• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Tuesday, January 13, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Kabar Baru

Maka, Menulislah dan Menjadi Abadi

Hendra W Saputro by Hendra W Saputro
31 July 2014
in Kabar Baru, Opini, Teknologi
0
1

penamedikom1

Seorang Bapak ingin tanamkan jiwa pantang menyerah kepada anaknya.

Dia lalu dia bercerita, “Nak, Bapakmu ini pernah naik Gunung Agung. Begitu melelahkan, jalannya naik hampir 45 derajat.”

“Kami kedinginan dan kelaparan karena bekal yang kurang. Tapi Bapak dan teman-teman terus berjalan. Kalau lapar, Bapak makan dedaunan yang ada di sepanjang jalan”.

Sang anak lalu bertanya, “Ada foto-fotonya, Pak? Atau videonya lah?”

Sang Bapak menjawab, “Duh kayaknya ada tapi entah di mana. Sudah lama soalnya”.

Sang anak tidak berkomentar lagi melainkan berkata, “Wah Kakek pernah trekking ke air terjun di Kintamani sana, 12 jam lho, Pak. Kehabisan bekal minum. Awalnya enak, jalan menurun. Ketemu air terjun nya dan di sana air nya habis.

Si anak melanjutkan ceritanya. “Kakek lalu pake air sungai itu untuk bekal minum naik ke atas. Eh di tengah perjalanan airnya habis. Kakek melihat ada rumah dan cerita ke penduduk sana dan akhirnya berbaik hati berikan air kelapa dan mengisinya lagi ke botol Aqua. Lanjut perjalanan lagi dan eh air kelapa itu habis lho.”

“Kakek ketemu lagi dengan penduduk sana yang berbaik hati memberikan air madu dan bengkoang segede gaban. Lanjut lagi naik, perutnya kakek mules dan akhirnya mencretlah kakek. Hahahaha. Kata kakek, itunya dilihat, kayak American Pie, katanya. Hahaha. Lucu lho, Pak”.

Melihat sang anak berapi-api, sang Bapak tanya, “Kok kamu tahu, Nak?”.

Sang anak jawab, “Baca cerita dan foto-fotonya kakek di blognya. Sungguh kakek luar biasa pantang menyerahnya lho, Pak!”.

Sang Bapak terdiam seribu bahasa.

penamedikom2

Cerita di atas adalah peristiwa sehari-hari, kenapa sang anak ‘tidak mengenal’ sang Bapak. Dia malah berapi-api mengenal peristiwa hidup sang kakek. Sang anak mengenal kakek karena membaca tulisan dan melihat foto-fotonya, sedangkan sang ayah tidak pernah menuliskan pengalaman hidupnya.

Berkaitan dengan cerita Bapak dan anak itu, jadi teringat nukilan kalimat inspiratif dari Pramoedya Ananta Toer.

“Nak, tahu kau mengapa aku sayangi kau lebih dari siapa pun? Karena kau menulis. Suaramu takkan padam ditelan angin, akan abadi, sampai jauh, jauh di kemudian hari. (Mama, 84).”

“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian.”

Anak-anak zaman sekarang lebih pintar dan kritis dalam memahami sesuatu hal dalam hidupnya. Namun saya merasa anak zaman sekarang lebih suka yang praktis dalam menulis.

Hal ini terjadi karena berkembangnya media microblogging seperti Facebook, Twitter, Path, dll yang sering digunakan menulis satu atau dua kalimat saja. Itupun isi tulisannya lebay, alay, narsis dan kadangkala mengundang pergunjingan.

Bagaimana dengan para blogger zaman sekarang? Kemana saja kalian?

Ada yang sibuk dengan pekerjaannya. Ada yang beralih menulis di media jurnalisme warga seperti BaleBengong.net, Kompasiana, dll. Tetaplah menghiasi blogmu dengan tulisan. Ngeblog bukanlah pekerjaan karena ngeblog adalah hobi, kepuasan, berbagi dan ikatkan ilmu, stimulus perubahan dunia.

Ada beberapa contoh seperti tulisan Bali Tolak Reklamasi dan video amatiran demonya. Sejarahmu ada di dalamnya. Yuk mai ngeblog!

Salah satu materi di atas saya sampaikan pada Workshop Jurnalistik di rangkaian kegiatan Pentas Jurnalistik 2014, Lembaga Pers Mahasiswa Media Ekonomika (Medikom) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana, 27 Juli 2014. Saya mewakili Bali Blogger Community dan BeleBengong.net bersama Gung De (MNI Magazine), Oyong (blogger ISI), dan Made Adnyana “Ole” (Cerpenis dan Penyair). [b]

 

 

Tags: BalebengongBali Blogger CommunityBlogging
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Hendra W Saputro

Hendra W Saputro

Seorang technopreneur & digital marketer bersama BOC Indonesia. Suka menulis di blog pribadi www.hendra.ws. Entrepreneurial Activist. Yuk onlinekan bisnismu dan mari berwirausaha!

Related Posts

Laporan Tahunan BaleBengong 2020

Silakan Baca Laporan Tahunan BaleBengong 2020

6 March 2021
AJW 2019, Jer Basuki Mawa Desa

AJW 2019, Jer Basuki Mawa Desa

11 April 2019
Ini Dia Beasiswa Anugerah Jurnalisme Warga 2018

Ini Dia Beasiswa Anugerah Jurnalisme Warga 2018

25 August 2018
Jurnalisme Warga untuk Menyemai Keberagaman

Jurnalisme Warga untuk Menyemai Keberagaman

6 November 2017
Inilah Para Peraih Anugerah Jurnalisme Warga 2016

Anugerah Jurnalisme Warga BaleBengong 2017 Hadir Kembali

17 July 2017
Belajar Bikin Kopi Bareng Bali Blogger Community

Belajar Bikin Kopi Bareng Bali Blogger Community

17 July 2017
Next Post
Merayakan Kemenangan di Puncak Gunung Abang

Merayakan Kemenangan di Puncak Gunung Abang

Comments 1

  1. PanDe Baik says:
    11 years ago

    Errr… masih ngeblog sih… cuma topiknya gag menggigit lagi :p

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Subak kini Hanya Dilihat sebagai Objek Wisata bukan Sosio Ekologis

Subak kini Hanya Dilihat sebagai Objek Wisata bukan Sosio Ekologis

10 January 2026
Demokrasi di Ujung Tanduk: Penangkapan Aktivis dan Normalisasi Represi

Demokrasi di Ujung Tanduk: Penangkapan Aktivis dan Normalisasi Represi

10 January 2026
[Matan Ai] Bali dan Pembusukan Pembangunan

Keresahan dalam Selimut Rust en Orde

9 January 2026
Menelusuri DAS Tukad Badung, Sungai Tengah Kota yang Terbengkalai

Tumpang Tindih Tata Kelola Air di Bali

9 January 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia