• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Tuesday, January 20, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Berita Utama

Mengumandangkan Tolak Reklamasi di Ibu Kota

Luh De Suriyani by Luh De Suriyani
2 October 2014
in Berita Utama, Kabar Baru, Lingkungan, Musik
0
0
artis-forbali
Musisi dan seniman yang tampil di Konser Svara Bumi. Foto Rudolf Dethu

Selasa malam pukul 6.30, saya dan seorang kawan, Musfarayani, berhitung waktu.

Kami menimbang opsi transportasi menuju Kemang, Jakarta Selatan. Kami ingin menonton semua musisi di #KonserSvaraBumi sejak menit pertama.

Tapi kami sadar itu tak mungkin. Dari Jakarta Pusat menuju daerah padat Jaksel di jam pulang kantor dalam setengah jam? Benar saja, kami kehilangan orasi Saras Dewi, doctor muda UI berdarah Bali yang juga penyanyi ini. Juga tak bisa dengar hiphop cerdas Jogja @killthedj dan trio folks idaman tua muda @nosstressbali.

Apa daya, ibukota metropolutan memang tak bisa diharapkan dalam hal kelancaran transportasinya. Hal yang sama mulai nampak di kota Denpasar. Ratusan kendaraan baru tiap hari, ruas jalan tak bertambah, dan minim angkutan publik. Ini soal waktu, sampai pemerintah berencana membuat jalan tol seperti di Bali selatan.

Setelah memasukkan donasi Rp 100 ribu per orang dalam kardus, kami mendapatkan stempel bertuliskan “LAWAN!!” dari penjaga pintu. Sepertinya ini stempel milik @taman_baca Kesiman (TBK) pernah dapat juga ketika fundraising sejenis untuk kampanye #tolakreklamasitelukbenoa di sana.

Stempelnya mirip tinta pemilu, masih berbekas keesokan harinya walau sudah digosok pas mandi. Hehe

Di dalam arena belakang café Rolling Stone Indonesia (RSI) ini penonton hampir penuh. Kami langsung mendapat Navicula yang baru naik panggung. Hanya enam lagu paling popular tanpa track “Harimau” yang disukai anak 2 tahunan saya, Satori. Penonton kanan kiri juga meneriakkan Harimau tapi agaknya Roby disiplin waktu.

Roby tak banyak ngobrol juga, padahal biasanya lucu sekaligus bernas di tiap jeda lagu. Penonton juga masih ingin stagediving setelah Kali Mati, Metropolutan, Orangutan, dan 3 lainnya.

Kemudian muncul Cinta Ramlan, saya baru pertama menonton penyanyi perempuan yang mukim di Bali ini. Dia sempat duet dengan Djenar Maesa Ayu untuk syair yang penggalannya, kuraang lebih “Jadilah Ratu. Perempuan sering diperdaya…..” Kurang terdengar jelas karena pake TOA. Saya meyakini ini doa untuk ingatan pada ibu bumi yang terkoyak.

Cinta Ramlan dan Djenar berbaju hitam dengan aksesoris semacam kalung perak di rambut. Seksi dan bertenaga.

Oya, di tiap jeda muncul duo penyiar @solehsolihun-arie dagienkz yg spontanitasnya tak pandang bulu. Penonton, artis, dan crew diubek-ubek. Menciptakan kesan egaliter, keren juga comedian era baru ini.

Berikutnya giliran Melanie Subono. Perempuan feminis cum aktivis, model, dan penyanyi ini baru beberapa hari lalu buat spontanitas aksi ngamen di Jakarta untuk #tolakreklamasitelukbenoa dan mengumpulkan jutaan dalam beberapa jam.

Malam ini, ia kembali tampil sukarela. Seperti semua penampil lainnya. Artis-artis yang biasanya bayaran per panggungnya minimal belasan-puluhan juta. Rakyat Bali berbangga.

Saya tumben melihat Melanie di panggung. Puluhan anak muda langsung merangsek, merekam dengan hp, dan berebutan naik panggung saat diajak nyanyi. Gaya propagandanya menarik. Dia bicara pada penonton seperti karib. “Ini bukan soal Bali, bentar lagi tanah di daerah lo yang dikoyak,” serunya santai. Melanie juga kerap spontan ejek-ejekkan dengan penonton di barisan depan. Ngomel tapi ngangenin, ibaratnya begitu.

Jeda sebentar, lanjut @seringai. Saya memerhatikan gaya gitarisnya Ricky Siahaan, karena managing editor RSI ini baru saja membagikan gitar pada belasan komunitas di Bali dalam program 1000 gitar untuk anak Indonesia. Kontras dengan kegaharannya main bersama Seringai. Kami berdua serta merta terdesak ke belakang karena kaum serigala militia ini membuat playground untuk headbang. Memang militant.

Pukul 22.00 lebih sedikit, tetiba di twitter sudah ratusan yang meretwit cuitan @iwanfals yang mengunggah sebuah foto konser diambil dari balkon RSI café dengan kalimat “bali tolak reklamasi.” Huaaa benar, ini dia tamu misteriusnya.

Kabarnya manajemennya tak mau kehadiran Iwan diumumkan sebelum konser. Mungkin karena venue hanya bisa nampung 1500an orang saja. Sudah empet-empetan dengan penikmat rombongan artis di atas.

Iwan, seperti biasa, orasinya adalah syair dan lagu itu sendiri. “Pembangunan juga sumber penderitaan. Langkah Bali ini membuka cakrawala. Saya sedang mencari proses keseimbangan dari hidup yang fana ini,” khotbahnya.

“Aku tak mau terlibat persekutuan manipulasi. Aku tak mau terlibat pengingkaran keadilan. Aku mau jujur saja, bicara apa adanya,” Hio Hio Hio bersahutan di udara.

Persekutuan manipulasi ini memang sedang dipertontonkan di rencana proyek reklamasi di Teluk benoa ini. Hampir dua tahun, gerakan @forbali13 menelisik adanya keanehan. Misalnya bolak-balik surat rekomendasi dan keputusan tentang pemberian izin pemanfaatan pada investor tanpa diketahui publik. DPRD Bali dan Gubernur saling tuding. Sampai akhirnya Presiden SBY pun mengeluarkan Perpres yang mengganti aturan konservasi jadi pemanfaatan terbatas alias lampu hijau reklamasi.

Dalam rundown, direncanakan ada Gendo yang akan bersuara di panggung. Entah kenapa ini tak ada. Langsung dilanjut Superman Is Dead yang menjadi pemuas outsider loyalnya di mana pun. Sebagai penutup, “bangun Bali subsidi petani, kita semua makan nasi, bukannya butuh reklamasi,” berkumandang. [b]

Tags: Bali Tolak ReklamasiLingkunganMusikTolak Reklamasi
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Luh De Suriyani

Luh De Suriyani

Ibu dua anak lelaki, tinggal di pinggiran Denpasar Utara. Anak dagang soto karangasem ini alumni Pers Mahasiswa Akademika dan Fakultas Ekonomi Universitas Udayana. Pernah jadi pemimpin redaksi media advokasi HIV/AIDS dan narkoba Kulkul. Menulis lepas untuk Mongabay.

Related Posts

Tebe Modern hingga Inovasi Sumur Resapan untuk Menghadapi Banjir

Tebe Modern hingga Inovasi Sumur Resapan untuk Menghadapi Banjir

15 January 2026
Krisis Sampah di Bali: Contoh Baik di Desa Ada, kenapa Pemerintah Pilih Bakar Sampah?

Krisis Sampah di Bali: Contoh Baik di Desa Ada, kenapa Pemerintah Pilih Bakar Sampah?

30 December 2025
Kemah Manja di Bali Jungle Camping Padangan

Terasering Subak sebagai Mitigasi Banjir Berbasis Lanskap

22 December 2025
Siaga Banjir! Panduan Praktis untuk Warga Bali di Musim Hujan Ekstrem

Siaga Banjir! Panduan Praktis untuk Warga Bali di Musim Hujan Ekstrem

16 December 2025
Energi Terbarukan di Pulau Bali Hanya Bagus di Atas Kertas, tapi Kenapa Sulit Terwujud

Energi Terbarukan di Pulau Bali Hanya Bagus di Atas Kertas, tapi Kenapa Sulit Terwujud

26 November 2025
Pulau Surga yang Kehilangan Harmoni

Pulau Surga yang Kehilangan Harmoni

16 November 2025
Next Post
Mangrove Teluk Benoa di Tengah Beragam Ancaman

Mangrove Teluk Benoa di Tengah Beragam Ancaman

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Permasalahan Petani Hutan di Bali

Permasalahan Petani Hutan di Bali

19 January 2026
Mandaragiri: Saat Leluhur Membaca Bahasa Bumi

Mandaragiri: Saat Leluhur Membaca Bahasa Bumi

19 January 2026

Siwaratri sebagai Ruang Kontemplasi Menghadapi Krisis Batin Kehidupan Modern

18 January 2026
Petani Batur Datangi Kementerian Kehutanan dan Kementerian Investasi

Petani Batur Datangi Kementerian Kehutanan dan Kementerian Investasi

17 January 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia