• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Monday, January 19, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Kabar Baru

Menyimpan Sampah di Depan Rumah

Dewi Mahayanthi by Dewi Mahayanthi
11 May 2011
in Kabar Baru, Lingkungan
0
1
Tempat menyimpan sawah bisa berbentuk seperti kafe. Foto Dewi Mahayanthi.

Jika tak ditangani dengan saik, sampah bisa merusak wajah kota.

Namun, jika dibuang di tempat khusus, tentu akan menyejukkan mata kita. Hal itulah yang diterapkan di Banjar Nyuh Kuning, Desa Mas, Gianyar. Warga setempat membuat tempat sampah sendiri.

Sampah merupakan material sisa yang tidak diinginkan setelah berakhirnya suatu proses. Seiring berjalannya waktu, keberadaan sampah menjadi polemik warga saat ini.

Sampah seakan membawa dampak positif dan negatif terhadap lingkungan. Dampak negatifnya masalah penanganan sampah itu sendiri.

Petugas Dinas Kesehatan dan Pertamanan (DKP) pun terlihat kewalahan setiap hari mengangkut gundukan sampah di pinggir jalan raya. Ulah pemulung yang menghamburkan sampah dalam kantong plastik mempersulit pengangkutan ke atas truk sampah. Pemandangan ini tentu mengotori wajah sebuah kota.

Sebuah daerah yang terlihat rapi dalam penanganan sampah ini adalah Banjar Nyuh Kuning yang terletak di Desa Mas, Gianyar. Warga setempat memiliki inisiatif dalam membuat tempat sampah dengan ukuran 2×3 m di depan rumah mereka.

Orang yang tidak tahu, tidak menyangka bahwa itu sebuah tempat sampah karena di bagian depannya dipasang pintu besi.

Menutur Made Widnyani, penjual bubur di banjar Nyuh Kuning itu, masing-masing Kepala Keluarga cukup membayar Rp 10.000 – Rp 30.000 per bulan kepada petugas khusus sampah.

Nilai itu tergantung dari banyak sedikitnya sampah yang diangkut petugas. Sampah yang terkumpul kemudian dibawa ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Temesi. Petugas terlihat cepat mengangkut tanpa diganggu pemulung yang menghamburkan sampah dalam kantong plastik.

Begitulah potret sebuah banjar yang terletak di kawasan pariwisata. Mungkin warga kota dapat menirunya bila masih ada lahan kosong di depan rumahnya. [b]

Tags: GianyarLingkunganSampah
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Dewi Mahayanthi

Dewi Mahayanthi

Gadis yang terlahir sempurna dengan segala kekurangannya. mencoba sekeras hati melawan keterbatasan dengan mengikuti beberapa organisasi di dunia ini. Mencoba segala sesuatu yang belum pernah aku coba dalam kehidupan ini.

Related Posts

Tebe Modern hingga Inovasi Sumur Resapan untuk Menghadapi Banjir

Tebe Modern hingga Inovasi Sumur Resapan untuk Menghadapi Banjir

15 January 2026
Krisis Sampah di Bali: Contoh Baik di Desa Ada, kenapa Pemerintah Pilih Bakar Sampah?

Krisis Sampah di Bali: Contoh Baik di Desa Ada, kenapa Pemerintah Pilih Bakar Sampah?

30 December 2025
Kemah Manja di Bali Jungle Camping Padangan

Terasering Subak sebagai Mitigasi Banjir Berbasis Lanskap

22 December 2025
Siaga Banjir! Panduan Praktis untuk Warga Bali di Musim Hujan Ekstrem

Siaga Banjir! Panduan Praktis untuk Warga Bali di Musim Hujan Ekstrem

16 December 2025
Energi Terbarukan di Pulau Bali Hanya Bagus di Atas Kertas, tapi Kenapa Sulit Terwujud

Energi Terbarukan di Pulau Bali Hanya Bagus di Atas Kertas, tapi Kenapa Sulit Terwujud

26 November 2025
Pulau Surga yang Kehilangan Harmoni

Pulau Surga yang Kehilangan Harmoni

16 November 2025
Next Post
Keluarga Perancis Bersepeda Mengelilingi Dunia dan Bali

Keluarga Perancis Bersepeda Mengelilingi Dunia dan Bali

Comments 1

  1. Cahya says:
    15 years ago

    Sebenarnya asal tidak membuat sampah berlebihan, sampah masih bisa dikelola dengan baik oleh rumah tangga dan warga. Tapi pertanyaannya, apakah dengan pola konsumtif kita saat ini, hal tersebut dimungkinkan?

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Permasalahan Petani Hutan di Bali

Permasalahan Petani Hutan di Bali

19 January 2026
Mandaragiri: Saat Leluhur Membaca Bahasa Bumi

Mandaragiri: Saat Leluhur Membaca Bahasa Bumi

19 January 2026

Siwaratri sebagai Ruang Kontemplasi Menghadapi Krisis Batin Kehidupan Modern

18 January 2026
Petani Batur Datangi Kementerian Kehutanan dan Kementerian Investasi

Petani Batur Datangi Kementerian Kehutanan dan Kementerian Investasi

17 January 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia