• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Wednesday, December 10, 2025
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Kabar Baru

Menjaga Laut dengan Hukum Adat

Widayanti Arioka by Widayanti Arioka
20 September 2016
in Kabar Baru, Lingkungan
0 0
0

pantai-amed-baru

Bali dikenal dengan adat dan budayanya yang masih sangat kuat.

Tak hanya praktik adat dan budayanya, hukum adat di Bali juga berlaku sangat kuat di masyarakat. Untuk bidang-bidang tertentu, seperti lingkungan, hukum adat masih sangat dihormati dan ditaati warganya.

Selain dikenal dengan adatnya, Bali juga terkenal oleh keindahan bawah lautnya. Amed salah satu kawasan pesisir di Bali Timur yang mulai ramai didatangi wisatawan karena keindahan bawah lautnya.

Keindahan bawah laut di Amed juga merupakan hasil dari upaya pemeliharaan karang dan kekayaan hayati laut lainnya oleh masyarakat Amed. Salah satunya adalah masyarakat Amed di Tempek Jemeluk, Desa Adat Culik, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem.

Perairan di Teluk Jemeluk merupakan salah satu spot wisata andalan di kawasan Amed. Teluk ini biasa dikunjungi wisatawan untuk diving dan snorkeling, karena kondisi karangnya yang baik.

Masyarakat Jemeluk telah memiliki kesadaran bahwa dengan tidak merusak karang mereka akan mendapatkan banyak keuntungan, salah satunya di bidang pariwisata. Jika berkunjung ke teluk Jemeluk, dengan mudah dapat ditemui papan-papan berisi peringatan untuk tidak menginjak dan merusak karang, serta mengganggu hewan laut lainnya.

Papan peringatan ini merupakan upaya masyarakat Jemeluk untuk menjaga kelestarian alam bawah lautnya.

IMG-20160125-WA0008

IMG-20160125-WA0010

Upaya masyarakat Jemeluk tidak hanya sampai di pemasangan papan peringatan, tapi juga mulai secara aktif menegur wisatawan atau sesama masyarakat Jemeluk yang melakukan perusakan karang.

Seperti yang terjadi pada Senin (12/09), seorang wisatawan tertangkap tangan telah melakukan pengambilan akar bahar di Teluk Jemeluk-Amed. Awalnya, wisatawan berinisial PG tersebut, bersama seorang teman wanitanya, melakukan snorkeling di Teluk Jemeluk.

Menjelang siang, sekembalinya dari snorkeling, masyarakat Jemeluk yang sedang berada di sekitar pantai menemukan PG sedang membawa karang yang kemudian diketahui merupakan akar bahar.

Saat itu PG sempat mencoba kabur dan berusaha menyembunyikan akar bahar yang dibawanya dengan handuk. Namun, masyarakat Jemeluk mencoba untuk menahan PG dan melaporkannya pada petugas yang berwenang di Tempek Jemeluk, Desa Adat Culik.

Proses penanganan kasus PG ini kemudian dilakukan oleh masyarakat Desa Adat Culik, dengan didampingi oleh aparat kepolisian (Binmas dan polisi pariwisata).

WhatsApp Image 2016-09-14 at 12.59.04 PM

Sesuai dengan sanksi adat, PG diharuskan untuk membayar denda sebesar 2 karung beras. Akhirnya, PG membayar sanksi adat tersebut dengan uang sejumlah Rp 700 ribu. Uang sanksi tersebut rencananya akan digunakan masyarakat adat untuk membantu pemeliharaan terumbu karang.

PG juga diminta membuat permohonan maaf dan pernyataan untuk tidak mengulangi kembali perbuatannya secara tertulis. PG mengaku mengambil karang tersebut karena percaya bisa digunakan sebagai jimat keselamatan.

Akar bahar (Anthipathes spp) sendiri merupakan jenis yang dilindungi berdasarkan UU No. 5 Tahun 1990 dan PP No. 7 Tahun 1999. Berdasarkan hasil penelusuran dengan Google, ditemukan bahwa akar bahar yang sudah diproses menjadi perhiasan berbentuk gelang memang sedang naik daun setelah pasar batu akik meredup.

Akar bahar dijual dengan iming-iming bermanfaat untuk jimat keberuntungan, keselamatan, dan penolak bala. Pada kenyataannya, akar bahar tidak bisa memberi keberuntungan dan keselamatan bagi wisatawan pencuri tersebut. [b]

Tags: KarangasemLingkungan
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Widayanti Arioka

Widayanti Arioka

mahasiswi tingkat akhir yang memutuskan untuk menetap di Denpasar dan Tabanan. Bisa ditemui di https://widarioka.wordpress.com/

Related Posts

Energi Terbarukan di Pulau Bali Hanya Bagus di Atas Kertas, tapi Kenapa Sulit Terwujud

Energi Terbarukan di Pulau Bali Hanya Bagus di Atas Kertas, tapi Kenapa Sulit Terwujud

26 November 2025
Pulau Surga yang Kehilangan Harmoni

Pulau Surga yang Kehilangan Harmoni

16 November 2025
Inilah Panduan Nyepi Tanpa Internet Tahun Ini

Tersingkir di Tanah Sendiri

12 November 2025
Memanen Air Hujan dan Biogas, Teknologi Tepat Guna bagi Petani Bali yang Terabaikan

Ketimpangan Sumber Daya di Balik Krisis Air Tanah Bali

12 November 2025
Ketika Pulau Menghangat: Urban Heat Island di Pulau Bali

Ketika Pulau Menghangat: Urban Heat Island di Pulau Bali

3 November 2025
Adakah Sistem Peringatan Dini Banjir di Bali? Ini Simulasinya

Adakah Sistem Peringatan Dini Banjir di Bali? Ini Simulasinya

18 October 2025
Next Post
Lima Festival Jazz yang Sayang Kamu Lewatkan!

Lima Festival Jazz yang Sayang Kamu Lewatkan!

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

MDPI Galang Dana Lewat Cerita Nelayan Kecil

MDPI Galang Dana Lewat Cerita Nelayan Kecil

10 December 2025
Aksi Protes Pemilik Sawah di Jatiluwih Pasang Seng dan Plastik

Konflik Pertanahan di Bali: Ketimpangan Petani Gurem dan Properti

10 December 2025
Aksi Protes Pemilik Sawah di Jatiluwih Pasang Seng dan Plastik

Aksi Protes Pemilik Sawah di Jatiluwih Pasang Seng dan Plastik

9 December 2025
Tujuh Langkah Mitigasi Jika Gunung Agung Erupsi

Media Sosial yang Berisik, Kita yang Beraksi

9 December 2025
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Sign In with Facebook
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia