Paviliun Indonesia Menarik Minat Pembeli

remarkable indonesia 01
Paviliun Indonesia menampilkan produk dari 18 UMKM terpilih. Foto BEDO.

Begitu pembukaan usai, Paviliun Remarkable Indonesia langsung diserbu pengunjung.

Mereka sibuk bertanya, memilih atau mengamati produk di paviliun Remarkable Indonesia yang diminatinya kepada penjaga bertugas.

Pengunjung tersebut datang dari berbagai negara. Mereka membanjiri Paviliun Remarkable Indonesia yang menampilkan karya dan produk pilihan untuk kategori home decor serta home textile dari 18 usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Indonesia.

Setelah dua tahun turut serta dalam acara Lifestyle Vietnam, Paviliun Indonesia kembali berpartisipasi di Lifestyle Vietnam 2014 untuk ketiga kalinya pada 18-21 April lalu. Keikusertaan Indonesia kali ini diwakili 18 UMKM. Sebelumnya, 18 UMKM tersebut mengikuti “Export Coaching Program” yang difasilitasi BEDO dengan dukungan dari DGNET Kementerian Perdagangan Republik Indonesia dan CBI Belanda.

Tahun ini paviliun Indonesia menempati area seluas hampir 200 meter dengan rancangan paviliun yang berbeda dari peserta Lifestyle Vietnam 2014 lainnya. Paviliun Remarkable Indonesia dirancang sangat menarik, terbuka serta menampilkan ragam produk dengan tata letak dan pencahayaan prima.

Paviliun Remarkable Indonesia dirancang sangat menarik, terbuka serta menampilkan ragam produk dengan tata letak dan pencahayaan prima.

Siapapun yang melihat akan terpanggil untuk menikmati berbagai macam produk: dari dekorasi rumah, kerajinan, furniture, tekstil dan gift items.

remarkable indonesia02
Paviliun Indonesia dirancang untuk memberikan ekspos maksimal. Foto BEDO

Budiman Telaumbanua dari Direktorat Pengembangan Promosi dan Citra, Kementerian Perdagangan Indonesia yang hadir di Lifestyle Vietnam menyatakan kegembiraannya atas persiapan maksimal dari paviliun Indonesia ini. Menurut Budiman jika membicarakan produk lifestyle berarti kita sedang membicarakan penampilan.

“Paviliun Remarkable Indonesia dirancang dengan baik untuk memberikan ekspos maksimal bagi produk dan hasil karya pilihan dari Indonesia. Mereka memberikan gairah bagi calon pembeli,” katanya.

Vietnam Handicraft and Housewares Association (Vietcraft) dan Badan Promosi Perdagangan Vietnam (Vietrade) menyelenggarakan LifeStyle Vietnam semenjak tahun 2009. Tujuannya untuk menghadirkan produk-produk terbaik Asia dengan kategori dekorasi, gift dan peralatan rumah tangga bagi para peminat dari Eropa, Amerika dan negara-negara lainnya.

LifeStyle Vietnam 2014 di Ho Chi Minh City, Vietnam, adalah penyelenggaraan ke-5 yang semakin baik dan sukses. LifeStyle Vietnam 2014 memuat lebih dari 800 stand dari sekitar 400 peserta pameran baik dari Vietnam dan negara lain. Mereka diharapkan bisa memenuhi persyaratan pembeli internasional dari 32 negara yang semakin meningkat jumlahnya dan semakin bergairah serta beragam kebutuhannya.

Sakti Soediro, peserta yang membawa produk home decor dengan label Legian Living mengungkapkan kegembiraannya setelah melalui saat menangani calon pembeli pertamanya. “Sesuai arahan yang didapat sewaktu workshop, tantangan terbesar adalah saat menghadapi calon pembeli. Itu benar sekali. Syukurlah karena sudah dipersiapkan dengan matang hal ini tak menjadi masalah untuk saya,” ungkap Sakti mewakili pengalaman peserta lainnya.

“Syukurlah karena sudah dipersiapkan dengan matang hal ini tak menjadi masalah untuk saya,” ungkap Sakti.

Pada hari pertama beberapa jam seusai pembukaan LifeStyle Vietnam, Paviliun Indonesia tercatat telah dikunjungi 164 calon pembeli dari berbagai negara. Selain Amerika dan Eropa, calon pembeli Asia terutama dari Jepang, Korea, Singapura, Thailand dan Vietnam sendiri semakin meningkat.

Eko Prabowo selaku salah satu pendamping peserta dan mewakili BEDO menyatakan segala sesuatu yang dipersiapkan dengan baik dan sepenuh hati pasti akan membuahkan hasil yang baik. “Inilah pengalaman paling berharga yang dirasakan peserta Indonesia sebagai puncak rangkaian ‘Export Coaching Program’ yang mereka ikuti,” ujarnya.

Di luar kuantitas calon pembeli, tampak kualitas komunikasinya lebih baik dan semua datanya terdokumentasi dengan rapi untuk memudahkan tindak lanjut. Elizabeth yang juga pendamping peserta menambahkan, “Sedapat mungkin pengalaman mereka ini dapat dialami oleh UMKM Indonesia lain atau paling tidak ditularkan lewat mereka yang sudah mengikuti program ini”.

BEDO adalah Organisasi Bisnis Nirlaba yang memfasilitasi UKM Indonesia yang berbasis di Bali. Fokus BEDO adalah pada Knowledge Sharing, Networking, Training, Coaching, Desain, Pemasaran, Konsultan Manajemen dan Pengembangan Produk. www.be-do.org

Mitra BEDO dalam Program ini adalah CBI dan DGNED.

CBI adalah pusat promosi impor dari negara-negara berkembang. Ini adalah organisasi pemerintah Belanda yang berfokus pada peningkatan ekspor dari negara berkembang ke Uni Eropa, serta menawarkan program ekspor intensif.

Adapun DGNED merupakan Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, memiliki program untuk membantu dan mendukung manufaktur lokal dalam mengidentifikasi dan menembus pasar luar negeri. [b]