• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Thursday, March 12, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Kabar Baru

Mereka Merasa Diabaikan Keluarga

Luh De Suriyani by Luh De Suriyani
23 July 2009
in Kabar Baru, Pendidikan, Sosial
0
0

Teks Luh De Suriyani, Foto Adi Setiawan

Ida Okta Pranita Devi, perempuan 12 tahun, mengatakan jarang dikunjungi keluarga ketika tinggal di asrama sekolah khusus tuna grahita.

“Keluarga datang seminggu sekali. Saya sih lebih senang tinggal di rumah,” ujarnya. Kalau di asrama sekolah ia merasa kadang kesepian.

Hal yang sama disampaikan Putu Ari Ariastuti, siswa SLBA Gianyar khusus tuna netra. Ia mengatakan hanya dikunjungi keluarga sebulan sekali. “Saya tidak bisa menolak katanya biar cepat pintar,” ujarnya.

Sekitar 50 anak-anak dan remaja mencurahkan pendapatnya seputar kehidupan sekolah dan kebutuhannya dengan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Bali, Selasa.

Dengar pendapat Anak-anak berkebutuhan khusus di aula Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olah raga Provinsi Bali ini dalam rangka Hari Anak Indonesia.

Ketua KPAI Bali Anak Ayu Sri Wahyuni mengatakan anak-anak punya hak menolak dan suaranya harus didengar.

Sebagian anak-anak dari berbagai sekolah luar biasa di Bali ini ditanyakan satu per satu keluhan dan kebutuhannya. KPAI mencatat untuk disampaikan pada Gubernur Bali pada Puncak Hari Anak Nasional yang akan dilaksanakan di Gerokgak, Kabupaten Buleleng.

I Made Gintil Muliartha, Kepala Sekolah SLB C khusus tuna grahita mengatakan semakin banyak orang tua yang enggan merawat anaknya yang mengalami down syndrome atau autis. “Tiap tahun jumlah anak-anak yang dititipkan makin banyak, asrama sudah over load,” keluhnya.

Orang tua disebut lebih senang jika anaknya tinggal di asrama sekolah. “Kami banyak menolak karena hanya ada tiga kamar yang diisi 25 orang anak. Penuh sekali,” kata Muliartha.

Ia juga mengaku kekurangan guru dan kelas. Jumlah siswa saat ini 230 orang, dan tiag guru mengajar rata-rata 15 anak per kelas. “Idealnya satu guru mengajar 5 anak,” tambahnya.
Selain perhatian dari orang tua, terangkum juga masalah biaya pendidikan yang masih dikenakan walau pemerintah menjanjikan gratis sampai tingkat SLTA. Ada juga permintaan agar lembaga formal memberikan kesempatan yang sama untuk bekerja atau berekspresi.

“Cita-cita saya ingin menjadi penyanyi profesional. Cukup di album kompilasi saja,” ujar Agus Diana, siswa 16 tahun sekolah luar biasa khusus tuna netra yang pintar menyanyi.

“Tidak ada masalah kalau tuna netra sering bergaul. Teman tuna netra lain saya harapkan ikut membaur dengan teman normal lainnya,” kata Agus.

“Kita semua sama, jangan minder. Jangan mengandalkan lingkungan di sekolah atau asrama saja,” tambahnya lagi memotivasi temannya.

Wahyuni juga mengajak anak-anak menceritakan apakah pernah mengalami pelecehan atau kekerasan seksual dari guru atau orang lain.

“Tidak ada yang boleh memegang organ tubuh dari dada sampai bokong,” ujar Wahyuni yang kemudian diterjemahkan dengan bahasa isyarat pada anak-anak tuna rungu.

Sejumlah anak-anak yang tuli memakai alat bantu pendengaran dan dibantu pendampingnya untuk berkomunikasi.

Dengar pendapat ini diikuti oleh siswa SLB-B Sidakarya, Jl. Pendidikan Denpasar, SDLB Gianyar, SDLB Bangli, SLB Tabanan, dan lainnya.

Luh Anggreni, wakil ketua KPAI mengatakan pihaknya sedang gencar mengkampanyekan pengetahuan kesehatan reproduksi untuk anak-anak termasuk berkebutuhan khusus. “Kasus pelecehan dan kekerasan seksual pada anak adalah kasus tertinggi yang ditangani KPAI. Sementara anak-anak sama sekali tak bisa melawan,” ujarnya.

Hal ini juga diatur dalam UU Perlindungan Anak untuk melindungi diri dari kekerasan fisik dan psikologis dari keluarga dan pihak lain. [b]

Tags: Anak-anakBaliDenpasar
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Luh De Suriyani

Luh De Suriyani

Ibu dua anak lelaki, tinggal di pinggiran Denpasar Utara. Anak dagang soto karangasem ini alumni Pers Mahasiswa Akademika dan Fakultas Ekonomi Universitas Udayana. Pernah jadi pemimpin redaksi media advokasi HIV/AIDS dan narkoba Kulkul. Menulis lepas untuk Mongabay.

Related Posts

Salah Kaprah Mitologi Dewi Danu dalam Pemuliaan Air

Salah Kaprah Mitologi Dewi Danu dalam Pemuliaan Air

27 February 2026
Potensi Panas Ekstrem di Bali: Apakah Pulau ini Sudah Bersiasat Meredamnya?

Potensi Panas Ekstrem di Bali: Apakah Pulau ini Sudah Bersiasat Meredamnya?

18 February 2026
Udara Bersih saat G20, setelah itu Polusi kembali

Udara Bersih saat G20, setelah itu Polusi kembali

11 February 2026
Tebe Modern hingga Inovasi Sumur Resapan untuk Menghadapi Banjir

Tebe Modern hingga Inovasi Sumur Resapan untuk Menghadapi Banjir

15 January 2026
Ruang Sipil di Bali di Bawah Tekanan: Ketika Kritik Dianggap Ancaman

Ruang Sipil di Bali di Bawah Tekanan: Ketika Kritik Dianggap Ancaman

5 January 2026
Siaga Banjir! Panduan Praktis untuk Warga Bali di Musim Hujan Ekstrem

Siaga Banjir! Panduan Praktis untuk Warga Bali di Musim Hujan Ekstrem

16 December 2025
Next Post
Colour Windows Membangkitkan Kosmologi

Colour Windows Membangkitkan Kosmologi

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Hapera Bali Buka Posko Pengaduan Tunjangan Hari Raya

Hapera Bali Buka Posko Pengaduan Tunjangan Hari Raya

10 March 2026
Rekomendasi Wisata Kano di Mangrove Tepi Kota Denpasar

Rekomendasi Wisata Kano di Mangrove Tepi Kota Denpasar

8 March 2026

Dinamika Nyepi di Bali: Imbas Tawur hingga Kesepakatan Nasional

8 March 2026
Titik Berburu Takjil di Bali

Titik Berburu Takjil di Bali

6 March 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia