• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Thursday, April 30, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Berita Utama

Pameran dan Pentas Seni Napi Anak

Luh De Suriyani by Luh De Suriyani
30 May 2014
in Berita Utama, Kabar Baru, Sosial
0
0

pameran seni lapas anak-ebook

Maret 2014. Selesai dari sini aku akan pulang. Sesampai di rumah aku kan tidur.

Itulah penggalan karya E, salah satu napi di Lapas Anak Karangasem, Bali. Puisi pendek itu termasuk karya yang dipamerkan pertengahan Mei lalu. Kalimat E itu sederhana sekaligus tajam.

Pulang dan tidur yang nyaman di rumah sendiri. Itu pasti paling dinanti dari perjalanan hampir 30 anak yang masih dipenjara ini.

pameran seni lapas anak-kasur dan bantal

Dalam ebook ini ada 50 karya esai, puisi, dan lirik lagu yang dibuat dalam Lapas. Sebagian karya yang dibuat sejak akhir tahun lalu, setelah mereka mendapatkan sebuah buku tulis dari tim Yayasan Seni Sana Sini atau One Dollar for Music. Yayasan ini memfasilitasi program Kreatif Bersuara.

Beberapa anak kemudian dipilih temannya untuk menyeleksi karya yang akan ditampilkan dalam pameran bertema Kreatif Bersuara ini.

Selain dalam bentuk ebook, sejumlah puisi dan esai juga dituliskan dalam benda-benda keseharian di Lapas. Ada panci, talenan, karung beras, sprei, sarung bantal, tshirt, dan lainnya.

pameran seni lapas anak-lukisan band

Misalnya di pantat panci, Ka, 17 tahun menuliskan kemarahannya. “Dulu saya pernah ditinggal ibuk saya. Karena ayah bertengkar dengan ibuk, karena ayah saya suka mabuk tiap hari dan judi. Lalu ibuk saya pergi dari rumah ketika umur saya 4 tahun. Ibuk saya tidak pernah pulang selama 3 bulan. Waktu itu saya sangat marah sama ayah saya, lalu saya pergi dari rumah.”

Selain teks, juga ada lukisan yang dibuat di atas kanvas serta mural di tembok belakang Lapas. Mereka membuat karya bebas, ada yang melukis band penjara, dan figure-figur perempuan dalam berbagai gaya. Misalnya lukisan berjudul Lueng, bergaya sketsa tentang keinginan memiliki pacar. Juga ada perempuan bergaya ala disc jockey. Ada juga berjudul Drag Race, tentang keinginan menjadi pembalap di arena lomba tak hanya jalanan.

Di musik, anak-anak band yang terbentuk di Lapas memperlihatkan lagu-lagu ciptaannya. Setidaknya ada enam penampil band dan penyanyi solo dari dalam penjara. Mereka adalah Feat Band, TheBui, 86 band, dan lainnya.

pameran seni lapas anak-pygmy marmoset band

Dari luar penjara ada bintang tamu seperti band Pygmy Marmoset, duo Sanjaya dan Zenith yang renyah dan merdu menyanyikan beberapa lagu dalam album barunya. Hal unik yang dilihat anak-anak adalah melihat Zenith memainkan beberapa alat musik yang tak biasa muncul di panggung namun memperkaya bunyi. Di antaranya pianika dan belira.

Ada pula Dadang, vokalis Dialog Dini Hari dan gitaris Navicula. Dua band beda genre yang ngetop di Bali. Dadang secara menakjubkan melagukan dua puisi karya Ketut Ju. Ini gimmick yang memberi energi sekaligus antusiasme baru. Puisi tentang cinta dan ibu itu dilagukan secara langsung, tanpa persiapan dan spontan di panggung.

Kalapas Anak Gianyar di Karangasem ini, Didik Heru Sukoco membuka pintunya untuk energi-energi kreatif yang ingin dibagi ke remaja yang haus dengan aktivitas ini. Ia juga ingin sekitar 30 orang remaja yang saat ini dalam Lapas bisa mengembangkan kegiatan bernilai ekonomi. [b]

Tags: KarangasemNGOSeniSosial
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Luh De Suriyani

Luh De Suriyani

Ibu dua anak lelaki, tinggal di pinggiran Denpasar Utara. Anak dagang soto karangasem ini alumni Pers Mahasiswa Akademika dan Fakultas Ekonomi Universitas Udayana. Pernah jadi pemimpin redaksi media advokasi HIV/AIDS dan narkoba Kulkul. Menulis lepas untuk Mongabay.

Related Posts

Sampah Plastik Ancam Padang Lamun Bali

Sampah Plastik Ancam Padang Lamun Bali

22 April 2026
Siapkah Nyepi Digital?

Siapkah Nyepi Digital?

23 March 2026
Ruang Healing di Pesisir yang Berubah

Mendamaikan Nyepi dan Takbiran di Bali 2026

16 March 2026

Patologi Atensi: Kenapa Otak Dangkal dan Malas Kontemplasi

6 March 2026
Di Balik Panggung Seni: Cerita Diskriminasi dan Perjuangan Pekerja Ragam Gender di Ekosistem Kreatif

Di Balik Panggung Seni: Cerita Diskriminasi dan Perjuangan Pekerja Ragam Gender di Ekosistem Kreatif

19 December 2025
Inilah Panduan Nyepi Tanpa Internet Tahun Ini

Tersingkir di Tanah Sendiri

12 November 2025
Next Post
Barong Ngelawang Saat Galungan Kuningan

Barong Ngelawang Saat Galungan Kuningan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

IAGI Bali Selidiki Lereng Kritis di Lokapaksa Ancam Puluhan Warga

IAGI Bali Selidiki Lereng Kritis di Lokapaksa Ancam Puluhan Warga

29 April 2026
Alasan Koster soal Regulasi Sampah tidak Optimal

Alasan Koster soal Regulasi Sampah tidak Optimal

29 April 2026
Aksi Kemanusiaan AMSI Bali

Aksi Kemanusiaan AMSI Bali

28 April 2026
[Matan Ai] Bali dan Pembusukan Pembangunan

Menjinakkan Suara Kritis Kampus

28 April 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia