• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Monday, January 19, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Budaya

Palebon Raja Puri Peliatan Ubud

Luh De Suriyani by Luh De Suriyani
1 November 2010
in Budaya, Kabar Baru
0
3

Teks oleh Luh De Suriyani

Pada Selasa (2/11) besok, Raja Peliatan IX, Ida Dewa Agung Peliatan dari Puri Agung Peliatan akan dikremasi. Perlengkapan seperti bade (wadah jenazah) sekitar 25 meter, patung lembu, dan naga banda telah siap dan akan diusung sekitar satu jam dari Puri Peliatan sampai ke Pura Dalem yang berjarak kurang 1,5 kilometer saja.

Bade tumpang (bertingkat) 11 itu kini menjadi tontonan turis dan warga di Ubud. Demikian juga patung naga dan lembu dari kertas yang dibuat dengan sangat detail itu. Semua perlengkapan yang dibuat berbulan-bulan ini akan dibakar di kuburan setempat saat kremasi.

“Bunga emas di puncak bade bisa diambil warga pengusung bade yang bisa menaikinya,” ujar Tjokorda Agung Pramitha Krisna Dalem, salah satu keponakan raja dari Puri Anyar ini. Menurutnya hanya dua atau tiga orang yang bisa menaiki bade itu untuk memperebutkan bunga emas sebagai hadiah bagi pengusungnya.

Peristiwa pengambilan bunga emas ini baru bisa dilakukan saat layon atau jenazah raja diturunkan untuk dikremasi. Puncak acara kremasi akan dilakukan tengah hari.

Krisna mengatakan keluarga besar Puri Peliatan ini terdiri dari empat puri atau kelompok keluarga, yakni Puri Anyar, Puri Agung Peliatan, Puri Rangki dan Semarabawa. Krisna membuat website, Peliatan.info yang mempublikasikan jadwal kegiatan rangkaian kremasi agung ini.

Selain bunga emas di puncak bade, keluarga raja juga melapisi emas di tanduk patung kertas lembu putih. Emas ini rencananya akan diberikan pada pembuat lembu.

Sebelum puncak karya palebon ini, beberapa hari sebelumnya, sejumlah prosesi yang ditonton ribuan turis juga telah dihelat. Misalnya saat mendak atau penjemputan naga banda dari Puri Ubud ke Puri Peliatan yang berjarak kurang lebih dua kilometer. Ribuan warga mengusung patung naga yang dibuat keemasan ini. Naga banda ini memang bisa dibuat untuk kremasi raja atau keluarganya. Sebelum digunakan dalam palebon, bade, naga banda, dan lembu juga dibuatkan upacara pemlaspas atau penyucian.

Sejumlah ritual yang rumit dan melibatkan ratusan orang akan terlihat di sekitar Puri Peliatan jelang kremasi. Wisatawan dan peminat upacara ini bisa datang ke puri untuk melihat prosesinya. Cokorda Krisna sendiri bisa dihubungi untuk keperluan itu.

Almarhum adalah keturunan Raja Peliatan pertama  dari pasangan Ida Tjokorda Gde Rai dan AA Istri Mas. Ia diangkat atau Mabhiseka Ratu (gelar) sebagai Raja Peliatan IX sejak 5 Juni tahun 2001. Sang raja mangkat pada 21 Agustus karena sakit.

“Cokorda Agung Nindia, keponakan dengan garis darah langsung telah ditipkan pusaka keluarga oleh puri sebagai simbolis pemimpin puri. Namun kami belum pernah membicarakan soal pengangkatan raja berikutnya,” ujar Krisna.

Menurut Krisna, saat ini keluarga besar Puri Peliatan ini terdiri dari sekitar 100 kepala keluarga. Usai palebon yang dipublikasikan secara luas ini, Krisna mengatakan puri kemungkinan akan banyak membuat kegiatan seni.

Misalnya mengenalkan Legong Keraton Lasem yang menurutnya terkenal dari Peliatan. “Kami masih memiliki seniman-seniman senior legong yang bisa lebih memperkenalkan lagi tarian klasik ini,” katanya.

Untuk prosesi kremasi pada 2 November, dipastikan Jalan Raya Ubud akan macet selama beberapa jam. Pihak keluarga sudah berkoordinasi dengan PLN untuk menata kabel listrik yang melintang di jalanan. Maklum, bade setinggi 25 meter akan terhalang oleh kabel-kabel listrik di jalanan Ubud-Peliatan, jalur yang akan dilewati prosesi ini.

http://www.thejakartapost.com/news/2010/11/01/ubud-gears-royal-cremation.html

Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Luh De Suriyani

Luh De Suriyani

Ibu dua anak lelaki, tinggal di pinggiran Denpasar Utara. Anak dagang soto karangasem ini alumni Pers Mahasiswa Akademika dan Fakultas Ekonomi Universitas Udayana. Pernah jadi pemimpin redaksi media advokasi HIV/AIDS dan narkoba Kulkul. Menulis lepas untuk Mongabay.

Related Posts

Permasalahan Petani Hutan di Bali

Permasalahan Petani Hutan di Bali

19 January 2026
Mandaragiri: Saat Leluhur Membaca Bahasa Bumi

Mandaragiri: Saat Leluhur Membaca Bahasa Bumi

19 January 2026

Siwaratri sebagai Ruang Kontemplasi Menghadapi Krisis Batin Kehidupan Modern

18 January 2026
Petani Batur Datangi Kementerian Kehutanan dan Kementerian Investasi

Petani Batur Datangi Kementerian Kehutanan dan Kementerian Investasi

17 January 2026
Gender dan Kesetaraan Performatif di Bali

Gender dan Kesetaraan Performatif di Bali

17 January 2026
Literasi Digital dan Pencegahan Cyberbullying bagi Pelajar di Denpasar

Literasi Digital dan Pencegahan Cyberbullying bagi Pelajar di Denpasar

16 January 2026
Next Post

Memadukan Arsitektur dan Kultur di Tenganan

Comments 3

  1. PanDe Baik says:
    15 years ago

    Padahal sudah janji mo nonton bareng Semeton Yowana Pande Peliatan, sayangnya gag bisa bolos semingguan ini. Hiks… Pengen liat Lembu raksasa buatan Semeton Yowana Pande Peliatan…

    Reply
  2. deweu says:
    15 years ago

    Ada yang mengadakan pelebon mewah, di saat masih banyak kemiskinan dan musibah di Bali (habis baca berita tentang Putu Andra)

    Reply
  3. agus widiantara says:
    15 years ago

    stara sosial masih kental….ternyata kasta dibali masih lestari juga ya,,,,,

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Permasalahan Petani Hutan di Bali

Permasalahan Petani Hutan di Bali

19 January 2026
Mandaragiri: Saat Leluhur Membaca Bahasa Bumi

Mandaragiri: Saat Leluhur Membaca Bahasa Bumi

19 January 2026

Siwaratri sebagai Ruang Kontemplasi Menghadapi Krisis Batin Kehidupan Modern

18 January 2026
Petani Batur Datangi Kementerian Kehutanan dan Kementerian Investasi

Petani Batur Datangi Kementerian Kehutanan dan Kementerian Investasi

17 January 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia