• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Sunday, January 18, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Berita Utama

Menyiapkan Diri untuk Menikmati Nyepi di Bali

Anton Muhajir by Anton Muhajir
20 March 2015
in Berita Utama, Budaya, Kabar Baru
0
0

Selamat Nyepi BaleBengong

Sabtu besok, umat Hindu akan merayakan Hari Raya Nyepi.

Selama 24 jam perayaan Nyepi, umat Hindu terutama di seluruh Bali akan melaksankan Catur Brata Penyepian atau empat pantangan yang harus dilaksanaan saat Nyepi. Empat pantangan tersebut adalah Amati Geni atau tidak menyalakan api, Amati Karya atau tidak bekerja, Amati Lelungan atau tidak bepergian, serta Amati Lelanguan atau tidak bersenang-senang.

Karena itulah, selama Nyepi besok, Bali akan hening. Tidak ada aktivitas sama sekali di luar rumah. Bahkan Bandara Ngurah Rai pun akan menghentikan aktivitas selama 24 jam.

Pada malam hari, Bali akan gelap gulita. Tidak ada warga yang boleh menyalakan lampu di luar rumah.

Begitu pula dengan hiburan. Semua saluran televisi dan radio akan dimatikan, khusus untuk siaran di Bali. Bali selama 24 jam akan beristirahat. Memberi jeda dan napas lebih segar pada Bumi. Tak ada suara dan polusi sama sekali.

Dalam perhitungan kalender Bali, pergantian waktu terjadi pada pukul 6 pagi. Karena itu, waktu Nyepi pun akan dimulai pada pukul 6 pagi dan selesai pada pukul 6 pagi keesokan harinya.

Karena Bali akan benar-benar beristirahat selama 24 jam ada baiknya Anda menyiapkan diri secara khusus. Ini terutama bagi orang yang pertama kali merasakan Nyepi di Bali.

Makanan Secukupnya
Sebelum Nyepi dilaksanakan, siapkan makanan secukupnya di rumah. Sebab, tidak akan ada satu pun restoran atau warung yang buka selama Nyepi.

Tidak usah panik atau maruk seperti pengalaman saya sendiri saat pertama kali merasakan Nyepi di Bali. Waktu itu saya membeli banyak sekali bahan makanan seolah-olah bakal puasa sebulan. Semata karena tidak tahu dan cenderung takut kelaparan.

Padahal, sekali lagi, Nyepi hanya 24 jam. Hanya selama tiga kali waktu makan: sarapan, makan siang, dan makan malam. Cukup. Tapi, ada baiknya tambahkan dengan keperluan untuk sarapan pada keesokan hari setelah Nyepi. Sebab, pada pagi hari setelah Nyepi warung-warung di Bali pasti masih tutup.

Jika Anda suka ngemil, siapkan camilan Anda. Lagi-lagi secukupnya saja. Tak usah berlebihan.

Nonton Ogoh-ogoh
Jika makanan sudah siap, jangan lupa siapkan pula kamera. Kenapa? Karena sehari menjelang Nyepi akan menjadi semacam perayaan massal di Bali. Tiap desa di Bali akan mengadakan pawai ogoh-ogoh, patung raksasa simbul Butha Kala yang menjadi bagian dari upacara Pengrupukan.

Sebelum dibakar, patung raksasa ini akan diarak terlebih dulu oleh anak-anak muda di banjar tersebut. Dengan beragam bentuk dari yang menyeramkan, lucu, hingga kritis, ogoh-ogoh menjadi wujud kreativitas anak-anak muda di Bali. Dia tak hanya untuk simbol spiritualitas.

Pawai ogoh-ogoh biasanya dilakukan di perempatan desa. Tiap desa bisa punya puluhan ogoh-ogoh. Mereka diarak dalam iringan gamelan Bali atau, seperti akhir-akhir ini, musik dugem. Anak-anak muda dalam jumlah ratusan atau bahkan ribuan akan mengarak ogoh-ogoh.

Jadi, siapkan kamera untuk menjepret meriahnya Bali saat pawai ogoh-ogoh ini.

pawai ogoh

Pantangan
Nyepi adalah hari raya sakral bagi umat Hindu (di Bali). Begitu pula bagi sebagian umat Hindu yang memiliki ikatan dengan Bali. Oleh karena itu, jika pun Anda tidak melaksanakan Nyepi, wajib hukumnya untuk menghormati mereka yang melaksanakan Nyepi.

Ada beberapa hal yang pantang dilakukan sebagai bagian dari penghormatan terhadap umat Hindu yang melaksanakan Nyepi. Selain empat pantangan di atas, ada beberapa hal lain yang bisa dipertimbangkan.

Menghalau Cahaya
Ini penting terutama jika rumah atau kamar Anda punya jendela agak terbuka atau tembus oleh cahaya. Menyalakan lampu di dalam rumah sebenarnya tak masalah. Tiap orang di Bali yang merayakan Nyepi sekalipun pasti melakukan ini. Tapi, jangan sampai cahaya tersebut keluar rumah.

Biasanya, pada malam hari saat Nyepi akan ada petugas adat (pecalang) yang akan memeriksa rumah warga. Pecalang inilah akan memperingatkan warga agar tidak menyalakan lampu hingga cahayanya keluar rumah atau terlihat dari jalan.

Karena itulah akan lebih baik jika Anda sudah menyiapkan diri agar cahaya di dalam rumah tak sampai mengganggu kekhusyukan Nyepi.

Tidak Jalan-jalan
Selama Nyepi, kita tak boleh jalan-jalan. Ada sebagian pecalang yang sangat saklek dan kaku. Misalnya sampai membatasi orang keluar rumah.

Tapi, pada umumnya sih aturan ini agak fleksibel. Sebagian besar tetangga saya yang merayakan Nyepi biasanya santai saja ngobrol di gang. Sebagian lain malah asyik main ceki baik sekadar permainan maupun judi. Jadi, tak usah khawatir, Anda masih bisa melakukan aktivitas bersama tetangga. Asal dalam wilayah terbatas.

Namun, jangan sampai Anda jalan-jalan hingga jalan besar. Apalagi jika menggunakan kendaraan bermotor. Jelas akan ditangkap pecalang.

Batasi Hiburan
Sebenarnya, pada saat Nyepi umat Hindu tak boleh melaksanakan hiburan. Tapi, pada praktiknya masih banyak yang menghibur diri dalam skala kecil dan terbatas. Beberapa teman saya yang Hindu malah menyiapkan film-film di rumah mereka.

Karena itu, Anda yang tak melaksanakan Nyepi juga pasti boleh. Anda hanya harus tenggang rasa, mengatur agar suara musik atau film tak sampai keluar rumah. Batasi untuk penggunaan sendiri.

Hal ini terutama berlaku pada malam hari saat Nyepi. Dalam gelap dan sepi, suara musik atau film akan lebih mudah didengar.

Saya sendiri cenderung tidak menikmati hiburan apapun pada saat Nyepi. Tidak juga dengan media sosial. Selama 24 jam, saya dan keluarga, meskipun tak melaksanakan Nyepi, mencoba memutuskan diri dari dunia maya. Anda bisa melakukan hal sama. Biar turut menikmati rehat sehari tanpa Internet atau Amati Internet.

Lalu apa kegiatan yang bisa dilakukan biar tidak mati gaya selama Nyepi?

Banyak. Bermainlah bersama keluarga atau teman. Kembali ke permainan-permainan tradisional tanpa tergantung Internet atau listrik. Congklak. Kartu remi. Monopoli.

Atau, bacalah buku. Buku-buku yang selama ini hanya teronggok di rak atau sekadar jadi koleksi sudah saatnya dikeluarkan kembali. Nyepi menyadarkan kita betapa pentingnya tenggelam di kedalaman buku di tengah ingar bingar informasi saat ini.

Pada malam hari, keluarlah dari kamar. Duduk di beranda dan menikmati langit. Dengan cuaca total gelap, langit Bali saat Nyepi biasanya akan terlihat cantik sekali.

Terakhir, tidurlah lebih awal dan lama. Esok, pukul 6 pagi ketika Nyepi sudah selesai, Anda bisa bangun lebih awal dan menikmati udara. Setelah 24 jam tanpa kendaraan bermotor, udara Bali setelah Nyepi biasanya segar sekali. Inilah berkah usai Nyepi, udara segar tanpa polusi.. [b]

Tags: AgamaBaliBudayaNyepi
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Anton Muhajir

Anton Muhajir

Jurnalis lepas, blogger, editor, dan nyambi tukang kompor. Menulis lepas di media arus utama ataupun media komunitas sambil sesekali terlibat dalam literasi media dan gerakan hak-hak digital.

Related Posts

Tebe Modern hingga Inovasi Sumur Resapan untuk Menghadapi Banjir

Tebe Modern hingga Inovasi Sumur Resapan untuk Menghadapi Banjir

15 January 2026
Ruang Sipil di Bali di Bawah Tekanan: Ketika Kritik Dianggap Ancaman

Ruang Sipil di Bali di Bawah Tekanan: Ketika Kritik Dianggap Ancaman

5 January 2026
Siaga Banjir! Panduan Praktis untuk Warga Bali di Musim Hujan Ekstrem

Siaga Banjir! Panduan Praktis untuk Warga Bali di Musim Hujan Ekstrem

16 December 2025
Energi Terbarukan di Pulau Bali Hanya Bagus di Atas Kertas, tapi Kenapa Sulit Terwujud

Energi Terbarukan di Pulau Bali Hanya Bagus di Atas Kertas, tapi Kenapa Sulit Terwujud

26 November 2025
Pulau Surga yang Kehilangan Harmoni

Pulau Surga yang Kehilangan Harmoni

16 November 2025
Inilah Panduan Nyepi Tanpa Internet Tahun Ini

Tersingkir di Tanah Sendiri

12 November 2025
Next Post
Patutkah Mengarak Ogoh-ogoh dengan Musik Dugem?

Patutkah Mengarak Ogoh-ogoh dengan Musik Dugem?

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Siwaratri sebagai Ruang Kontemplasi Menghadapi Krisis Batin Kehidupan Modern

18 January 2026
Petani Batur Datangi Kementerian Kehutanan dan Kementerian Investasi

Petani Batur Datangi Kementerian Kehutanan dan Kementerian Investasi

17 January 2026
Gender dan Kesetaraan Performatif di Bali

Gender dan Kesetaraan Performatif di Bali

17 January 2026
Literasi Digital dan Pencegahan Cyberbullying bagi Pelajar di Denpasar

Literasi Digital dan Pencegahan Cyberbullying bagi Pelajar di Denpasar

16 January 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia