• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Thursday, May 28, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Kabar Baru

Mewaspadai Demam Berdarah di Kota Denpasar

Ita Distriana by Ita Distriana
30 May 2016
in Kabar Baru, Kesehatan
0
0
Pemberantasan Nyamuk Demam Berdarah
Fogging di Denpasar untuk mencegah demam berdarah. Foto Anton Muhajir.

Nyamuk masih menjadi hewan paling mematikan. 

Serangga inilah yang membunuh 30 orang hanya dalam kurun waktu empat bulan pertama tahun ini. Jumlah kasus demam berdarah dengue (DBD) di Bali pun terus meningkat dari tahun ke tahun. Karena itu kita harus lebih waspada.

Demam berdarah merupakan penyakit akibat virus dengue. Penyakit ini ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus serta dapat menyebabkan KEMATIAN.

Wabah dengan cepat meluas diawali dengan virus berada dalam ludah nyamuk. Virus tersebut kemudian masuk ke tubuh manusia melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti betina. Selanjutnya virus masuk ke dalam saluran getah bening dan darah.

Jika nyamuk lain mengisap darah manusia yang mengandung virus dengue, maka virus akan memperbanyak diri di dalam perut dan ludah nyamuk. Jika nyamuk menggigit manusia lain maka nyamuk tersebut siap mengeluarkan virus dalam tubuh manusia.

Agar bisa mengantisipasi terjadinya DBD, sebaiknya kita mengenal ciri-ciri dan sifat nyamuk Aedes aegypti yaitu badan dan kaki berbintik-bintik hitam-putih, mengigit pada siang hari, dan bertelur di genangan air yang bersih maupun air kotor.

Orang yang terkena demam berdarah akan mengalami gejala sebagai berikut panas tinggi mendadak selama 2-7 hari, tampak lemah dan lesu, timbul bintik-bintik merah pada kulit, serta muncul nyeri di ulu hati, kepala, otot dan persendian.

Gejala lain jika seseorang terkena DBD adalah mengalami pendarahan di hidung (mimisan) dan di bawah kulit serta muntah atau berak darah. Bila sudah parah, penderita gelisah, kaki dan tangan dingin serta berkeringat. Jika pada anak akan mengalami jarang buang air kecil (urin berkurang).

Bila tidak segera ditolong dalam 24 jam, maka DBD dapat menimbulkan kematian.

Pertolongan pertama pada penderita DBD yang dapat dilakukan adalah memberi minum sebanyak-banyaknya dapat berupa air putih, teh manis, air kelapa atau oralit. Kemudian kompres dengan air hangat serta berikan obat penurun panas. Segeralah bawa ke Puskesmas IV Denpasar Selatan atau Rumah Sakit terdekat untuk mendapatkan penangan selanjutnya.

Karena tidak ada obat untuk penyakit DBD dan masih belum ada vaksin untuk mencegah penyakit ini, maka diperlukan cara yang dapat diaplikasikan untuk mencegah penyebaran penyakit DBD, yaitu dengan Gerkan 3M Plus; MENGURAS tempat penampungan air, seperti bak mandi, WC, vas bunga, ember dan lainnya, MENUTUP rapat penyimpanan air seperti gentong, ember, vas bunga dan lainnya, dan MENGUBUR kaleng, ban bekas, botol bekas, plastic, tempurung kelapa dan lainnya.

PLUS jangan menggantung baju, memelihara ikan untuk memakan jentik, tidur menggunakan kelambu, membunuh larvasida seperti membubuhkan bubuk Abate pada tempat penyimpanan air (1 gr abate = 10 liter air, 10gr abate = 1 sendok makan = 100 liter air). [Staf Promkes Puskesmas IV Denpasar Selatan]

Tags: Demam BerdarahDenpasarKesehatan
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Ita Distriana

Ita Distriana

Staf Promosi Kesehatan Puskesmas IV Denpasar Selatan

Related Posts

Merestorasi Mindset Ekologis di Bali: Belajar Dari Geguritan Selampah Laku Karya Ida Pedanda Made Sidemen

Merestorasi Mindset Ekologis di Bali: Belajar Dari Geguritan Selampah Laku Karya Ida Pedanda Made Sidemen

26 May 2026
Rekapitulasi Dampak Banjir 24 Februari 2026 di 76 Titik Kejadian

Kota Denpasar Memiliki Banyak Air Hujan tapi Kehilangan Kemampuan Menyimpan

21 May 2026
Membaca di Ruang Publik jadi Aktivitas Sosial

Membaca di Ruang Publik jadi Aktivitas Sosial

15 May 2026
Sampah Plastik Ancam Padang Lamun Bali

Sampah Plastik Ancam Padang Lamun Bali

22 April 2026
Bencana Sunyi: Penurunan Muka Tanah Akibat Eksploitasi Airtanah di Bali

Bencana Sunyi: Penurunan Muka Tanah Akibat Eksploitasi Airtanah di Bali

20 April 2026
Banjar Saraswati Mengurai yang Tersisa, Menyemai yang Bermakna

Banjar Saraswati Mengurai yang Tersisa, Menyemai yang Bermakna

7 April 2026
Next Post
Mengunjungi Maestro Seni Lukis Klasik Kamasan

Mengunjungi Maestro Seni Lukis Klasik Kamasan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Peristiwa 1965, Akar Tri Hita Bencana

Peristiwa 1965, Akar Tri Hita Bencana

28 May 2026

Mall Baru akan Bermunculan, Warga Bali Khawatir Ruang Hidup Kian Sesak

27 May 2026
Merestorasi Mindset Ekologis di Bali: Belajar Dari Geguritan Selampah Laku Karya Ida Pedanda Made Sidemen

Merestorasi Mindset Ekologis di Bali: Belajar Dari Geguritan Selampah Laku Karya Ida Pedanda Made Sidemen

26 May 2026
Aksi Tolak Terminal LNG ke DPRD Bali 

Antisipasi Risiko Proyek Energi Gas di Bali

26 May 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia