Infrastruktur Komputasi vs. Neraca Air: Mengukur Jejak Ekologis Data Center di Bali

12 October 2026
Makna dari Singkat yang Lekat di Minikino Film Week 2026

Makna dari Singkat yang Lekat di Minikino Film Week 2026

28 September 2026
Upaya Generasi Muda Tamblingan  Membentengi Alas Mertajati dari Eksploitasi

Ada Dapur Raksasa di Bawah Danau-danau di Bedugul

27 September 2026
Bali dan Banjir: Apakah Kita Serius Menata Kota?

Kesalahpahaman dalam Penganggaran Mitigasi Bencana di Bali

25 September 2026
Agama Tirta, Bagaimana jika Ritual Tanpa Air?

Agama Tirta, Bagaimana jika Ritual Tanpa Air?

22 September 2026
IDRiM 2026 Bahas Bencana Dunia: Bali Cuma Tuan Rumah atau Ikut Cari Solusi?

IDRiM 2026 Bahas Bencana Dunia: Bali Cuma Tuan Rumah atau Ikut Cari Solusi?

12 September 2026
Next Post
Pembangunan Hotel Singkirkan Pedagang Kecil

Pembangunan Hotel Singkirkan Pedagang Kecil

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Konservasi Ruang Airtanah Berbasis Ruang Kesakralan: Sebuah Kontemplasi Eco-Sosial-Religius di Bali

Infrastruktur Komputasi vs. Neraca Air: Mengukur Jejak Ekologis Data Center di Bali

12 October 2026
Private: [Indepth Report] The Last Dragonfly

China, Tibet, dan Bali: Ketika Pembangunan Kehilangan Mata Ketiga

12 October 2026
JANGAR Membaca Masa Depan melalui Raja Pasir

JANGAR Membaca Masa Depan melalui Raja Pasir

10 October 2026
Sumur, Kasur, Dapur, dan Krisis? 

Sumur, Kasur, Dapur, dan Krisis? 

10 October 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia