• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Wednesday, March 11, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Kabar Baru

Pasca Longsor Tebing, Pengelola Uji Kelayakan, Tanah Barak Masih Ditutup

I Gusti Ayu Septiari by I Gusti Ayu Septiari
9 January 2025
in Kabar Baru, Lingkungan
0
0
Lapisan struktur tebing di kawasan wisata Pantai Pandawa

Senin pertama tahun baru 2025 (6/1/2025) dihebohkan dengan kabar longsornya tebing di kawasan wisata Tanah Barak – Pantai Pandawa, Desa Kutuh, Kuta Selatan, Kabupaten Badung. Reruntuhan tebing ditemukan oleh tim keamanan yang tengah bertugas pada jam 06.00 WITA. Tidak diketahui waktu persis kejadian tersebut, tetapi dapat dipastikan bahwa longsor disebabkan oleh hujan deras yang mengguyur kawasan Kuta Selatan sejak malam hingga dini hari.

Kejadian longsor ini tidak memakan korban jiwa karena akses tebing telah ditutup dari pukul 18.00 WITA, sehingga tidak ada kendaraan maupun wisatawan yang melintas di area tersebut. Menurut keterangan Direktur Utama Badan Usaha Milik Desa Adat (BUMDA) Desa Adat Kutuh, Ni Luh Hepi Wardani, prajuru desa adat saat itu langsung turun ke lokasi untuk membersihkan material reruntuhan batu kapur.

“Kami prediksi itu akan makan waktu sekitar tiga hari ya. Mestinya sampai hari ini, tapi sepertinya masih belum selesai,” ungkap Hepi ketika ditemui pada Rabu, 8 Januari 2025.

Akses Pantai Tanah Barak – Pantai Pandawa ditutup. Foto oleh: Kresnanta

Empat alat berat diturunkan untuk membersihkan material tebing yang longsor. Namun, tidak sesuai perkiraan, pembersihan tidak dapat dilakukan dalam tiga hari karena kurangnya truk untuk mengangkut material batu kapur.

“Kebetulan juga kita ini harus mengadakan uji kelayakan tebing, seperti apa kokohnya, seperti apa tingkat safety-nya. Nah kita sudah menghubungi pemerintah yang terkait ya. Dalam hal ini ada dinas PUPR Badung, BPBD, dinas pariwisata Badung,” ujar Hepi. 

Pihaknya juga bekerja sama dengan Universitas Udayana untuk uji kelayakan tebing. Uji kelayakan dilakukan untuk mengantisipasi agar tidak terjadi hal serupa ke depannya, mengingat struktur tebing terdiri dari beberapa lapisan.

Tebing longsor dan menutup jalan ke arah pantai. Foto Laporan BPBD Bali.

Salah satu warga menyebutkan bahwa aktivitas warga sekitar tidak terdampak, tetapi yang terdampak adalah wisatawan yang ingin berkunjung. “Shuttle-nya kan ke sana arahnya, jadi sebelum jatuh itu rame shuttle-nya yang ke arah sana. Kalau sekarang sepi,” ungkap Ni Made Sunadi, warga sekitar yang kami temui di sekitar Pantai Pandawa.

Sebelumnya, kawasan tersebut merupakan jalan tembusan dari Pantai Tanah Barak ke Pantai Pandawa. Kepopulerannya membuat pemerintah Desa Adat Kutuh mengelola tebing tersebut menjadi kawasan wisata.

“Dari pengunjung banyak yang merasa kecewa. Banyak sekali grup-grup yang sebenarnya sudah merencanakan untuk datang. Cuma karena kondisi seperti itu, mereka terpaksa tidak bisa datang. Jadi bukan masalah pendapatan, tapi masalah keselamatan,” ungkap Hepi.

Jalan menuju Pantai Timbis. Foto oleh: Kresnanta

Beberapa wisatawan yang hendak ke Pantai Tanah Barak terlihat putar balik ketika diberitahu oleh security bahwa kawasan tersebut ditutup. Pantai Timbis yang berada tidak jauh dari Pantai Pandawa menjadi pilihan alternatif bagi wisatawan yang ingin berfoto dengan latar belakang tebing. Selain itu, Pantai Pandawa memiliki bentang pantai sejauh 3 km, sehingga banyak pantai lain yang dapat menjadi alternatif wisatawan.

Hingga saat ini, pihak Desa Adat Kutuh belum dapat memberikan tanggal pasti dibukanya jalan di kawasan wisata Tanah Barak – Pantai Pandawa. Desa Adat Kutuh bersama beberapa pihak akan melakukan uji kelayakan tebing terlebih dahulu sebelum kawasan tersebut dapat diakses kembali. Sementara itu, alat berat dan truk pengangkut masih beroperasi untuk membersihkan material reruntuhan batu kapur.

kampungbet
Tags: pantai pandawapantai tanah baraktebing longsor
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
I Gusti Ayu Septiari

I Gusti Ayu Septiari

Suka mendengar dan berbagi

Related Posts

No Content Available
Next Post
Konservasi Bawah Laut di Desa Baktiseraga

Konservasi Bawah Laut di Desa Baktiseraga

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Hapera Bali Buka Posko Pengaduan Tunjangan Hari Raya

Hapera Bali Buka Posko Pengaduan Tunjangan Hari Raya

10 March 2026
Rekomendasi Wisata Kano di Mangrove Tepi Kota Denpasar

Rekomendasi Wisata Kano di Mangrove Tepi Kota Denpasar

8 March 2026

Dinamika Nyepi di Bali: Imbas Tawur hingga Kesepakatan Nasional

8 March 2026
Titik Berburu Takjil di Bali

Titik Berburu Takjil di Bali

6 March 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia